Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Nopember 2017 21:54
Salak Pusaka, Penemuan Tanaman Unggul Warga Rohul

Selasa, 21 Nopember 2017 21:36
Kapolres Inhil Pesankan HMCI Jadi Pelopor Keselamatan di Jalan Raya

Selasa, 21 Nopember 2017 20:10
Peta Politik Pilkada Bisa Berubah,
Wasekjen Golkar Sebut 8 DPD I Golkar Usulkan Munaslub


Selasa, 21 Nopember 2017 20:03
Layani Masyarakat Pelosok, Bengkaiis Harus Miliki Mobil Samsat Keliling

Selasa, 21 Nopember 2017 18:30
Pemko Segera Lakukan Lelang Jabatan Bulan Ini

Selasa, 21 Nopember 2017 18:26
HUT PGRI ke-72, Gubernur Riau Minta Guru tak Terlibat Politik

Selasa, 21 Nopember 2017 18:05
Napi WN Malaysia Kabur, Diduga Ada Kesalahan Prosedur Petugas Lapas Bengkalis

Selasa, 21 Nopember 2017 16:58
Hindari Penyalahgunaan Narkoba, 43 Staf PN Bengkalis di Tes Urine Mendadak

Selasa, 21 Nopember 2017 16:45
Mitra Bina Antusias Ikuti Pelatihan Service Excellent oleh PT RAPP

Selasa, 21 Nopember 2017 16:13
Terkait Sengketa Lahan PT RPI,
Komisi II DPRD Pelalawan Hearing dengan Warga Desa Air Hitam


 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 14 September 2017 18:09
‎Tipu 70 Orang Jadi Honorer,
Seorang Pegawai BKD Provinsi Riau Dijebloskan ke Penjara


Seorang pegawai BKD Provinsi Riau harus berurusan dengan polisi. Adalah Anthoni Lutfhi ditahan diduga menipu dengan menjanjikan sebagai tenaga honor kepada 70 korbannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Meski sudah memiliki gaji dan kerjaan tetap di BKD Provinsi Riau, namun Anthoni Lutfhi (48) ternyata tidak merasa puas dengan penghasilan serta pekerjaannya itu dan justru melakoni pekerjaan sampingan sebagai seorang penipu. Pria yang sudah bekerja selama 1 tahun 4 bulan di BKD tersebut mesti menginap di hotel prodeo Polresta Pekanbaru setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka penipuan, Rabu (13/09/17) kemarin.

Menurut Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Fajri, penipuan itu sendiri sudah dilakukan tersangka selama 2 tahun lamanya. Terhitung sejak 2015 sampai 2017 saat ini. Modusnya, tersangka menjanjikan dan mengiming-imingi setiap korbannya bisa diterima sebagai honorer di lingkungan Pemprov Riau dengan syarat membayar sejumlah uang dengan nominal bervariasi. Paling rendah Rp2 juta dan paling mahal Rp68 juta.

"Dari Senin yang bersangkutan kita periksa dan Rabu kemarin statusnya kita naikkan dari saksi menjadi tersangka. Pengakuannya, sudah ada sekitar 70 orang yang menjadi korban (penipuan). Tersangka membujuk korban dan menjanjikan korban bisa jadi honorer dengan membayar sejumlah uang. Ada (korban) yang bayar Rp2 juta sampai Rp68 juta," ujarnya kepada riauterkini.com disela jumpa pers, Kamis (14/09/17).

Masih kata Fajri, dalam melakukan aksi kejahatannya sebagai penipu, tersangka tak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh pihak ketiga yang saat ini masih diselidiki oleh polisi.

"Tersangka tidak sendirian. Ada pihak ketiga yang membantunya dan kita masih menyelidiki siapa pihak ketiga tersebut. Tersangka mengaku jika pihak ketiga itu mendapat bagian Rp5 juta setiap berhasil membantu tersangka menipu korban," sebutnya.

Atas perbuatannya, tersangka pun dipastikan akan kehilangan pekerjaannya sebagai pegawai negeri atau aparatur sipil negara dan mesti mendekam lama di jeruji besi. Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.***(gas)



Berita Politik lainnya..........
- Peta Politik Pilkada Bisa Berubah,
Wasekjen Golkar Sebut 8 DPD I Golkar Usulkan Munaslub

- Terkait Sengketa Lahan PT RPI,
Komisi II DPRD Pelalawan Hearing dengan Warga Desa Air Hitam

- Legislator Riau Ini Sebut Hanya 14 Parpol Lolos Peserta Pemilu 2019
- Munawar Nakhodai Garda Pemuda NasDem Riau
- Seluruh Kader Golkar Wajib Taati SK Penetapan Gubri dan Wagubri
- 30 Calon Lulus Administrasi Assesment 10 Pejabat Eselon II Pemkab Bengkalis
- Meski Setnov Dicopot, Masnur Yakin Golkar Tetap Usung Andi-Suyatno di Pilgubri 2018
- Pembangunan Gedung Dianggarkan di APBD,
Dewan Minta Dua Instansi Penegak Hukum di Riau Tidak Tebang Pilih

- Rakernas PP TIDAR di Pekanbaru Bakal Dibuka Prabowo Subianto
- Jelang Rakornas Tiga Pilar, PDI-P Riau Matangkan Persiapan
- Tunjangan Transportasi DPRD Pelalawan Ditetapkan Rp13,4 Juta Perbulan
- Fokus Bahas RAPBD 2018,
Banggar DPRD Riau Dilarang Jalan-jalan untuk 10 Hari ke Depan

- Pawaslu Pekanbaru Sosialisasikan Pentingnya Pengawasan Berbasis Masyarakat
- Respon Putusan Bawaslu, KPU Terima Pendaftaran 9 Parpol
- Sukseskan UMBK, Disdik Riau Ajukan Rp125 Miliar ke Komisi V DPRD Riau
- Anggota DPR RI Idris Laena Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Pelalawan
- Bawaslu RI Gelar Sosialisasi Pilgubri
- Dua Desa di Inhu Terancam Tak Ikut Pilkades Serentak
- Mendagri Sebut Penyerapan Anggaran Daerah Banyak yang tak Fokus
- Razia KTP, Tim Yustisi Pekanbaru Berhasil Jaring 69 Warga 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.188.64
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com