Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Januari 2018 21:52
Zulaikha Wardan Lantik PAC dan Ranting Muslimat NU Tempuling

Rabu, 17 Januari 2018 21:30
Pilgubri 2018, PBB Nyatakan Dukung Firdaus-Rusli Maju Riau Satu

Rabu, 17 Januari 2018 20:39
Sertijab Eselon III dan IV,
Kadisdik Riau Ingatkan Pegawai Segera Beradaptasi dan Koordinasi


Rabu, 17 Januari 2018 20:35
Korupsi Dana Anggaran, Mantan Kepala Bappeda Rohil Dihukum 2 Tahun

Rabu, 17 Januari 2018 20:31
Listrik di Rohul Padam Sejak Tengah Hari, Penjelasan Manager PLN Pasirpangaraian

Rabu, 17 Januari 2018 19:27
Pileg 2019, Bulan Depan Demokrat Riau Buka Pendaftaran Baleg

Rabu, 17 Januari 2018 19:11
Gagal Kabur, Dua Jambret di Pekanbaru ini Lebam Diamuk Massa

Rabu, 17 Januari 2018 19:02
Disdukcapil Pekanbaru Cetak 500 e-KTP Sehari

Rabu, 17 Januari 2018 18:57
Menghadapi Pileg 2019, PAN Rohul Mulai Buka Pendaftaran Bacaleg

Rabu, 17 Januari 2018 18:53
Terduga Bandar Sabu di Pelalawan Diketahui Oknum Pegawai Diskominfo

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 22 Agustus 2017 19:12
Harus Bijak Menggunakan Medsos,
Kemenko PMK Tanamkan Revolusi Mental kepada Puluhan Pelajar di Riau


Salah satu wujud revolusi mental yang disosialisasikan pemerintah adalah bijak bermedia sosial. Hal itu disampaikan kepada puluhan pelajar dan netizen di 34 provinsi, termasuk Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Maraknya penggunaan media sosial (medsos) di kalangan masyarakat, termasuk pelajar di Indonesia ternyata menjadi satu perhatian serius bagi pemerintah pusat agar pemakaian medsos di era globalisasi saat ini tidak disalahgunakan untuk konten-konten yang bersifat ujaran kebencian (hate speech), suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), pornografi, ataupun hal-hal berbau negatif lainnya.

Upaya itupun digencarkan oleh pemerintah dengan menanamkan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui medsos yang diikuti oleh puluhan pelajar serta netizen di 34 provinsi se Indonesia. Di Riau sendiri, GNRM itu diikuti pula oleh para puluhan pelajar yang berasal dari 4 kabupaten/kota, yakni Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak, Selasa (22/08/17).

"Sebelum ke Riau, kita sudah lebih dulu berkunjung ke beberapa provinsi lain untuk mensosialisasikan kegiatan yang sama, berdasarkan instruksi Presiden No 12 Tahun 2016. Dengan sosialisasi inilah, kita ingin semua masyarakat bisa merefresh diri, memperbaiki mental bangsa dan memahami karakter bangsa sesuai tiga nilai-nilai revolusi mental yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong," ujar Kabid Pengelolaan Sumber Daya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Melkianus Kebos usai membuka sosialisasi gerakan revolusi mental tersebut di Hotel Aryaduta Pekanbaru.

Disela kesempatannya, pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur itu pun berpesan supaya masyarakat dapat bijak dalam menggunakan medsos dan tidak melakukan praktek-praktek pemakaian konten yang sifatnya negatif. Lalu, tidak sembarangan mengupload foto atau memposting informasi yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Gunakanlah (medsos) dengan bijak. Kalau mau memposting foto dan menyampaikan informasi sebaiknya yang positif saja. Jangan memposting keburukan orang lain, jangan menghina, menghujat dan menyampaikan hate speech karena kalau di medsos itu bisa dibaca banyak orang. Informasi di medsos cepat menyebar luas, jadi harus dipikirkan dampaknya," sebutnya.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Riau, Ahyu Suhendra menyampaikan bahwa pendidikan karakter melalui gerakan revolusi mental memang sangat perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Apalagi pelajar merupakan sasaran yang rentan terhadap pengaruh negatif dari penggunaan medsos.

"Dengan GNRM ini kita ingin menggali potensi mereka agar lebih cerdas menyikapi setiap informasi dari medsos dan selalu bersikap sopan santun jika berinteraksi dengan medsos tersebut. Kita juga ingin para pelajar memahami betapa pentingnya persatuan melalui medsos," singkatnya.***(gas)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Pilgubri 2018, PBB Nyatakan Dukung Firdaus-Rusli Maju Riau Satu
- Sertijab Eselon III dan IV,
Kadisdik Riau Ingatkan Pegawai Segera Beradaptasi dan Koordinasi

- Pileg 2019, Bulan Depan Demokrat Riau Buka Pendaftaran Baleg
- Menghadapi Pileg 2019, PAN Rohul Mulai Buka Pendaftaran Bacaleg
- Siap Sukseskan Pilgubri,
72 Anggota PPL se-Pekanbaru Resmi Dilantik

- Maju Pilgubri, Hardianto Siapkan Surat Pengunduran Diri dari Dewan
- Maju di Pilgubri, Surat Cuti Firdaus sebagai Wako Pekanbaru sedang Diproses
- Jelang Pilgubri, Komisi I DPRD Riau Minta ASN Jaga Netralitas di Pilgubri
- Tak Penuhi Panggilan Bawaslu, Ini Alasan Sekda Pekanbaru
- Inspektorat Beberkan 38 Masalah RSUD ke Komisi I DPRD Pelalawan
- Mangkir dari Panggilan Bawaslu, Sekdako Pekanbaru Diduga Mobilisasi ASN Jemput Firdaus Pulang Ambil SK Demokrat dan PPP
- KPU Tegaskan Anggota TNI/Polri tak Bisa Kembali Aktif Setelah Pilkada
- DPRD Riau Upayakan Masyarakat Penghasilan di Bawah Rp3 Juta Punya Rumah
- Legislator Riau Sayed Abubakar Ajak Masyarakat Tidak Beli Beras Impor
- Golkar Pelalawan Bertekad Menangkan Pasangan Andi-Suyatno
- Dewan Desak Kementrian LHK Segera Setujui KLHS RTRW Riau
- Hering DPRD Pelalawan dengan PT Arara Abadi Hanya Berjalan 10 Menitan
- Gubri Optimis Jembatan Siak IV Tuntas Akhir November
- Diusulkan sebagai Bupati Rohul Defenitif, Sukiman Janji Akan Lanjutkan Visi dan Misi
- PD Tuah Sakato Sampaikan ke DPRD Pelalawan TDL Ikut Tarif PLN


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.41.91
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com