Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 16 Oktober 2019 22:53
Terduga Pengedar di Ujung Batu Ditangkap, 18 Paket Sabu dan Mobil Avanza Disita

Rabu, 16 Oktober 2019 22:04
Melalui Rakor, DKP Rohul Susun ‎Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan

Rabu, 16 Oktober 2019 20:43
Ikasmansa Pekanbaru Segera Gelar Rakernas Kedua

Rabu, 16 Oktober 2019 20:05
Putra Sulung Bupati Harris Nyatakan Diri Maju di Pilkada 2020 Pelalawan

Rabu, 16 Oktober 2019 20:00
Diberangkatkan Umroh ACT, Pasutri Lansia di Duri Menangis Bahagia

Rabu, 16 Oktober 2019 17:53
Dukung Pertumbuhan Industri di Riau, Trakindo Gelar Roadshow 2019

Rabu, 16 Oktober 2019 17:39
RPH Pasirpangaraian Sudah Difungsikan, Tapi Masih Ada Pemilik TPH Tanpa Izin yang Bandel

Rabu, 16 Oktober 2019 17:04
Seorang Germo Ditangkap, Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Mandau, Bengkalis

Rabu, 16 Oktober 2019 16:43
Peringati Hari Pangan Sedunia, BEM Fakultas Pertanian UPP Gelar Lomba Masak‎ di Kebun Sawit

Rabu, 16 Oktober 2019 15:22
Tim Unri Raih Medali Emas di Macau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 22 Agustus 2019 11:45
Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif, Mahasiswa Kukerta UR Dukung Masyarakat Olah Sarden

Mahasiswa Kunkerta Universitas Riau mendukung ekonomi kreatif masyarakat Centai. Membantu mengolah sarden.

Riauterkini - PEKANBARU - Pengolahan sarden dianggap tepat sebab sehari-hari masyarakat bekerja sebagai nelayan. Sehingga bahan baku mudah didapatkan.

"Kita fokuskan bahan baku yang kita gunakan yakni ikan tenggiri. Ikan ini memang mudah didapatkan oleh masyarakat dan teksturnya juga mendukung," Ujar Ketua Mahasiswa Kukerta UR, Warto ditemani Novalina sebagai salah satu anggota.

Menurut mahasiswa fakultas hukum UR itu, pemilihan sarden juga karena gemarnya masyarakat desa itu mengkonsumsi makanan berbahan dasar ikan itu. Namun, setelah beredar isu terdapat cacing dalam sarden beberapa waktu lalu, membuat masyarakat khawatir.

"Kita bantu masyarakat dengan cara memberikan pemahaman bagaimana membuat hingga pemasarannya," Katanya.

Meski baru taham pemberian pelatihan, namun ibu-ibu PKK di desa itu antusiasnya sangat bagus. Sebab industri rumahan ini berpeluang meningkatkan perekonomian mereka.

Misalnya saja, jika dijual belikan,harga sarden ini mencapai Rp.10 ribuan. Untuk ketahanan ikan sarden ini dapat bertahan hingga satu minggu. "Kita gak pakai pengawet, jadi maksimal satu minggu dapat bertahan," Paparnya.

Memang menurut, Warto industri rumahan ini membutuhkan peralatan yang cukup lengkap. Namun, bisa diakali dengan menggunakan alat-alat sederhana yang ada di rumah-rumah. Yakni perlengkapan memasak.

"Mudah-mudahan ini dapat membantu meningkatkan bahkan lebih mensejahterakan perekonomian masyarakat desa Centai ini," Tutupnya. (rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Peringati Hari Pangan Sedunia, BEM Fakultas Pertanian UPP Gelar Lomba Masak‎ di Kebun Sawit
- Dikunjungi Sekokah dari Sumut, MAN 2 Pangean jadi Model Pengembangan Program Camp Inggris
- Jadi Kado Istimewa HUT ke-20,
Mendikbud Tetapkan Dua Karya Budaya Asal Kabupaten Rohul Masuk WBTP Indonesia 2019

- Pelepasan 29 Siswa Magang dari Dua SMK di RAPP
- 115 Kasek, Guru, Komite dan Pengawas di Bengkalis Ikuti Pelatihan Penerapan Prinsip Manajemen Sekolah
- Masih Kekurangan, Pemkab Permudah Guru PNS Pindah ke Kuansing
- Usai Dikantina Selama Tiga Bulan, SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru Lantik Siswa Baru Angkatan XI


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com