Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Pebruari 2017 22:25
Suparman Divonis Bebas, KPK Kecewa dan Ajukan Banding

Kamis, 23 Pebruari 2017 22:13
3 Kali Menjambret, Dua ABG di Meranti ini 'Digelandang' Polisi

Kamis, 23 Pebruari 2017 21:27
Jual Sabu ke Petani, Anggota Polsek Tambusai Rohul Ditangkap Komandannya

Kamis, 23 Pebruari 2017 20:41
Gubri Serahkan 146 Rumah di UPT Tanjung Tiram, Inhil

Kamis, 23 Pebruari 2017 20:28
Polsek Kerinci Kanan, Pelalawan Bongkar Penampungan Satwa Liar

Kamis, 23 Pebruari 2017 20:20
Pedagang Desak Distanak Sebutkan Pedagang Bakso Babi

Kamis, 23 Pebruari 2017 19:17
Seorang Warga Tanah Merah, Inhil Ditusuk dengan Badik

Kamis, 23 Pebruari 2017 19:01
Kejagung RI Segera Bentuk Tim Saber Pungli di Riau

Kamis, 23 Pebruari 2017 18:55
Sesjamwas Kejagung RI Kunker ke Kejari Siak

Kamis, 23 Pebruari 2017 18:50
Satgas Saber Pungli Tangkap Tangan Honorer Dishub Inhu

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 12 Januari 2017 18:07
Marak Anak Ngelem, DPRD Inhil Bentuk Tim Terpadu untuk Pengawasan

Maraknya ngelem dikalangan anak-anak di Inhil menjadi perhatian serius kalangan dewan. Bersama stakehokder terkait dibentuk tim terpadu yang melakukan pengawasan.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Permasalahan maraknya ngelem di kalangan anak-anak harus ditangani secara komprehensif dan terpadu oleh seluruh pihak terkait. Harus dibentuk tim khusus yang menanganinya.

Hal ini disepakati dalam hearing Komisi I DPRD Inhil yang dipimpin Ketua Komisi Yusuf Said didampingi anggota Padli H Sofyan dengan stakeholder terkait, diantaranya hadir Waka Polres Inhil Kompol Azwar, Pasi Intel Kodim 0314 Inhil Justin, Sekretaris Dinas Kesehatan Ridwan, Sekretaris Dinas Pendidikan M Hatta, serta perwakilan Dinas Sosial, Bappeda, Bagian Hukum.

Dalam hearing ini hadir juga perwakilan organisasi masyarakat, yakni Maryanto SH dari Komunitas Peduli Anak (KOMPAK) dan Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Inhil.

"Kita sepakati dibentuk tim terpadu yang akan melakukan penanganan secara komprehensif terhadap anak-anak yang terlibat penyalahgunaan lem," ungkap Ketua Komisi I Yusuf Said.

Mulai tahun ini, para pecandu lem ini akan ditangani oleh tim ini dengan melibatkan tenaga kesehatan, pembimbing rohani, fisik dan aktifitas lainnya yang bermanfaat dalam penanganan anak-anak ini.

"Kami akan bantu mengawal terealisasinya kerja tim ini pada tahun ini. Sehingga penanganan anak-anak ini dapat dilakukan secara baik," tegas Yusuf Said.

Pembentukan tim ini dilandasi sudah makin mengkhawatirkan bahaya penyalahgunaan lem dan hal negatif lainnya di kalangan anak-anak di Inhil.

Semua pihak yang hadir saat itu memaparkan tentang fenomena dan bahaya yang saat ini dihadapi anak-anak ini. Mulai dari maraknya anak-anak yang ngelem sampai jatuhnya korban diduga kuat karena efek ngelem.

Keterangan photo : Ketua Komisi I DPRD Inhil Yusuf Said saat memimpin hearing.





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Pleno KPU Berjalan Aman,
Paslon 3 Aziz-Catur Raih Suara Terbanyak Pilkada Kampar

- Suparman Sindir Musuhnya Tak Sabar Ingin Jadi Bupati
- Gubri Enggan Komentari Putusan Bebas Suparman
- Suparman Divonis Bebas, Plt Bupati Rohul Ajak Bangun Rohul Kembali
- Hadapi Pilkada Inhil, PKS Riau Mulai Petakan Kesiapan
- Komisi III DPRD Inhil Dapati Limbah dari PT Putra Kerintang Cemari Sungai
- PKS Syukuri Kemenangan Firdaus-Ayat di Pilkada Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.75.133
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com