Untitled Document
Kamis, 13 Rajab 1434 H |
Home > Pendidikan>>

Berita Terhangat...
Kamis, 23 Mei 2013 20:59
Sidang Pemukulan Guru,
Said Nurjaya Bantah Mukul, Hanya Meraba Pipi


Kamis, 23 Mei 2013 19:38
Kemenag Kampar Taja Berbagai Lomba Sempena Hardiknas

Kamis, 23 Mei 2013 19:36
Penerimaan Siswa Baru,
Kemenag Inhu Himbau Calon Murid Pandau Baca Al-Qur'an Diprioritaskan


Kamis, 23 Mei 2013 19:35
1.892 Warga Riau Terinfeksi HIV/AIDS

Kamis, 23 Mei 2013 19:31
Nyaris 100 Persen Peserta UN SMA Sederajat di Riau Lulus

Kamis, 23 Mei 2013 18:06
58 Atlet Kampar Dilepas Istri Bupati Ikuti Kejurda Karate Riau

Kamis, 23 Mei 2013 17:53
Seorang Tersangka Ilog Diamankan Polair Mabes Polri di Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Juli 2012 16:27
Tuntu Pendidikan Gratis,
Mahasiswa Demo di Kantor Dispora Kampar


Belasan mahasiswa berdemo di Kantor Dispora Kampar. Mereka menuntut pemerintah setempat membebaskan biaya pendidikan hingga perguruan tinggi.

Riauterkini-BANGKINANG- Belasan mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) melakukan aski demi di kantor Dispora Kabupaten Kampar Kampar. Mereka menuntut agar biaya pendidikan dibebaskan hingga perguruan tinggi.

Aksi demo pada Selasa (10/7/12) itu sempat terjadi saling dorong, karena para pendemo berusaha untuk masuk ke Kantor Dispora Kampar berniat menjumpai Kadispora Kampar namun berhasil dihalangi anggota Satpol PP.

Dalam orasinya Rian selaku korlap aksi menyatakan bahwa saat ini pendidikan bukan lagi merupakan kegiatan kebudayaan untuk memanusia kan manusia akan tetapi telah berubah menjadi kegiatan industri atau komoditas ekomnomi,’’ Biaya untuk masuk sekolah saja saat ini semakin tinggi dan besar, tanpa uang tidak mungkin seorang anak miskin bisa menikmati pendidikan,’’ ungkap Rian.

‘’ Untuk itu kami minta Kadispora Kampar meringkan biaya pendidikan dan bebaskan biaya pendidikan sampai perguruan tinggi, apalagi dari data yang kami dapatkan untuk masuk sekolah harus membayar uang sebesar Rp 1 juta, ’’ teriak Rian lagi dengan menggunakan pengeras suara.


Mendegar kalimat tersebut para pendemo ini tidak pecaya begitu saja dan terus melakukan orasi dan mendesak agar Kadispora Kampar menemui dan menerima aspirasi mereka.

Kemudian salah seorang staf Dispora Kampar Sofian berusaha menghubungi Kadispora Kampar Jawahir melalui HP. Melalui HP sempat terjadi percakapan antara para mahasiswa dan Kadispora Kampar Jahawir. Dan Jawahir menyatakan bahwa ia segera menindak lanjuti asprirasi para pendemo tersebut,’’ Saat ini saya tengah berada di luar kota hari Jumat saya baru masuk kantor silahkan tinggalkan aspirasi dan tuntutan tersebut dan saya akan segera menindak lanjutinya,’’ ujar Kadispora Kampar Jahawir melalui HP yang disambungkan melalui pengeras suara.

Mendengar pernyataan tersebut para pendemo ini menerima dan menyatakan bahwa apabila masalah ini tidak terealisasi dalam dekat, mereka mengancam akan datang dengan jumlah yang lebih besar. Kemudian para pendemo ini membubarkan diri.***(man)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
mantimun bungkuok
mahasiswa percuma kalian membuang energi, lebih baik pegawai disdikpora kalian interviu, apakah betul bisa tak pakai duit, karena menjadi pejabat dikampar saja dah pakai duit, coba siapa yang tak pakai duit, maka mereka sekarang pejabat mencari duit pengganti yang hilang dahuluuuuuuuuuuuuuuuuu.......

anak jati kampar
Untuk masuk sma 2 bkn 5 jt, smk 1 bkn 5 juta yang kaya itu kepala sekolah semua pakai mobil avanza dan mewah coba liat aja


Berita Sosial lainnya ..........
- Siswa SMA Plus Mewakili Indonesia Ikuti Olimpiade Biologi di Beijing


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 72.44.48.122
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com