Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 18 Juli 2019 13:14
BAZ Puji Unit Pengumpul Zakat Disdik Pekanbaru

Kamis, 18 Juli 2019 12:57
Kelak Perda KLA Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Bebasis Hak Anak di Pekanbaru

Kamis, 18 Juli 2019 11:01
Sukseskan Pacu Jalur 2019, ASN Goro Bersihkan Hotel Kuansing

Kamis, 18 Juli 2019 10:53
Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Bersihkan Ceceran Crude Oil

Kamis, 18 Juli 2019 10:22
Seorqng PNS, Polda Riau Amankan 30 Pengunjung Tempat Hiburan di Pekanbaru

Kamis, 18 Juli 2019 10:14
Cari Solusi Penyelamatan, Komisi I DPRD Pelalawan Kunjungi AKN Bengkalis

Kamis, 18 Juli 2019 08:31
TNI Selalu Bersama Rakyat, Anggota Satgas TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR Bantu Pencari Rumput

Kamis, 18 Juli 2019 07:19
Kapolda Riau Lepas 100 Personil BKO ke Polda Papua

Rabu, 17 Juli 2019 18:55
Dilepas Ketua KONI Kampar, Atlet PODSI Kampar Diharapkan Cetak Prestasi Diajang KIDBF 2019

Rabu, 17 Juli 2019 18:17
Bupati Bangga Tim Bola Voly Pelajar Rohul Juarai Piala Gubri, Bonus Belum Terfikirkan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 15 Juni 2019 15:30
PPDB 2019, OPSAD Bengkalis Serukan Baju Ciri Khas Dibiayai Sekolah

Jelang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2019, Organisasi Peduli Sosial Anak Didik (OPSAD) Bengkalis menyerukan pembuatan baju ciri khas dibiayai oleh sekolah masing masing.

Riauterkini - DURI - Jelang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2019, Organisasi Peduli Sosial Anak Didik (OPSAD) Bengkalis menyerukan pembuatan baju ciri khas dibiayai oleh sekolah masing masing.

Meski belum jelas sumber pendanaannya akan diambil dari mana, namun OPSAD menegaskan jika hal tersebut inisiatif sekolah dan bukan ketentuan dari Pemerintah.

"Jika harus orang tua yang membiayai baju ciri khas itu, lebih baik jangan. Dikarenakan hal itu inisiatif sekolah, pergunakanlah dana BOS atau lainnya,"ujar Ketua OPSAD Bengkalis, Dodi Akbar melalui Sekretaris, Refri AMD, Sabtu (15/6/19).

Dikatakan Refri, pihaknya sangat mendukung pembuatan seragam ciri khas itu namun juga jangan menyampingkan biaya yang mesti dikeluarkan orang tua murid.

"Jangan dibebankan lagi biayanya kepada orang tua murid, sebab dalam sekolah yang penting bukan seragam, namun kualitas dan mutu. Saatnya kita berbenah,"serunya sembari mengajak seluruh orang tua murid di seluruh tingkatan sekolah untuk mengevaluasi budaya dan kebiasaan buruk tersebut.

Pantauan diseluruh sekolah yang ada di Kabupaten Bengkalis, diduga dan telah menjadi rahasia umum, semakin banyak seragam sekolah yang dibuat, akan semakin banyak income pimpinan sekolah tersebut meraup fee dari pihak ketiga selaku penyedia baju seragam itu.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Temui Dirut LPDP, Gubri Harap Beasiswa untuk Mahasiswa Riau
- Hari Pertama Masuk Sekolah, Ortu di Kuansing Semangat Antar dan Temani Anak
- Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Ajarkan Warga Rempak Buat Stick dari Kulit Singkong
- Nelayan Bengkalis Bergabung ke KMP untuk Permudah Peroleh Susuka dan Asuransi
- Optimalkan Proses Belajar Mengajar Siswa, Disdik Pekanbaru Gabungkan 18 Sekolah
- Perpusdes Jangkang, Bengkalis Akan Dijadikan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Sempat Diprotes Warga,, Merger Tiga SDN di Pekanbaru Berjalan Lancar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com