Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Nopember 2017 21:54
Salak Pusaka, Penemuan Tanaman Unggul Warga Rohul

Selasa, 21 Nopember 2017 21:36
Kapolres Inhil Pesankan HMCI Jadi Pelopor Keselamatan di Jalan Raya

Selasa, 21 Nopember 2017 20:10
Peta Politik Pilkada Bisa Berubah,
Wasekjen Golkar Sebut 8 DPD I Golkar Usulkan Munaslub


Selasa, 21 Nopember 2017 20:03
Layani Masyarakat Pelosok, Bengkaiis Harus Miliki Mobil Samsat Keliling

Selasa, 21 Nopember 2017 18:30
Pemko Segera Lakukan Lelang Jabatan Bulan Ini

Selasa, 21 Nopember 2017 18:26
HUT PGRI ke-72, Gubernur Riau Minta Guru tak Terlibat Politik

Selasa, 21 Nopember 2017 18:05
Napi WN Malaysia Kabur, Diduga Ada Kesalahan Prosedur Petugas Lapas Bengkalis

Selasa, 21 Nopember 2017 16:58
Hindari Penyalahgunaan Narkoba, 43 Staf PN Bengkalis di Tes Urine Mendadak

Selasa, 21 Nopember 2017 16:45
Mitra Bina Antusias Ikuti Pelatihan Service Excellent oleh PT RAPP

Selasa, 21 Nopember 2017 16:13
Terkait Sengketa Lahan PT RPI,
Komisi II DPRD Pelalawan Hearing dengan Warga Desa Air Hitam


 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 14 September 2017 14:34
Legislator Minta Iskandar Husein Dukung Tol Listrik Sumatera

Tidak akomodirnya Iskandar Husein terhada program tol listrik, anggota DPRD Riau minta ketua Nasdem Riau itu untuk mendukung Tol Listrik Sumatera.

Riauterkini-PEKANBARU-Anggota Komisi I DPRD Riau, Eddy Muhammad Yatim meminta Iskandar Husein untuk bersikap kooperatif dan mau membebaskan lahannya untuk pembangunan tapak tower listrik 150 KV, Jalur Kerinci-Rengat yang saat ini terganjal di salah satu lahan perusahaan di mana Iskandar Husein menjadi pemilik perusahaan PT Jalur Pusaka Sakti Kumala tersebut.

Eddy Yatim mengatakan, sebagai orang politik dan memegang pucuk pimpinan Partai Nasdem di Riau, Iskandar Husein harusnya mengedepankan kepentingan pembangunan, apalagi program ini menjadi salah satu program Nawacita Presiden Jokowi.  

"Sebagai orang Nasdem, seharusnya Pak Iskandar pembawa restorasi di Riau, bagaimana program-program Pak Jokowi bisa sukses di Riau, jangan malah sebaliknya. Kita minta kerjasama yang baik dengan Pak Iskandar, karena ini untuk kepentingan masyarakat Riau," kata Eddy Muhammad Yatim, Rabu (13/9/17). 

Sebagai anggota dewan yang membidangi masalah hukum di Komisi I DPRD Riau, Eddy Yatim berharap masalah ini jangan sampai ke masalah hukum nantinya, apalagi sampai terjadi konsinyasi atau penitipan uang di pengadilan sebagai ganti rugi.  

"Jangan sampailah masalah ini ke persoalan hukum, tak bagus. Beliau orang politik, yang paham hukum dan aturan. Bagaiamana pun dibilang ini konteks pribadi, dia tak bisa melepaskan jabatannya yang melekat sebagai Ketua DPW Nasdem Riau, karena itu, mari sama-sama kita sukseskan program Pak Jokowi," tuturnya.  

Ditambahkan Eddy Yatim, masalah listrik ini sebaiknya jangan lagi diulur dan diundur lagi. Karena kasihan masyarakat yang selama ini menunggu program ini tuntas dan terealisasi.   

