Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Nopember 2017 17:22
180 Peserta Ikuti workshop Desain Kreasi Pakaian Tradisional

Ahad, 19 Nopember 2017 16:15
Dilepas Gubri, Jamaah Majelis Taqlim Antusias Kunjungi Islamic Center Rohul

Ahad, 19 Nopember 2017 12:38
Tolong Korban Kecelakaan Tunggal, Anggota DPRD Riau Rela Berlumur Darah

Ahad, 19 Nopember 2017 09:40
Respon Putusan Bawaslu, KPU Terima Pendaftaran 9 Parpol

Ahad, 19 Nopember 2017 09:24
2.400 Pelari Ramaikan Foam Run Telkomsel Di Kota Pekanbaru

Ahad, 19 Nopember 2017 05:17
HGN 2017, Bupati Inhil Tegaskan Peran Guru Mencerdaskan Anak Bangsa

Sabtu, 18 Nopember 2017 17:38
MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat

Sabtu, 18 Nopember 2017 16:52
Dishub Dumai Segera Tertibkan Travel Ilegal

Sabtu, 18 Nopember 2017 15:03
Diduga Frustasi dengan Penyakitnya,
Seorang Bapak di Gunung Toar Nekad Gantung Diri


Sabtu, 18 Nopember 2017 13:32
1x24 Jam Napi Bandar Narkoba Malaysia Kabur,
Tiga Petugas Kemenkum HAM Lakukan Pemeriksaan 4 Petugas Lapas Bengkalis


 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Selasa, 22 Agustus 2017 19:12
Harus Bijak Menggunakan Medsos,
Kemenko PMK Tanamkan Revolusi Mental kepada Puluhan Pelajar di Riau


Salah satu wujud revolusi mental yang disosialisasikan pemerintah adalah bijak bermedia sosial. Hal itu disampaikan kepada puluhan pelajar dan netizen di 34 provinsi, termasuk Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Maraknya penggunaan media sosial (medsos) di kalangan masyarakat, termasuk pelajar di Indonesia ternyata menjadi satu perhatian serius bagi pemerintah pusat agar pemakaian medsos di era globalisasi saat ini tidak disalahgunakan untuk konten-konten yang bersifat ujaran kebencian (hate speech), suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), pornografi, ataupun hal-hal berbau negatif lainnya.

Upaya itupun digencarkan oleh pemerintah dengan menanamkan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui medsos yang diikuti oleh puluhan pelajar serta netizen di 34 provinsi se Indonesia. Di Riau sendiri, GNRM itu diikuti pula oleh para puluhan pelajar yang berasal dari 4 kabupaten/kota, yakni Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak, Selasa (22/08/17).

"Sebelum ke Riau, kita sudah lebih dulu berkunjung ke beberapa provinsi lain untuk mensosialisasikan kegiatan yang sama, berdasarkan instruksi Presiden No 12 Tahun 2016. Dengan sosialisasi inilah, kita ingin semua masyarakat bisa merefresh diri, memperbaiki mental bangsa dan memahami karakter bangsa sesuai tiga nilai-nilai revolusi mental yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong," ujar Kabid Pengelolaan Sumber Daya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Melkianus Kebos usai membuka sosialisasi gerakan revolusi mental tersebut di Hotel Aryaduta Pekanbaru.

Disela kesempatannya, pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur itu pun berpesan supaya masyarakat dapat bijak dalam menggunakan medsos dan tidak melakukan praktek-praktek pemakaian konten yang sifatnya negatif. Lalu, tidak sembarangan mengupload foto atau memposting informasi yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Gunakanlah (medsos) dengan bijak. Kalau mau memposting foto dan menyampaikan informasi sebaiknya yang positif saja. Jangan memposting keburukan orang lain, jangan menghina, menghujat dan menyampaikan hate speech karena kalau di medsos itu bisa dibaca banyak orang. Informasi di medsos cepat menyebar luas, jadi harus dipikirkan dampaknya," sebutnya.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Riau, Ahyu Suhendra menyampaikan bahwa pendidikan karakter melalui gerakan revolusi mental memang sangat perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Apalagi pelajar merupakan sasaran yang rentan terhadap pengaruh negatif dari penggunaan medsos.

"Dengan GNRM ini kita ingin menggali potensi mereka agar lebih cerdas menyikapi setiap informasi dari medsos dan selalu bersikap sopan santun jika berinteraksi dengan medsos tersebut. Kita juga ingin para pelajar memahami betapa pentingnya persatuan melalui medsos," singkatnya.***(gas)



loading...

Berita Politik lainnya..........
- Respon Putusan Bawaslu, KPU Terima Pendaftaran 9 Parpol
- Sukseskan UMBK, Disdik Riau Ajukan Rp125 Miliar ke Komisi V DPRD Riau
- Anggota DPR RI Idris Laena Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Pelalawan
- Bawaslu RI Gelar Sosialisasi Pilgubri
- Dua Desa di Inhu Terancam Tak Ikut Pilkades Serentak
- Mendagri Sebut Penyerapan Anggaran Daerah Banyak yang tak Fokus
- Razia KTP, Tim Yustisi Pekanbaru Berhasil Jaring 69 Warga 
- Syarat Embarkasi Haji Antara, DPRD Riau Gesa Pengerjaan Ranperda Transportasi Haji Daerah
- 2018, Pemprov Ajukan Rp170 Miliar Bangun Gedung Mapolda Riau
- Cak Imin Terharu Disebut "Next" Wapres
- Sebut Program RAPBD 2018 Tidak Punya Gebrakan,
Masnur Sesalkan Pernyataan Koleganya Muhammad Adil

- Komisi I DPRD Riau Lakukan Observasi ke Balai Besar Rehabilitasi Milik BNN
- Wakil Rakyat Sebut Banyak Program di RAPBD Riau 2018 Tak Punya Gebrakan
- Tindaklanjuti Aspirasi Pekerja RAPP, Dua Waka DPRD Riau Datangi Kementerian LHK
- Cak Imin Nobatkan LE-Asri Auzar "Next" Gubernur dan Wagub Riau"
- Dewan Kuansing Menilai Pemerintah MH Tidak Serius Kelola Pariwisata
- Harus Menunggu Berjam-jam, Sejumlah Tamu Bupati Kuansing Mengeluh ke Dewan
- Hadapi 4 Event Pesta Demokrasi, DPW PKB Riau Gelar Mukerwill
- 2018, Belanja Pemkab Bengkalis Bakal Sentuh Rp3,62 T
- 28 Pejabat di Dinas PUPR Ingin Mundur,
Dewan Ingatkan Bekerja Tetap dalam Koridor Hukum



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.108.19
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com