Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 15 Desember 2017 13:56
Terdakwa Korupsi Dana Anggaran Bappeda Rohil Minta Keringanan Hukuman, JPU Tetap Pada Dakwaan

Jum’at, 15 Desember 2017 13:26
2017 Terjadi 436 Lakalantas Kendaraan Barang,
Hino Dutro Gelar Safety Driving Competition


Jum’at, 15 Desember 2017 13:23
Polsek Kateman Tangkap Terduga Pelaku Perampokan

Jum’at, 15 Desember 2017 13:20
Gantikan Setya Novanto,
Golkar Riau Harapkan Airlangga Hartarto Dikukuhkan sebagai Ketum Baru Jelang Munaslub


Jum’at, 15 Desember 2017 13:00
Demi Kepastian Hukum,
RAPP Ajukan Permohonan Pembatalan SK 5322 ke PTUN


Jum’at, 15 Desember 2017 12:14
Mayat Dalam.Sumur Ditemukan Warga Hendak Wudhu di Duri

Jum’at, 15 Desember 2017 11:02
6 Kades di Gaung Dilantik, Bupati Inhil Pesan Memimpin Sesuai Ketentuan

Jum’at, 15 Desember 2017 08:33
Innalillahi Wainnalillahi Rojiun, Ayah Bupati Rohul Suparman Wafat

Jum’at, 15 Desember 2017 06:18
Gubri Yakin Sagu Bisa Dijadikan Alternatif Pangan, Solusi Alih Fungsi Lahan

Jum’at, 15 Desember 2017 06:07
Kebut Kerja Akhir Tahun, DPRD Riau Sahkan 4 Perda

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Jum’at, 16 Juni 2017 15:08
Dewan Minta Pemprov Riau Bangun Pusat Pengelolaan Limbah

Anggota DPRD Riau sebut hingga kini Pemprov belum memiliki pengelollan limbah yang baik. Komisi D mendorong pemerintah untuk membangunun pengelollan yang diharapkan juga dapat meningkatkan PAD.

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi D DPRD Riau mendorong pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk dapat membangun pengolahan limbah dengan baik. Jika limbah dikelola dengan baik, maka akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau.

"Anggaran untuk pembangunan sarana instalasi pengelohan limbah cukup besar. Jika dilihat jangka panjang, maka banyak dampak positif yang dihasilkan," kata Hardianto, Ketua Komisi D kepada wartawan, Jumat (16/06/17).

Selain pembangunan instalasi pengolahan limbah, di situ juga bisa dibangun laboratorium untuk penelitian lingkungan. Sebagai mitra kerja Dinas LHK Riau, ia sudah menyampaikannya dan masih butuh pembahasan lebih lanjut.

Berbagai kendala tentunya bakal ditemui saat melakukan pembangunan yang dimaksud, seperti sulitnya mencari lahan. Namun menurutnya, hal itu bisa diatasi, apalagi lahan milik Pemprov Riau banyak yang tidak digunakan.

"Tidak masalah lokasinya tidak didekat kota, di kabupaten dengan jarak tempuh satu jam juga tidak masalah. Yang penting lahannya tidak beli, kan aset Pemprov banyak. Jadi bisa menghemat anggaran untuk pembelian lahan," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk studi kelayakan dari pembangunan tersebut, bisa dianggarkan dalam APBD Perubahan 2017. Jika tidak memungkinkan, maka bisa dianggarkan di APBD Murni 2018, termasuk Detail Engineering Design (DED) nya.

"Meskipun program ini ada di Dinas LHK, namun untuk pembangunan fisiknya akan dilaksanakan dinas PUPR. Untuk itu kami akan lakukan pertemuan lagi dengan pihak Dinas LHK dan PUPR untuk pembahasan lebih lanjut," tutupnya. ***(ary)



Berita Politik lainnya..........
- Gantikan Setya Novanto,
Golkar Riau Harapkan Airlangga Hartarto Dikukuhkan sebagai Ketum Baru Jelang Munaslub

- Kebut Kerja Akhir Tahun, DPRD Riau Sahkan 4 Perda
- Reses di Mandau, Syaiful Ardi Beri Bantuan dan Janjikan Sejumlah Insfrastruktur
- Tak Kunjung Disahkan, Dewan Sebut Menteri Siti Nurbaya Sengaja Memperlambat RTRW Riau
- Jelang Pilgubri,
Demokrat Riau akan Umumkan Jagoannya Dua Hari Lagi

- Batas Wilayah Tiga Daerah di Riau Akhirnya Tuntas Dibahas
- Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba,
DPRD Riau Hearig Bersama Pengelolah Hiburan Malam di Pekanbaru

- Ketua DPRD Inhu Bantah RAPBD 2018 Tidak Dibahas
- Dugaan Pencemaran Limbah di Blok Rokan dan Minas,
Dewan Minta PPNS LHK Riau Cek Lapangan

- Para Ahli Sebut Pembatalan RKU PT. RAPP Hambat Investasi
- Majelis Tinggi Partai Demokrat Belum Putuskan Paslon Gubernur Riau
- Pemkab Meranti Tak Anggarkan Gaji Guru Madrasah
- Pilgubri 2018, Bupati Harris Siarkan Survei Tertinggi Versi LSI
- Rp500 Ribu Per Siswa, Dewan Anggarkan BOSDA dalam APBD Riau 2018
- Buntut Penolakan Ustadz Abdul Somad,
Legislator Riau Lukman Edy Laporkan Senator Asal Bali

- Komisi V DPRD Riau Usulkan Standarisasi Honor Guru Bantu SMA se-Derajat
- Legislator Pelalawan Ini Minta Pengelolaan Air Bersih Dialihkan ke Swasta
- Temuan DPRD, PDAM Pelalawan Distribusikan Air Sungai Kampar Tanpa Diolah
- PT ADEI tak Hadiri Hearing dengan DPRD Pelalawan
- Tak Quorum, DPRD Riau Gagal Gelar Sidang Paripurna


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.61.66
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com