Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 September 2017 17:35
Seorang Nenek di Pekanbaru Dititipi Pria Misterius Tas Berisi Pistol dan Peluru

Kamis, 21 September 2017 16:15
Asisten III Setda Inhil Hadiri Paripurna Pengesahan Perubahan RPJMD 2013-2018

Kamis, 21 September 2017 15:58
Terlibat Pencurian, Polres Dumai Segel Penampungan Limbah B3

Kamis, 21 September 2017 15:54
Perkara Human Trafficking,
Jaksa Kejari Dumai Kasasi Terhadap Vonis Bebas Tiga Pelaku


Kamis, 21 September 2017 13:50
Diduga Pasangan Mesum di Duri Dihakimi Massa

Kamis, 21 September 2017 13:06
Sat Narkoba Polres Inhil dan Polsek Mandah Tangkap Dua Penjual Sabu

Kamis, 21 September 2017 11:35
Pemuda Pancasila Bengkalis Dzikir Akbar Tahun Baru Hijriyah di Duri

Kamis, 21 September 2017 10:03
Dishub Sebut Malaysia Serius Lanjutkan Join Roro Dumai-Melaka

Rabu, 20 September 2017 20:50
Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa


Rabu, 20 September 2017 20:44
Tahun Baru 1439 Hijriah,
Bupati Ajak Kaum Muslimin Muhasabah Diri dan Berbuat Lebih Baik


 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 17 Juli 2017 19:47
Kunjungi DPRD, Peserta Lemhanas Tanyakan Radikalisme di Riau

Sebanyak 20 peserta Lemhanas lakukan kunjungan ke kantor DPRD Riau. Sejumlah cara penanganan permasalahan daerah termasuk penanganan radikalisme menjadi pertanyaan mereka.

Riauterkini-PEKANBARU- Puluhan peserta dari Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) kunjungi Gedung DPRD Riau. Para peserta mempertanyakan tentang radikalisme yang ada di Riau.

"Tadi mereka bertanya, bagaimana penanganan radikalisme di Riau. Saya jawab, perhatian pemerintah pusat masih kurang terhadap penanganan radikalisme di Riau," kata Sugianto, anggota DPRD Riau dari PKB usai pertemuan dengan peserta Lemhanas, Senin (17/07/17).

Anggota Komisi B ini menyebut, Provinsi Riau sangat rentan terhadap radikalisme. Apalagi, Provinsi Riau berbatasan dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan juga berbatasan dengan provinsi tetangga.

"Kita tidak punya kewenangan dalam hal pencegahan, itu kewenangan pusat. Kalau tidak ada proteksi dini, maka ini sangat membahayakan masyarakat Riau, apalagi radikalisme itu sendiri tidak memandang siapapun," ungkapnya.

Lebih lanjut, sebagai wakil rakyat, ia berharap persoalan minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap radikalisme ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi para peserta untuk disampaikan ke pemerintah pusat nantinya.

Selain itu, peserta juga mempertanyakan perkembangan Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau. Ia menjawab jika sampai saat ini, Panitia Khusus atau Pansus Raperda RTRW Riau sedang bekerja.

"Pesertanya tadi sekitar 20 orang. Ada juga dari Zimbabwe dan Thailand," ujarnya. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
angeltan
Ayo Segera Bergabung Bersama KamiBandar Sabung Ayam Online Terbesar Di indonesiaDapatkan Promo Terbaik Hanya DisiniLivechat : www(titik)bolavita(titik)co / www(titik)ayamjago(titik)netBBM : D8C363CA (NEW) / BBM : BOLAVITA

saniabolavita
PROMO MERDEKA DI BULAN AGUSTUS 2017 Bonus Freebets dari tanggal 16 - 18 Agustus 2017 BONUS 100rb untuk anda DAPATKAN SEKARANG JUGA BBM : D8C363CA WA : 0813-7705-5002

riau merdeka
hasil riau pandai kalian makan.rakyat riau menderita.mana hati kalian.wajar kami brontak


loading...

Berita Politik lainnya..........
- Diwarnai Skorsing dan Aksi Protes,
Sidang Paripurna DPRD Riau Pengesahan RTRW Diundur Lagi

- Tinjau Kesiapan SDM Riau, Balon Gubri Achmad Kunjungi Unilak
- Tak Perlu Ikut Pilgubri, Sebagian Warga Minta Fidaus Fokus Urus Pekanbaru
- Surati Bupati, DPRD Desak Kinerja Disdik Dievaluasi
- DPW PAN Riau Bakal Gelar Nobar Film G30S/PKI Dapat Doorprize
- Alat Kelengkapan Berubah, Tiga Komisi di DPRD Bengkalis Berganti Ketua
- Sudah Disurati, Sejumlah Anggota DPRD Pekanbaru Belum Kembalikan Mobnas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.69.204
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com