Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 14 Oktober 2019 11:03
Pengunjung Kecewa, Panitia Pelalawan Expo 2019 Sampaikan Permohonan Maaf 

Senin, 14 Oktober 2019 10:49
Puncak Peringatan HUT ke-20 Kabupaten Rohul Meriah, Berikut Foto-fotonya

Senin, 14 Oktober 2019 09:39
Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing

Senin, 14 Oktober 2019 07:57
Pilkada Bengkalis 2020,
14 Balon Bupati dan Wakil Kembalikan Berkas ke PAN


Senin, 14 Oktober 2019 07:35
Sempena HUT ke-20 Kabupaten, PT RAPP Raih Penghargaan Program Kampung Iklim di Pelalawan dan Siak

Senin, 14 Oktober 2019 07:22
Sound Sistem Buruk Bikin Penampilan Nissa Sabyan di HUT ke-20 Pelalawan Menyebalkan

Ahad, 13 Oktober 2019 21:06
Hari Jadi ke-20 Kabupaten Rohul Ditutup dengan Pesta Kembang Api, Hiburan Rakyat dan Wali Band

Ahad, 13 Oktober 2019 16:59
Tingkatkan Pemahaman Terkait Pemeriksaan Genomik, Prodia Gelar Seminar Prodia Genomik

Ahad, 13 Oktober 2019 15:12
"Satu, Dua, Tiga!",
Masyarakat Bengkalis Masih Pertahankan Tradisi Gotong Royong


Ahad, 13 Oktober 2019 14:34
MUI Bengkalis Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 15 Juni 2019 15:30
PPDB 2019, OPSAD Bengkalis Serukan Baju Ciri Khas Dibiayai Sekolah

Jelang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2019, Organisasi Peduli Sosial Anak Didik (OPSAD) Bengkalis menyerukan pembuatan baju ciri khas dibiayai oleh sekolah masing masing.

Riauterkini - DURI - Jelang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2019, Organisasi Peduli Sosial Anak Didik (OPSAD) Bengkalis menyerukan pembuatan baju ciri khas dibiayai oleh sekolah masing masing.

Meski belum jelas sumber pendanaannya akan diambil dari mana, namun OPSAD menegaskan jika hal tersebut inisiatif sekolah dan bukan ketentuan dari Pemerintah.

"Jika harus orang tua yang membiayai baju ciri khas itu, lebih baik jangan. Dikarenakan hal itu inisiatif sekolah, pergunakanlah dana BOS atau lainnya,"ujar Ketua OPSAD Bengkalis, Dodi Akbar melalui Sekretaris, Refri AMD, Sabtu (15/6/19).

Dikatakan Refri, pihaknya sangat mendukung pembuatan seragam ciri khas itu namun juga jangan menyampingkan biaya yang mesti dikeluarkan orang tua murid.

"Jangan dibebankan lagi biayanya kepada orang tua murid, sebab dalam sekolah yang penting bukan seragam, namun kualitas dan mutu. Saatnya kita berbenah,"serunya sembari mengajak seluruh orang tua murid di seluruh tingkatan sekolah untuk mengevaluasi budaya dan kebiasaan buruk tersebut.

Pantauan diseluruh sekolah yang ada di Kabupaten Bengkalis, diduga dan telah menjadi rahasia umum, semakin banyak seragam sekolah yang dibuat, akan semakin banyak income pimpinan sekolah tersebut meraup fee dari pihak ketiga selaku penyedia baju seragam itu.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Jadi Kado Istimewa HUT ke-20,
Mendikbud Tetapkan Dua Karya Budaya Asal Kabupaten Rohul Masuk WBTP Indonesia 2019

- Pelepasan 29 Siswa Magang dari Dua SMK di RAPP
- 115 Kasek, Guru, Komite dan Pengawas di Bengkalis Ikuti Pelatihan Penerapan Prinsip Manajemen Sekolah
- Masih Kekurangan, Pemkab Permudah Guru PNS Pindah ke Kuansing
- Usai Dikantina Selama Tiga Bulan, SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru Lantik Siswa Baru Angkatan XI
- Kukuhkan 1.707 Lulusan, UIR Catatkan Rekor Wisuda Terbanyak Sepanjang Sejarah
- Musim Asap, Libur Sekolah Rohil Tanpa Kepastian


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com