Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 September 2019 18:45
Terduga Pembakar Lahan Gambut di Bonai Darussalam Diamankan Tim Satgas Karlahut Rohul

Ahad, 22 September 2019 18:45
Terduga Pembakar Lahan Gambut di Bonai Darussalam Diamankan Tim Satgas Karlahut Rohul

Ahad, 22 September 2019 16:34
Berharap Langit Biru,
RT, RW dan LPMK Duri Timur Bagikan Masker


Ahad, 22 September 2019 16:28
Gubri Serukan Bupati/Walikota Gelar Salat Istisqo Serentak

Ahad, 22 September 2019 16:26
Jika Tak Dapat Partai, Syafril-Sihol Bertekad Maju Jalur Independen di Pilkada Rohil

Ahad, 22 September 2019 16:22
Waspada, Kabut Asapdi Riau Kiriman Jambi

Ahad, 22 September 2019 16:18
Seekor Tapir Terjerat Babi Berhasil Diselamatkan Warga Sepahat, Bengkalis

Ahad, 22 September 2019 16:12
Berbatasan dengan Lahan PT THIP, Polsek Teluk Meranti Baru Kemarin, Segel Lahan Terbakar Didesa Gambut Mutiara

Ahad, 22 September 2019 16:06
Pemerhati Sosial Kuansing Menduga Pembakaran Lahan Karena Disengaja

Ahad, 22 September 2019 11:17
Ratusan Mahasiswa Dibekali Pengetahuan Cerdas Menggunakan Obat Dinkes Bengkalis


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 22 Agustus 2019 11:45
Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif, Mahasiswa Kukerta UR Dukung Masyarakat Olah Sarden

Mahasiswa Kunkerta Universitas Riau mendukung ekonomi kreatif masyarakat Centai. Membantu mengolah sarden.

Riauterkini - PEKANBARU - Pengolahan sarden dianggap tepat sebab sehari-hari masyarakat bekerja sebagai nelayan. Sehingga bahan baku mudah didapatkan.

"Kita fokuskan bahan baku yang kita gunakan yakni ikan tenggiri. Ikan ini memang mudah didapatkan oleh masyarakat dan teksturnya juga mendukung," Ujar Ketua Mahasiswa Kukerta UR, Warto ditemani Novalina sebagai salah satu anggota.

Menurut mahasiswa fakultas hukum UR itu, pemilihan sarden juga karena gemarnya masyarakat desa itu mengkonsumsi makanan berbahan dasar ikan itu. Namun, setelah beredar isu terdapat cacing dalam sarden beberapa waktu lalu, membuat masyarakat khawatir.

"Kita bantu masyarakat dengan cara memberikan pemahaman bagaimana membuat hingga pemasarannya," Katanya.

Meski baru taham pemberian pelatihan, namun ibu-ibu PKK di desa itu antusiasnya sangat bagus. Sebab industri rumahan ini berpeluang meningkatkan perekonomian mereka.

Misalnya saja, jika dijual belikan,harga sarden ini mencapai Rp.10 ribuan. Untuk ketahanan ikan sarden ini dapat bertahan hingga satu minggu. "Kita gak pakai pengawet, jadi maksimal satu minggu dapat bertahan," Paparnya.

Memang menurut, Warto industri rumahan ini membutuhkan peralatan yang cukup lengkap. Namun, bisa diakali dengan menggunakan alat-alat sederhana yang ada di rumah-rumah. Yakni perlengkapan memasak.

"Mudah-mudahan ini dapat membantu meningkatkan bahkan lebih mensejahterakan perekonomian masyarakat desa Centai ini," Tutupnya. (rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Asap Tebal dan Pekat, Disdikpora Rohul Kembali Meliburkan Sekolah
- PT RAPP Gelar Pelatihan Guru SD se-Riau
- Peresmian Science Park Sekolah Binaan PT RAPP, Siswa Bermain Sambil Belajar Fisika di Alam
- Khawatir Udara di Kuansing Tak Sehat, Dewan Minta Disdik Kuansing Ambil Langkah Tegas
- Edukasi Anak, PT TPP Inhu Gelar Smart Parenting
- Alek Kurniawan Jabat Plh Kakwarcab Pramuka Pekanbaru
- Kabut Kian Pekat dan Berbahaya, Disdik Bengkalis Imbau Sekolah Diliburkan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com