Untitled Document
Rabu, 30 Ramadhan 1431 H |
Home > Pendidikan>>

Berita Terhangat...
Rabu, 8 September 2010 18:05
Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar

Rabu, 8 September 2010 18:03
Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan

Rabu, 8 September 2010 17:42
Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan

Rabu, 8 September 2010 16:01
PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir

Rabu, 8 September 2010 15:57
11 Langsung Bebas,
280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran


Rabu, 8 September 2010 14:19
Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya,
Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil


Rabu, 8 September 2010 13:34
RTB Dituding Hanya Habiskan Anggaran



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 8 Pebruari 2010 14:53
Walikota Pekanbaru Minta Kasus Guru Curang tak Dibesar-besarkan

Ditemukan 1.820 guru di Riau mencurangi syarat kenaikan pangkat. Mereka dikembalikan ke pangkat awal dan terancam proses hukum, namun Walikota Pekanbaru Herman Abdullah minta kasus tersebut tak dibesar-besarkan.

Riauterkini-PEKANBARU- Adanya kasus kecurangan pada sejumlah guru yang ada diRiau, tak terkecualai guru yang ada diPekanbaru, hingga berjumlah 514 guru yang melakukan kecurangan pada tulisan karya ilmiyahnya, dengan menggunakan jasa calo untuk kenaikan pangkat, mendapat tanggapan tersendiri dari Walikota Pekanbaru. Mesikipun akibatnya Pemerintahan pusat menilai, lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan pihak terkait lainnya, yang ada diRiau ataupun Pekanbaru.

Menyingkapi hal tersebut Pemerintahan Kota Pekanbaru (Pemko) memberikan sanksi tegas kepada para guru yang terkait, dengan meminta seluruh guru curang dengan mengembalikan gaji yang diterima pasca kenaikan pangkat karena dianggap telah cacat hukum. Kemudian Pemko akan menghitung berapa uang negara yang telah dirugikan serta termakan oleh para guru curang tersebut, kemudian uangnya akan dimasukakn kedalam kas daerah.

Namun meski begitu Walikota menghimabau kepada seluruh, media ataupun intansi yang terkait agar bijaksana, dalam menyingkapi sudut pandang kasus adanya sejumlah guru yang telah melakukan kecurangan. Dengan pertimbangan moral dan beban yang dipanggul oleh guru, sebagi pengajar yang dianggap tidak banyak mempunyai waktu diluar tugasnya sehari-harinya. Sehingga Walikota sedikit memberikan despenisasi, terkait kasus yang menimpa sejumlah guru akhir-akhir ini.

Disela-sela acara Program prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dikantor lurah Sekib Senin (08/02) Walikota Herman Abdullah, kepada wartawan, mengatakan, “ Kita harapkan semua pihak agar tidak terlalu membesar-besarkan adanya kasus terkait guru joki ini, kita yakin kalua guru sendiri sebenarnya tidak mengingkan hal ini terjadi, saya kira masalahnya hanya terletak pada kurangnya waktu guru untuk membuat karya ilmiyah yang harus dipenuhi, dengan padatnya jadwal mengajar guru. “ ungkapnya.

Lebih lajut lagi Walikota menghimbau agar para guru yang terkait masalah tersebut, bisa mengambil pelajaran, agar tidak terulang kembali kasus serupa dimasa mendatang. Bahkan Walikota juga mengharapkan agar para guru yang terkena kasus diatas, unuk tenang, tidak perlu panik ataupun cemas, saat di singgung terkait sanksi kepada para oknum guru curang, Walikota menjelaskan, “ Kita akan minta kepada para guru yang bersangkuatan untuk mengembalikan uang sesuai gaji ataupun tunjangan pangkat IV b dan mengembalikan pangkat guru itu ke pengkat semula (IV a). jelasnya.***(yunk)




Berita Sosial lainnya ..........
- Siswa SMA Plus Mewakili Indonesia Ikuti Olimpiade Biologi di Beijing


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 38.107.191.89
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com