Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 September 2019 21:26
Hampir Seluruh Wilayah Kuansing Merata Diguyur Hujan

Senin, 23 September 2019 20:13
Lima Bakal Cabup Rohul Kembalikan Formulir Penjaringan ke PDIP, 2 Lagi Tidak Ada Kabar

Senin, 23 September 2019 20:05
Ingin Desanya Lebih Maju,
Masyarakat Bantan Sari, Bengkalis Sampaikan Aspirasi ke DPRD


Senin, 23 September 2019 19:00
Peduli Korban Kabut Asap, DPC Peradi Pekanbaru Bagikan Satu Juta Masker

Senin, 23 September 2019 18:17
Launching Keterbukaan Informasi Publik, Fitra Riau Nilai 3 Kabupaten Ini Tertutup

Senin, 23 September 2019 17:33
Bupati Rohul Keluarkan Surat Edaran Sholat Istisqo Serentak di Islamic Center Selasa Besok

Senin, 23 September 2019 17:25
Simpati Asap Karlahut, DPD PKS Rohul Buka Posko Siaga Korban Asap

Senin, 23 September 2019 16:46
Alhamdulillah, Sejumlah Wilayah di Riau Diguyur Hujan

Senin, 23 September 2019 15:17
Peduli Kabut Asap, PPMR Bengkalis Bagikan Ribuan Masker Gratis

Senin, 23 September 2019 15:13
Dua Perusahaan di Riau Ditetapkan Tersangka Karhutla


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 22 Agustus 2019 11:45
Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif, Mahasiswa Kukerta UR Dukung Masyarakat Olah Sarden

Mahasiswa Kunkerta Universitas Riau mendukung ekonomi kreatif masyarakat Centai. Membantu mengolah sarden.

Riauterkini - PEKANBARU - Pengolahan sarden dianggap tepat sebab sehari-hari masyarakat bekerja sebagai nelayan. Sehingga bahan baku mudah didapatkan.

"Kita fokuskan bahan baku yang kita gunakan yakni ikan tenggiri. Ikan ini memang mudah didapatkan oleh masyarakat dan teksturnya juga mendukung," Ujar Ketua Mahasiswa Kukerta UR, Warto ditemani Novalina sebagai salah satu anggota.

Menurut mahasiswa fakultas hukum UR itu, pemilihan sarden juga karena gemarnya masyarakat desa itu mengkonsumsi makanan berbahan dasar ikan itu. Namun, setelah beredar isu terdapat cacing dalam sarden beberapa waktu lalu, membuat masyarakat khawatir.

"Kita bantu masyarakat dengan cara memberikan pemahaman bagaimana membuat hingga pemasarannya," Katanya.

Meski baru taham pemberian pelatihan, namun ibu-ibu PKK di desa itu antusiasnya sangat bagus. Sebab industri rumahan ini berpeluang meningkatkan perekonomian mereka.

Misalnya saja, jika dijual belikan,harga sarden ini mencapai Rp.10 ribuan. Untuk ketahanan ikan sarden ini dapat bertahan hingga satu minggu. "Kita gak pakai pengawet, jadi maksimal satu minggu dapat bertahan," Paparnya.

Memang menurut, Warto industri rumahan ini membutuhkan peralatan yang cukup lengkap. Namun, bisa diakali dengan menggunakan alat-alat sederhana yang ada di rumah-rumah. Yakni perlengkapan memasak.

"Mudah-mudahan ini dapat membantu meningkatkan bahkan lebih mensejahterakan perekonomian masyarakat desa Centai ini," Tutupnya. (rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Musim Asap, Libur Sekolah Rohil Tanpa Kepastian
- Asap Kian Pekat, Dua Kali PKKBM dan Masta Umri Ditunda
- Asap Tebal dan Pekat, Disdikpora Rohul Kembali Meliburkan Sekolah
- PT RAPP Gelar Pelatihan Guru SD se-Riau
- Peresmian Science Park Sekolah Binaan PT RAPP, Siswa Bermain Sambil Belajar Fisika di Alam
- Khawatir Udara di Kuansing Tak Sehat, Dewan Minta Disdik Kuansing Ambil Langkah Tegas
- Edukasi Anak, PT TPP Inhu Gelar Smart Parenting


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com