Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 28 April 2017 08:23
Kepala ULP Pemprov Riau Bantah Tudingan Keluarga Gubri Pungli Proyek

Jum’at, 28 April 2017 08:22
Bank Riau Kepri Serahkan CSR 6 RKB dan 10 Hektar Tambak di Kabupaten Lingga, Kepri

Jum’at, 28 April 2017 07:48
Tak Sampai Dua Jam, Dua Pedagang Ganja dan Sabu Ditangkap Polisi di Inhil

Jum’at, 28 April 2017 07:46
Ditlantas Polda Riau Gandeng UMRI Seminarkan Keselamatan Lalu-lintas

Kamis, 27 April 2017 22:32
Transaksi Sabu di Rohul, Warga Padang Lawas Sumut Ditangkap Polisi

Kamis, 27 April 2017 22:20
Hingga Juli, NAM Air Hadirkan Promo Spesial

Kamis, 27 April 2017 21:58
Nakhodai PGRI Rohul, Adolf Bastian Upayakan Sejahterakan Nasib Guru

Kamis, 27 April 2017 21:50
Bupati Meranti 'Beri' Uang Rp 2 Miliar dan 5 Unit Ambulance kepada Baznas

Kamis, 27 April 2017 21:10
Bupati Siak Syamsuar Menerima Gelar Kanjeng Raden Tumenggung

Kamis, 27 April 2017 21:00
Walikota Dumai Ajak Wujudkan Kota Pintar, Makmur dan Madani

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 20 April 2017 11:27
Foto Surat Beredar di Medsos,
BK DPRD Riau Mengaku Belum Terima Laporan Soal Yusuf Sikumbang


Meskipun foto surat pengaduan sudah beredar di media sosial, namun Badan Kehormatan DPRD Riau justru mengaku belum menerima pengaduan terkait dugaan penganiayaan oleh Yusuf Sikumbang.

Riauterkini-PEKANBARU- Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau akui belum menerima laporan tentang dugaan pemukulan yang dilakukan Yusuf Sikumbang, anggota DPRD Riau terhadap Abdul Gafar dan Rico Alviano. Meskipun poto dari surat laporan dari kuasa hukum keduanya, beredar.

"Kita belum terima laporan dari Abdul Gafar dan Rico Alviano maupun kuasa hukumnya. Mungkin surat laporan yang disampaikan itu, masih di pimpinan dewan," kata Taufik Arrakhman, Ketua BK kepada riauterkinicom, Kamis (20/04/17).

Jika surat laporan tersebut sampai ke BK, maka pihaknya akan melakukan rapat internal guna menindaklanjuti surat laporan tersebut. Nantinya, tidak tertutup kemungkinan, BK akan memanggil pelapor dan terlapor.

"Pihak pelapor dan terlapor tentu akan kita panggil nantinya. Setelah itu, kita akan lihat pelanggaran etikanya seperti apa, memenuhi untuk dilanjuti atau tidak," ungkapnya.

Lebih lanjut anggota Komisi A DPRD Riau ini mengatakan, ada tiga kategori sanksi yang dijatuhkan oleh BK kepada anggota dewan yang terbukti melanggar etika. Yakni, Sanski ringan, sedang dan berat.

"BK dalam memutuskan suatu persoalan tidak mau dengan cara tergesa-gesa. Kita tidak ingin menimbulkan kesan tidak adil dalam memutuskan suatu persoalan," tutup politisi Gerindra ini.

Sebelumnya, beredar poto surat laporan dari kuasa hukum Abdul Gafar dan Rico Alviano tentang laporannya ke BK atas dugaan penganiayaan yang dilakukan Yusuf Sikumbang. Kuasa hukum kedua korban yakni, Zulkifli SH dan Rusniati SH, MH.

Dalam surat tersebut menjelaskan perihal laporan pengaduan/meminta keadilan Yang ditujukan kepada ketua DPRD Riau Cq BK DPRD Riau dengan nomor surat 003/S-P/LF-Z&R/IV/2017. ***(ary)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Pengaktifan Wagubri, Dirjen Otda Belum Terima Hasil Paripurna DPRD
- Usaha Pansus RTRW Riau Didukung Kementerian Perekonomian
- Bupati Harris Ikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintah dalam Negeri
- Semenanjung Korea Memanas,
Panglima TNI Siapkan Lanud RSN Atasi Ancaman Asing

- Terpilih Sebagai Wagubri,
Wan Thamrin Hasyim Diharapkan Bisa Atasi Sering Diundurnya Paripurna

- Kisruh Koperasi BBDM, Oknum Dewan Bengkalis Diminta Netral
- Sosialisasi Pembatasan BBM Bersubsidi oleh Pemerintah Dianggap Belum Maksimal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.72.117
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com