Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Ahad, 15 Juli 2018 21:56
Mayat Perempuan dalam Sumur Warga Talikumain, Rohul Bernama Asnawati ‎

Ahad, 15 Juli 2018 18:25
Pelaku Curas di Kuansing Berhasil Diamankan di Lampung

Ahad, 15 Juli 2018 17:14
9 Orang dari 5 Kabupaten Terima Beasiswa Instiper PT RAPP

Ahad, 15 Juli 2018 17:06
Kasus Penyitaan Alat Berat di Pelalawan,
Saksi Ahli Ini Sebut Penyidik Gakkum BPPLHK Tebang Pilih


Ahad, 15 Juli 2018 16:54
Di Dua Lokasi Berbeda, Terjadi Karlahut 23 Hektar di Pelalawan

Ahad, 15 Juli 2018 16:50
Dalam Kondisi Tangan Terborgol,
DPO Kasus Narkoba di Kampar Kabur dan Diduga Nyemplung ke Sungai 


Ahad, 15 Juli 2018 16:42
Halal bi Halal KBB,
Cerita Syamsudin Uti Ikuti Tiga Kali Pilkada Lalu Berujung Kesuksesan


Ahad, 15 Juli 2018 16:35
Doakan Selamat, Bupati Amril Tepung Tawari 230 JCH Bengkalis

Ahad, 15 Juli 2018 15:20
Sejumlah Pejabat Eselon II dan III Pemkab Kuansing Dilantik Dua Pekan Lagi

Ahad, 15 Juli 2018 14:54
Terkuak, Penyitaan Eksavator Milik Warga oleh Gakkum BPPLHK Diduga tak Sesuai SOP

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 22 Agustus 2017 19:12
Harus Bijak Menggunakan Medsos,
Kemenko PMK Tanamkan Revolusi Mental kepada Puluhan Pelajar di Riau


Salah satu wujud revolusi mental yang disosialisasikan pemerintah adalah bijak bermedia sosial. Hal itu disampaikan kepada puluhan pelajar dan netizen di 34 provinsi, termasuk Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Maraknya penggunaan media sosial (medsos) di kalangan masyarakat, termasuk pelajar di Indonesia ternyata menjadi satu perhatian serius bagi pemerintah pusat agar pemakaian medsos di era globalisasi saat ini tidak disalahgunakan untuk konten-konten yang bersifat ujaran kebencian (hate speech), suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), pornografi, ataupun hal-hal berbau negatif lainnya.

Upaya itupun digencarkan oleh pemerintah dengan menanamkan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui medsos yang diikuti oleh puluhan pelajar serta netizen di 34 provinsi se Indonesia. Di Riau sendiri, GNRM itu diikuti pula oleh para puluhan pelajar yang berasal dari 4 kabupaten/kota, yakni Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak, Selasa (22/08/17).

"Sebelum ke Riau, kita sudah lebih dulu berkunjung ke beberapa provinsi lain untuk mensosialisasikan kegiatan yang sama, berdasarkan instruksi Presiden No 12 Tahun 2016. Dengan sosialisasi inilah, kita ingin semua masyarakat bisa merefresh diri, memperbaiki mental bangsa dan memahami karakter bangsa sesuai tiga nilai-nilai revolusi mental yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong," ujar Kabid Pengelolaan Sumber Daya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Melkianus Kebos usai membuka sosialisasi gerakan revolusi mental tersebut di Hotel Aryaduta Pekanbaru.

Disela kesempatannya, pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur itu pun berpesan supaya masyarakat dapat bijak dalam menggunakan medsos dan tidak melakukan praktek-praktek pemakaian konten yang sifatnya negatif. Lalu, tidak sembarangan mengupload foto atau memposting informasi yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Gunakanlah (medsos) dengan bijak. Kalau mau memposting foto dan menyampaikan informasi sebaiknya yang positif saja. Jangan memposting keburukan orang lain, jangan menghina, menghujat dan menyampaikan hate speech karena kalau di medsos itu bisa dibaca banyak orang. Informasi di medsos cepat menyebar luas, jadi harus dipikirkan dampaknya," sebutnya.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Riau, Ahyu Suhendra menyampaikan bahwa pendidikan karakter melalui gerakan revolusi mental memang sangat perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Apalagi pelajar merupakan sasaran yang rentan terhadap pengaruh negatif dari penggunaan medsos.

"Dengan GNRM ini kita ingin menggali potensi mereka agar lebih cerdas menyikapi setiap informasi dari medsos dan selalu bersikap sopan santun jika berinteraksi dengan medsos tersebut. Kita juga ingin para pelajar memahami betapa pentingnya persatuan melalui medsos," singkatnya.***(gas)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Sejumlah Pejabat Eselon II dan III Pemkab Kuansing Dilantik Dua Pekan Lagi
- Di Tengah Protes Fraksi-fraksi,
Ini Penjelasan F-Golkar Atas Keberhasilan Memperjuangkan Pegawai Honorer

- Harap Dukungan,
Wagubri Terpilih Hadiri Silaturahmi Masyarakat Banjar Riau

- Target 6 Kursi, DPD PAN Inhu Daftarkan 40 Bacaleg ke KPU
- Targetkan Kursi Terbanyak,
DPD PKS Rohul Jadi yang Pertama Daftarkan Bacaleg ke Kantor KPU

- Ponpes Hubulwathan Duri Gelar Syukuran Kemenangan Syamsuar-Edy
- Targetkan Kursi Terbanyak, Nasdem Perdana Mendaftar ke KPU Kuansing
- Ketua DPRD Riau Terima Kunjungan Studi Mahasiswa UIN Suska
- PKS Kampar Yakin Makin Kuat di Pileg 2019
- PKS Parpol Pertama Mendaftarkannya Caleg ke KPU Kampar
- Fraksi PAN: Kami Dari Dulu Sudah Menolak Rumahkan Ribuan Pegawai Honorer Pelalawan
- Diprakarsai Fraksi Golkar, Pemda Pelalawan tak Jadi Berhentikan Pegawai Honorer
- Masyarakat Pulau Birandang Minta Pemkab Kampar Serius Selesaikan Konflik Lahan dengan PT SPS
- 'Jemput Bola' Terdaftar Pemilih, Panwas Bengkalis Sediakan Posko Bergerak
- Komisi V DPRD Riau Sidak ke Tiga SMA di Kota Pekanbaru
- DPRD Riau Minta Dinas ESDM Pro Aktif Urus Utang Pusat untuk Daerah
- Hingga Hari Kesembilan, Belum Ada Pendaftaran Caleg dari Parpol ke KPU Kampar
- Kalah di Pilgubri, Hardianto Pasitkan Kembali Incar Kursi Legislatif
- Tingkatkan PAD, Banggar DPRD Kampar Belajar ke Bapenda Pekanbaru
- 10 Orang Mendaftar di Hari Terakhir Pendaftaran Balon DPD RI Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com