Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 23 Pebruari 2018 21:38
Pendukung Harris dan Zukri Bersatu, Siap Menangkan Syamsuar-Edy Natar Nasution

Jum’at, 23 Pebruari 2018 21:31
Egrek Sawit Nyangkut Kabel Listrik, Buruh PT Indosawit Tewas Kesetrum

Jum’at, 23 Pebruari 2018 20:45
HUT Pemasyarakatan 54, Napi Rutan Rengat Bersihkan Tugu Patin Inhu

Jum’at, 23 Pebruari 2018 20:38
Cegah Karlahut, Musim Mas Bantu Alat Berat untuk Warga Buka Lahan

Jum’at, 23 Pebruari 2018 20:28
YKAKI Laporkan Ada 30 Anak Menderita Kanker di Kampar

Jum’at, 23 Pebruari 2018 20:25
Festival Mahligai 2018 di Danau PLTA Koto Panjang Digekar Besok

Jum’at, 23 Pebruari 2018 20:20
Kapolres Laporkan Tingginya Kasus Narkoba di Kampar

Jum’at, 23 Pebruari 2018 19:03
Lolos Peserta Pileg, PSI Langsung Tancap Gas Target Dua Digit

Jum’at, 23 Pebruari 2018 18:28
Rumah Terbakar dan Hidup Sendiri,
Warga Bengkalis Ini Perlu Bantuan Material Rumah


Jum’at, 23 Pebruari 2018 17:49
Sulit Ditempuh, Petugas Pemadam Bengkalis Harus Berjibaku ke Lokasi KarhutlaD

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 September 2017 18:09
‎Tipu 70 Orang Jadi Honorer,
Seorang Pegawai BKD Provinsi Riau Dijebloskan ke Penjara


Seorang pegawai BKD Provinsi Riau harus berurusan dengan polisi. Adalah Anthoni Lutfhi ditahan diduga menipu dengan menjanjikan sebagai tenaga honor kepada 70 korbannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Meski sudah memiliki gaji dan kerjaan tetap di BKD Provinsi Riau, namun Anthoni Lutfhi (48) ternyata tidak merasa puas dengan penghasilan serta pekerjaannya itu dan justru melakoni pekerjaan sampingan sebagai seorang penipu. Pria yang sudah bekerja selama 1 tahun 4 bulan di BKD tersebut mesti menginap di hotel prodeo Polresta Pekanbaru setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka penipuan, Rabu (13/09/17) kemarin.

Menurut Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Fajri, penipuan itu sendiri sudah dilakukan tersangka selama 2 tahun lamanya. Terhitung sejak 2015 sampai 2017 saat ini. Modusnya, tersangka menjanjikan dan mengiming-imingi setiap korbannya bisa diterima sebagai honorer di lingkungan Pemprov Riau dengan syarat membayar sejumlah uang dengan nominal bervariasi. Paling rendah Rp2 juta dan paling mahal Rp68 juta.

"Dari Senin yang bersangkutan kita periksa dan Rabu kemarin statusnya kita naikkan dari saksi menjadi tersangka. Pengakuannya, sudah ada sekitar 70 orang yang menjadi korban (penipuan). Tersangka membujuk korban dan menjanjikan korban bisa jadi honorer dengan membayar sejumlah uang. Ada (korban) yang bayar Rp2 juta sampai Rp68 juta," ujarnya kepada riauterkini.com disela jumpa pers, Kamis (14/09/17).

Masih kata Fajri, dalam melakukan aksi kejahatannya sebagai penipu, tersangka tak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh pihak ketiga yang saat ini masih diselidiki oleh polisi.

"Tersangka tidak sendirian. Ada pihak ketiga yang membantunya dan kita masih menyelidiki siapa pihak ketiga tersebut. Tersangka mengaku jika pihak ketiga itu mendapat bagian Rp5 juta setiap berhasil membantu tersangka menipu korban," sebutnya.

Atas perbuatannya, tersangka pun dipastikan akan kehilangan pekerjaannya sebagai pegawai negeri atau aparatur sipil negara dan mesti mendekam lama di jeruji besi. Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.***(gas)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Pendukung Harris dan Zukri Bersatu, Siap Menangkan Syamsuar-Edy Natar Nasution
- Lolos Peserta Pileg, PSI Langsung Tancap Gas Target Dua Digit
- Sosialisasi ke Meranti, Warga Minta Cagubri Arsyadjuliandi Bangun SMA di Pulau Padang
- Partai Demokrat Panggil Putra dan Putri Terbaik Rohul sebagai Bacaleg di Pileg 2019
- Formas Riau Gelar Rapat Konsulidasi DPP
- Blusukan ke Pasar Bengkalis,
Cawagub Suyatno Diminta Perhatikan Ekonomi Pedagang

- Kunjungi Posko Karib Pelalawan, Syamsuar Ajak Relawan Kompak Cari Dukungan
- Kampanye Dialogis di Pulau Padang, Andi Ingin Rangkai Pulau dengan Jembatan
- Bukan untuk Menjatuhkan, LE Laporkan 3 Pesaingnya ke Bawaslu
- Ditemui Demonstran dari BEM se-Indonesia,
Legislator Riau Janji Perjuangkan Aspirasi Mahasiswa

- Menuju Swasembada Daging,
Cagubri Andi Rachman Bertemu Para Peternak Pejuang di Siak

- Paslon Ber-KK 2, Gakkumdu Klarifikasi KPU RI
- Demo di Gedung DPRD Riau,
Ratusan Massa BEM se-Indonesia Tolak UU MD3

- Pemkab Kuansing Tuntas Bahas Anjab dan ABK
- Kunjungi Saleh Djasit, LE Diskusikan Misi Bangkitkan Riau
- RAL Ditutup, Dewan Minta Hutang Rp54,8 Miliar ke Bank Muamalat Tetap Dibayar
- Arsyadjuliandi Rachman Buka Festival Band Remaja se Kecamatan Tualang, Siak
- Ini Jurus LE-Hardianto Menghapus "Fee Belah Semangka"
- Terbukti Berhasil Bangun Inhil,
Alasan Syamsuddin Mau Jadi Wakil Wardan

- Dikunjungi Syamsuar, Pedagang Pasar Terapung Inhil Sampaikan Kekecewaannya Terhadap Pemprov


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.234.233.48
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com