Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Ahad, 15 Juli 2018 21:56
Mayat Perempuan dalam Sumur Warga Talikumain, Rohul Bernama Asnawati ‎

Ahad, 15 Juli 2018 18:25
Pelaku Curas di Kuansing Berhasil Diamankan di Lampung

Ahad, 15 Juli 2018 17:14
9 Orang dari 5 Kabupaten Terima Beasiswa Instiper PT RAPP

Ahad, 15 Juli 2018 17:06
Kasus Penyitaan Alat Berat di Pelalawan,
Saksi Ahli Ini Sebut Penyidik Gakkum BPPLHK Tebang Pilih


Ahad, 15 Juli 2018 16:54
Di Dua Lokasi Berbeda, Terjadi Karlahut 23 Hektar di Pelalawan

Ahad, 15 Juli 2018 16:50
Dalam Kondisi Tangan Terborgol,
DPO Kasus Narkoba di Kampar Kabur dan Diduga Nyemplung ke Sungai


Ahad, 15 Juli 2018 16:42
Halal bi Halal KBB,
Cerita Syamsudin Uti Ikuti Tiga Kali Pilkada Lalu Berujung Kesuksesan


Ahad, 15 Juli 2018 16:35
Doakan Selamat, Bupati Amril Tepung Tawari 230 JCH Bengkalis

Ahad, 15 Juli 2018 15:20
Sejumlah Pejabat Eselon II dan III Pemkab Kuansing Dilantik Dua Pekan Lagi

Ahad, 15 Juli 2018 14:54
Terkuak, Penyitaan Eksavator Milik Warga oleh Gakkum BPPLHK Diduga tak Sesuai SOP

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 September 2017 18:09
‎Tipu 70 Orang Jadi Honorer,
Seorang Pegawai BKD Provinsi Riau Dijebloskan ke Penjara


Seorang pegawai BKD Provinsi Riau harus berurusan dengan polisi. Adalah Anthoni Lutfhi ditahan diduga menipu dengan menjanjikan sebagai tenaga honor kepada 70 korbannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Meski sudah memiliki gaji dan kerjaan tetap di BKD Provinsi Riau, namun Anthoni Lutfhi (48) ternyata tidak merasa puas dengan penghasilan serta pekerjaannya itu dan justru melakoni pekerjaan sampingan sebagai seorang penipu. Pria yang sudah bekerja selama 1 tahun 4 bulan di BKD tersebut mesti menginap di hotel prodeo Polresta Pekanbaru setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka penipuan, Rabu (13/09/17) kemarin.

Menurut Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Fajri, penipuan itu sendiri sudah dilakukan tersangka selama 2 tahun lamanya. Terhitung sejak 2015 sampai 2017 saat ini. Modusnya, tersangka menjanjikan dan mengiming-imingi setiap korbannya bisa diterima sebagai honorer di lingkungan Pemprov Riau dengan syarat membayar sejumlah uang dengan nominal bervariasi. Paling rendah Rp2 juta dan paling mahal Rp68 juta.

"Dari Senin yang bersangkutan kita periksa dan Rabu kemarin statusnya kita naikkan dari saksi menjadi tersangka. Pengakuannya, sudah ada sekitar 70 orang yang menjadi korban (penipuan). Tersangka membujuk korban dan menjanjikan korban bisa jadi honorer dengan membayar sejumlah uang. Ada (korban) yang bayar Rp2 juta sampai Rp68 juta," ujarnya kepada riauterkini.com disela jumpa pers, Kamis (14/09/17).

Masih kata Fajri, dalam melakukan aksi kejahatannya sebagai penipu, tersangka tak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh pihak ketiga yang saat ini masih diselidiki oleh polisi.

"Tersangka tidak sendirian. Ada pihak ketiga yang membantunya dan kita masih menyelidiki siapa pihak ketiga tersebut. Tersangka mengaku jika pihak ketiga itu mendapat bagian Rp5 juta setiap berhasil membantu tersangka menipu korban," sebutnya.

Atas perbuatannya, tersangka pun dipastikan akan kehilangan pekerjaannya sebagai pegawai negeri atau aparatur sipil negara dan mesti mendekam lama di jeruji besi. Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.***(gas)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Sejumlah Pejabat Eselon II dan III Pemkab Kuansing Dilantik Dua Pekan Lagi
- Di Tengah Protes Fraksi-fraksi,
Ini Penjelasan F-Golkar Atas Keberhasilan Memperjuangkan Pegawai Honorer

- Harap Dukungan,
Wagubri Terpilih Hadiri Silaturahmi Masyarakat Banjar Riau

- Target 6 Kursi, DPD PAN Inhu Daftarkan 40 Bacaleg ke KPU
- Targetkan Kursi Terbanyak,
DPD PKS Rohul Jadi yang Pertama Daftarkan Bacaleg ke Kantor KPU

- Ponpes Hubulwathan Duri Gelar Syukuran Kemenangan Syamsuar-Edy
- Targetkan Kursi Terbanyak, Nasdem Perdana Mendaftar ke KPU Kuansing
- Ketua DPRD Riau Terima Kunjungan Studi Mahasiswa UIN Suska
- PKS Kampar Yakin Makin Kuat di Pileg 2019
- PKS Parpol Pertama Mendaftarkannya Caleg ke KPU Kampar
- Fraksi PAN: Kami Dari Dulu Sudah Menolak Rumahkan Ribuan Pegawai Honorer Pelalawan
- Diprakarsai Fraksi Golkar, Pemda Pelalawan tak Jadi Berhentikan Pegawai Honorer
- Masyarakat Pulau Birandang Minta Pemkab Kampar Serius Selesaikan Konflik Lahan dengan PT SPS
- 'Jemput Bola' Terdaftar Pemilih, Panwas Bengkalis Sediakan Posko Bergerak
- Komisi V DPRD Riau Sidak ke Tiga SMA di Kota Pekanbaru
- DPRD Riau Minta Dinas ESDM Pro Aktif Urus Utang Pusat untuk Daerah
- Hingga Hari Kesembilan, Belum Ada Pendaftaran Caleg dari Parpol ke KPU Kampar
- Kalah di Pilgubri, Hardianto Pasitkan Kembali Incar Kursi Legislatif
- Tingkatkan PAD, Banggar DPRD Kampar Belajar ke Bapenda Pekanbaru
- 10 Orang Mendaftar di Hari Terakhir Pendaftaran Balon DPD RI Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com