Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 27 Mei 2017 19:46
Diduga Curi Motor Tetangga, Dua Warga Kabun Diciduk Polisi dari Rumahnya

Sabtu, 27 Mei 2017 17:41
Seorang Mantan Anggota Polri Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Tapung

Sabtu, 27 Mei 2017 17:35
4 Kawanan Maling Motor di 12 Masjid Ditangkap Polsek Bukitraya

Sabtu, 27 Mei 2017 17:00
RSUD Mandau Tegaskan Anak Hasil Persalinan tak Ditanggung BPJS

Sabtu, 27 Mei 2017 16:56
Bupati Ajak Alumni Universitas Riau Bersama Membangun Inhil

Sabtu, 27 Mei 2017 16:54
Plt Kepala Bapepeda Kuansing Tutup Usia di RS Awal Bros

Sabtu, 27 Mei 2017 13:50
Komisi I DPRD Inhil Tinjau Lahan Sengketa di Kecamatan Kemuning

Sabtu, 27 Mei 2017 08:02
Awali Tarawih di Masjid Raya An-Nur, Gubri Ajak Hidupkan Keindahan Ramadhan

Sabtu, 27 Mei 2017 08:00
Polres Kampar Kerahkan 140 Personil Jaga Tradisi Balmau Kasai

Sabtu, 27 Mei 2017 07:58
Ketua PP Perbasi Beri Coathing Clinic pada Para Atlit Basket Kampar

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 12 Januari 2017 18:07
Marak Anak Ngelem, DPRD Inhil Bentuk Tim Terpadu untuk Pengawasan

Maraknya ngelem dikalangan anak-anak di Inhil menjadi perhatian serius kalangan dewan. Bersama stakehokder terkait dibentuk tim terpadu yang melakukan pengawasan.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Permasalahan maraknya ngelem di kalangan anak-anak harus ditangani secara komprehensif dan terpadu oleh seluruh pihak terkait. Harus dibentuk tim khusus yang menanganinya.

Hal ini disepakati dalam hearing Komisi I DPRD Inhil yang dipimpin Ketua Komisi Yusuf Said didampingi anggota Padli H Sofyan dengan stakeholder terkait, diantaranya hadir Waka Polres Inhil Kompol Azwar, Pasi Intel Kodim 0314 Inhil Justin, Sekretaris Dinas Kesehatan Ridwan, Sekretaris Dinas Pendidikan M Hatta, serta perwakilan Dinas Sosial, Bappeda, Bagian Hukum.

Dalam hearing ini hadir juga perwakilan organisasi masyarakat, yakni Maryanto SH dari Komunitas Peduli Anak (KOMPAK) dan Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Inhil.

"Kita sepakati dibentuk tim terpadu yang akan melakukan penanganan secara komprehensif terhadap anak-anak yang terlibat penyalahgunaan lem," ungkap Ketua Komisi I Yusuf Said.

Mulai tahun ini, para pecandu lem ini akan ditangani oleh tim ini dengan melibatkan tenaga kesehatan, pembimbing rohani, fisik dan aktifitas lainnya yang bermanfaat dalam penanganan anak-anak ini.

"Kami akan bantu mengawal terealisasinya kerja tim ini pada tahun ini. Sehingga penanganan anak-anak ini dapat dilakukan secara baik," tegas Yusuf Said.

Pembentukan tim ini dilandasi sudah makin mengkhawatirkan bahaya penyalahgunaan lem dan hal negatif lainnya di kalangan anak-anak di Inhil.

Semua pihak yang hadir saat itu memaparkan tentang fenomena dan bahaya yang saat ini dihadapi anak-anak ini. Mulai dari maraknya anak-anak yang ngelem sampai jatuhnya korban diduga kuat karena efek ngelem.

Keterangan photo : Ketua Komisi I DPRD Inhil Yusuf Said saat memimpin hearing.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Politik lainnya..........
- Bupati Bengkalis Mutasi 51 Pejabat Administrator dan Pengawas
- Diundang Acara Adat Kampa, Syamsuar Janji Amanah jika Dipercaya Pimpin Riau
- Ikuti Pembekalan Kepala Daerah BPSDM,
Wawako Dumai Protes Ketiadak-adilan Pusat di Hadapan Mendagri

- Tagih Defenitifkan Kades Sungai Ara,
Warga Minta Pemda Komit dengan Keputusan Bupati No 169 Tahun 2017

- Tak Mau Buat Resah, Gubri Enggan Bahas Pelantikan Pejabat
- Gubri Resmikan Listrik Masuk Desa di Minas Barat, Siak
- Agus Triansyah, Anggota DPRD Riau Minta Masyarakat Inhil Optimalkan Hasil Pembangunan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.47.168
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com