Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Oktober 2019 21:52
Balon Bupati Ikut Diundang di Musancab Demokrat Rohul Sabtu Pekan ini

Senin, 21 Oktober 2019 20:57
Hibah Rp39 M, Akan Dibangun Pipa Distribusi Air Bersih di Bengkalis dan Bukitbatu

Senin, 21 Oktober 2019 20:37
Konsolidasi Pembangunan, Gubri Temui Anggota DPR RI Asal Riau

Senin, 21 Oktober 2019 20:18
Mendaftar ke Nasdem, Masuri akan Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Senin, 21 Oktober 2019 19:28
Pendaftaran Jabatan BRK Cuma Ada Empat Pelamar

Senin, 21 Oktober 2019 19:22
Predikat Penduduk Miskin Tertinggi di Riau,
BMRB Rohul Menilai Pemerintahan Bupati Sukiman Gagal Mengatasi Kemiskinan


Senin, 21 Oktober 2019 18:26
Ambil Formulir di Demokrat dan NasDem, ini Motivasi Murnis Mansyur Maju Pilkada Rohul 2020

Senin, 21 Oktober 2019 17:28
Pasca Diresmikan, BLK Komunitas YP Muhammad Abduh Rohul Langsung Beri Pelatihan Kerja

Senin, 21 Oktober 2019 16:16
Bupati Kuansing Hadiri Rapat Koordinasi dan Teken MoU JKN-KIS 2020

Senin, 21 Oktober 2019 16:14
Wagubri Sampaikan Lima Arahan Jokowi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Juni 2019 18:05
Disdik Bengkalis Ancam Tindak Tegas Sekolah Pungut Uang Baju Seragam

Pemkab Bengkalis keluarkan edaran larangan lakukan pungutan dengan dalih uang seragam di sekolah. Disdik berjanji akan menindak tegas bagi sekolah yang melanggar.

Riauterkini-BENGKALIS- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, S.Pd, M.Pd mengatakan, pihaknya akan menindak tegas pihak sekolah dengan sengaja melakukan pungutan dengan dalih uang seragam sekolah mulai tahun ini.

Dalam proses penerimaan murid baru, Disdik Bengkalis juga segera membuat surat edaran kepada seluruh sekolah, tentang perihal larangan tersebut.

"Kami akan membuat edaran dan tetap berdasarkan pada aturan. Karena ada beberapa hal yang disebut sebagai pungutan liar atau Pungli seperti pengadaan baju tidak boleh disiapkan oleh pihak sekolah, hanya bisa menyampaikan warna dan wali murid bisa mencarinya sendiri," ungkap Edi Sakura, kepada sejumlah wartawan di Bengkalis, Selasa (18/6/19) siang.

Pegawai berkumis dan juga sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis ini menyebutkan, tahun ini larangan pengadaan baju di sekolah akan diberlakukan untuk menghindari tindak pidana Pungli. Berpengalaman tahun sebelumnya, kebijakan pengadaan baju di sekolah itu berdampak pada pidana dan berujung di penjara.

"Jika ada informasi dan ada sekolah yang sudah berani melakukan pungutan untuk pengadaan seragam sekolah itu akan kita tindak tegas, seperti dimutasi. Kita cegah agar jangan sampai guru maupun kepala sekolah dipidanakan lagi seperti tahun lalu. Kita akan buat edaran larangannya," katanya seraya menambahkan, belum ada satu sekolahpun yang bisa melakukan kegiatan penerimaan siswa baru pada sistem zonasi sebelum adanya surat edaran, baik petunjuk teknis (Juknis) dan langkah-langkah yang harus dilakukan.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Pasca Diresmikan, BLK Komunitas YP Muhammad Abduh Rohul Langsung Beri Pelatihan Kerja
- Terkesan Diskriminasi,
Kalangan di Bengkalis Kecewa Beasiswa Pemprov Riau Abaikan PT di Pesisir

- Meninggal Usai Ujian, Wisuda Seorang Mahasiwa PCR Digantikan Ayahnya
- Wagubri Harap SMK Dirgantara Riau Terus Berkembang Ciptakan SDM Berkualitas
- Tiga Kandidat Berlaga di Pemilihan Rektor Unilak 2019-2023
- SMAN 1 Mandau Kutip Infaq dan Pungutan Uang ke Siswa untuk Perbaiki Musholla dan Sejahterakan Guru
- SKK Migas Chevron & UIR Bangun Migas Center Pertama di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com