"Kan tidak elok nanti jadinya ketika orang bertanya, kenapa ini terbengkalai, karena Pak Iskandar, siapa Pak Iskandar, Ketua DPW Nasdem Riau," ujarnya.  

Politisi Demokrat ini juga berharap, agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik oleh Iskandar Husein dengan pihak PLN.  

"Kita yakin ada jalan terbaik, bagaiamana Pak Iskandar tak diberatkan, dan pihak PLN juga tak diberatkan, sehingga bisa mengambil jalan tengahnya," ulasnya.   

Sementara itu, Iskandar Husein ketika dikonfirmasi mengaku dirinya sudah sangat kooperatif untuk mendukung program kelistrikan PT PLN di Riau. Ia pun  menjelaskan, ini bukan kali pertama proyek kelistrikan melalui lahan miliknya.    

Sebelumnya, Iskandar Husein telah menerima ganti rugi di 10 titik tower yang juga melintasi lahannya di kawasan Pasir Putih-Kerinci, juga untuk transmisi 150 KV. Keseluruhan uang ganti rugi itu pun sudah dibayarkan sepenuhnya oleh PLN.   

"Untuk yang satu ini saya menolak karena masak semuanya dilahan saya, pada hamparan yang sama dibangun tiang-tiang menara. Kenapa tidak digeser saja ke lahan sebelahnya?," ujar Iskandar melalui sambungan telepon.  

Ia mengatakan akan bersikap terbuka apabila pimpinan PT PLN (Persero) yang mengurus proyek jaringan listrik tersebut bersedia mendengarkan keluhannya dan duduk satu meja.   

"Saya terbuka saja kalau ingin berdiskusi," tutupnya.***(H-we)



Berita Politik lainnya..........
- Peta Politik Pilkada Bisa Berubah,
Wasekjen Golkar Sebut 8 DPD I Golkar Usulkan Munaslub

- Terkait Sengketa Lahan PT RPI,
Komisi II DPRD Pelalawan Hearing dengan Warga Desa Air Hitam

- Legislator Riau Ini Sebut Hanya 14 Parpol Lolos Peserta Pemilu 2019
- Munawar Nakhodai Garda Pemuda NasDem Riau
- Seluruh Kader Golkar Wajib Taati SK Penetapan Gubri dan Wagubri
- 30 Calon Lulus Administrasi Assesment 10 Pejabat Eselon II Pemkab Bengkalis
- Meski Setnov Dicopot, Masnur Yakin Golkar Tetap Usung Andi-Suyatno di Pilgubri 2018
- Pembangunan Gedung Dianggarkan di APBD,
Dewan Minta Dua Instansi Penegak Hukum di Riau Tidak Tebang Pilih

- Rakernas PP TIDAR di Pekanbaru Bakal Dibuka Prabowo Subianto
- Jelang Rakornas Tiga Pilar, PDI-P Riau Matangkan Persiapan
- Tunjangan Transportasi DPRD Pelalawan Ditetapkan Rp13,4 Juta Perbulan
- Fokus Bahas RAPBD 2018,
Banggar DPRD Riau Dilarang Jalan-jalan untuk 10 Hari ke Depan

- Pawaslu Pekanbaru Sosialisasikan Pentingnya Pengawasan Berbasis Masyarakat
- Respon Putusan Bawaslu, KPU Terima Pendaftaran 9 Parpol
- Sukseskan UMBK, Disdik Riau Ajukan Rp125 Miliar ke Komisi V DPRD Riau
- Anggota DPR RI Idris Laena Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Pelalawan
- Bawaslu RI Gelar Sosialisasi Pilgubri
- Dua Desa di Inhu Terancam Tak Ikut Pilkades Serentak
- Mendagri Sebut Penyerapan Anggaran Daerah Banyak yang tak Fokus
- Razia KTP, Tim Yustisi Pekanbaru Berhasil Jaring 69 Warga 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.188.64
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com