Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Nopember 2017 05:17
HGN 2017, Bupati Inhil Tegaskan Peran Guru Mencerdaskan Anak Bangsa

Sabtu, 18 Nopember 2017 17:38
MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat

Sabtu, 18 Nopember 2017 16:52
Dishub Dumai Segera Tertibkan Travel Ilegal

Sabtu, 18 Nopember 2017 15:03
Diduga Frustasi dengan Penyakitnya,
Seorang Bapak di Gunung Toar Nekad Gantung Diri


Sabtu, 18 Nopember 2017 13:32
1x24 Jam Napi Bandar Narkoba Malaysia Kabur,
Tiga Petugas Kemenkum HAM Lakukan Pemeriksaan 4 Petugas Lapas Bengkalis


Sabtu, 18 Nopember 2017 12:39
Kapolres Kampar Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:41
Asah Kemampuan, Personel Inhil Taja Latihan Bongkar Pasang Senjata SS1

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:38
Duta Rohul, Desa Bangun Jaya Juara Pertama Desa Per PHBS Riau 2017

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:48
Bupati Inhil Buka Perkemahan Karya di Kecamatan Keritang

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:45
Meriahkan Milad Ke-108, Muhammadiyah Pekanbaru Taja Pawai Ta'aruf

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 14 September 2017 18:09
‎Tipu 70 Orang Jadi Honorer,
Seorang Pegawai BKD Provinsi Riau Dijebloskan ke Penjara


Seorang pegawai BKD Provinsi Riau harus berurusan dengan polisi. Adalah Anthoni Lutfhi ditahan diduga menipu dengan menjanjikan sebagai tenaga honor kepada 70 korbannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Meski sudah memiliki gaji dan kerjaan tetap di BKD Provinsi Riau, namun Anthoni Lutfhi (48) ternyata tidak merasa puas dengan penghasilan serta pekerjaannya itu dan justru melakoni pekerjaan sampingan sebagai seorang penipu. Pria yang sudah bekerja selama 1 tahun 4 bulan di BKD tersebut mesti menginap di hotel prodeo Polresta Pekanbaru setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka penipuan, Rabu (13/09/17) kemarin.

Menurut Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Fajri, penipuan itu sendiri sudah dilakukan tersangka selama 2 tahun lamanya. Terhitung sejak 2015 sampai 2017 saat ini. Modusnya, tersangka menjanjikan dan mengiming-imingi setiap korbannya bisa diterima sebagai honorer di lingkungan Pemprov Riau dengan syarat membayar sejumlah uang dengan nominal bervariasi. Paling rendah Rp2 juta dan paling mahal Rp68 juta.

"Dari Senin yang bersangkutan kita periksa dan Rabu kemarin statusnya kita naikkan dari saksi menjadi tersangka. Pengakuannya, sudah ada sekitar 70 orang yang menjadi korban (penipuan). Tersangka membujuk korban dan menjanjikan korban bisa jadi honorer dengan membayar sejumlah uang. Ada (korban) yang bayar Rp2 juta sampai Rp68 juta," ujarnya kepada riauterkini.com disela jumpa pers, Kamis (14/09/17).

Masih kata Fajri, dalam melakukan aksi kejahatannya sebagai penipu, tersangka tak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh pihak ketiga yang saat ini masih diselidiki oleh polisi.

"Tersangka tidak sendirian. Ada pihak ketiga yang membantunya dan kita masih menyelidiki siapa pihak ketiga tersebut. Tersangka mengaku jika pihak ketiga itu mendapat bagian Rp5 juta setiap berhasil membantu tersangka menipu korban," sebutnya.

Atas perbuatannya, tersangka pun dipastikan akan kehilangan pekerjaannya sebagai pegawai negeri atau aparatur sipil negara dan mesti mendekam lama di jeruji besi. Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.***(gas)



loading...

Berita Politik lainnya..........
- Sukseskan UMBK, Disdik Riau Ajukan Rp125 Miliar ke Komisi V DPRD Riau
- Anggota DPR RI Idris Laena Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Pelalawan
- Bawaslu RI Gelar Sosialisasi Pilgubri
- Dua Desa di Inhu Terancam Tak Ikut Pilkades Serentak
- Mendagri Sebut Penyerapan Anggaran Daerah Banyak yang tak Fokus
- Razia KTP, Tim Yustisi Pekanbaru Berhasil Jaring 69 Warga
- Syarat Embarkasi Haji Antara, DPRD Riau Gesa Pengerjaan Ranperda Transportasi Haji Daerah
- 2018, Pemprov Ajukan Rp170 Miliar Bangun Gedung Mapolda Riau
- Cak Imin Terharu Disebut "Next" Wapres
- Sebut Program RAPBD 2018 Tidak Punya Gebrakan,
Masnur Sesalkan Pernyataan Koleganya Muhammad Adil

- Komisi I DPRD Riau Lakukan Observasi ke Balai Besar Rehabilitasi Milik BNN
- Wakil Rakyat Sebut Banyak Program di RAPBD Riau 2018 Tak Punya Gebrakan
- Tindaklanjuti Aspirasi Pekerja RAPP, Dua Waka DPRD Riau Datangi Kementerian LHK
- Cak Imin Nobatkan LE-Asri Auzar "Next" Gubernur dan Wagub Riau"
- Dewan Kuansing Menilai Pemerintah MH Tidak Serius Kelola Pariwisata
- Harus Menunggu Berjam-jam, Sejumlah Tamu Bupati Kuansing Mengeluh ke Dewan
- Hadapi 4 Event Pesta Demokrasi, DPW PKB Riau Gelar Mukerwill
- 2018, Belanja Pemkab Bengkalis Bakal Sentuh Rp3,62 T
- 28 Pejabat di Dinas PUPR Ingin Mundur,
Dewan Ingatkan Bekerja Tetap dalam Koridor Hukum

- Pilgubri 2018, PKS dan Gerindra Riau Sepakat Berkoalisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.210.67
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com