Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 24 Pebruari 2018 21:45
Orasi Ilmiah, Wisuda Angkatan Kedua STAILe Pekanbaru akan Diisi Menteri Hanif Dhakhiri

Sabtu, 24 Pebruari 2018 21:32
Firdaus-Rusli Janjikan Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak Sama Maju

Sabtu, 24 Pebruari 2018 20:55
Dugaan Anak Bunuh Ayahnya di Siak,
Hasil Autopsi Korban Meninggal Karena Sakit Komplikasi


Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:59
Keunikan Kampung Wisata Koto Ranah,
Mulai Puncak Suligi 900 MDPL Hingga Naskah Kuno


Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:26
Muhaimin Iskandar Beri Kuliah Umum di UR

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:19
Warga Kampung Baru Temukan Tengkorak Manusia Dalam Parit

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:17
Penyu Seberat 50 Kg Terdampar di Pantai Muntai, Bengkalis

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:07
Miliki 68 Paket Sabu, Warga Duri Ditangkap Polisi

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:47
Hadir di Sri Palas, Rusli Effendi Berasa Pulang ke Rumah

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:42
Kembangkan Pariwisata dan Pendidikan, Pemkab Kuansing Bekerjasama dengan UGM

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 7 Oktober 2017 17:29
Kunker ke Jakarta,
Komisi C DPRD Kuansing Ungkapkan Penyebab Harga Karet Murah


Untuk mengetahui penyebab anjloknya harga karet, anggota Komisi C DPRD Kuansing melakukan kunjungan kerja ke Jakarta. Inilah hasilnya.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Komisi C DPRD Kuansing berkunjung ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (6/10/17) kemarin. Disana mereka mencari tau penyebab anjloknya harga karet di tingkat petani.

Akibat anjloknya harga karet. Petani karet di Kuansing kian meringis. Ekonomi lumpuh. Karena, mayoritas warga Kuansing hidup dari hasil komoditi ini.

Ketua Komisi C DPRD Kuansing, Andi Nurbai menyebutkan kepada wartawan, penyebab anjloknya harga karet ini disebabkan oleh Vietnam. Karena Vietnam ini tidak termasuk kedalam anggota negera pengekspor karet. Sehingga Vietnam lebih murah menjual harga karet dibandingkan negara pengeksport lainya.

"Dari keterangan Kementrian Perdagangan, Indonesia dan Malaysia serta Thaliand melobi agar Vietnam masuk menjadi anggota negara pengeskpor karet. Dengan cara seperti ini mereka bisa bersama sama dapat mengendalikan harga karet dengan menetapkan jumlah volume ekspor dan harga setiap tahunnya. Sekarang Vietnam memang bisa menjual murah tetapi lama kelamaan mereka juga bisa merugi," ucap Andi.

Untuk menyelamatkan ekonomi petani karet saat ini, Komisi C DPRD Kuansing menyarankan kepada Kementerian Perdagangan supaya Pemerintah membuat kebijakan seperti hal yang sama dilakukan oleh Bulog.

" Kalau pemerintah bisa membeli beras dari petani mengapa untuk karet tidak. Langkah seperti ini bisa untuk mendongkrak ekonomi petani karet," saran Andi.

Kata Andi Nurbai, pemeirntah tidak akan merugi jika membeli karet masyarakat. Sebab, karet tidak akan rusak jika disimpan dalam waktu lama. Paktor kerugian juga akan sangat kecil.

Dalam kunjungan kemarin, Komisi C juga mengundang Kementiian Perdaganagn RI untuk turun langsung ke Kuansing. Agar mereka melihat langsung penderitaan yang dialami petani karet saat ini.

Disamping Andi Nurbai ikut serta dalam kunjungan ini anggota Komisi B DPRD Kuansing lainnya seperti Naswan, Rosi Atali, Sutoyo, Anidar, Masran Ali dan Rino Elpando.

Sekedar diketahui, harga karet ditingkat petani saat ini turun drastis. Dalam pekan ini harga karet ditingkat petani hanya berkisar Rp7000 perkilogram. Angka ini jauh lebih murah dari harga sekilogram beras yakni Rp15 ribu perkilogram.**(dri)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Firdaus-Rusli Janjikan Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak Sama Maju
- Hadir di Sri Palas, Rusli Effendi Berasa Pulang ke Rumah
- Muhaimin Iskandar Wajibkan Seluruh Kader PKB Menangkan Paslon LeHa di Pilgubri
- Silaturrahmi ke Ponpes Nurul Huda al-Islami Pekanbaru,
Muhaimin Iskandar Didoakan Jadi Wapres RI 2019-2024

- Pasangan AYO Kampanye Dialogis di Dumai
- Teken Kontrak Politik di Inhil,
LE Siap Mundur Jika Dana Rp1 Miliar/Desa/Tahun Tak Terwujud

- Gakkumdu Hentikan Laporan Dendy Gustiawan Terkait Paslon ber-KK 2
- Pendukung Harris dan Zukri Bersatu, Siap Menangkan Syamsuar-Edy Natar Nasution
- Lolos Peserta Pileg, PSI Langsung Tancap Gas Target Dua Digit
- Sosialisasi ke Meranti, Warga Minta Cagubri Arsyadjuliandi Bangun SMA di Pulau Padang
- Partai Demokrat Panggil Putra dan Putri Terbaik Rohul sebagai Bacaleg di Pileg 2019
- Formas Riau Gelar Rapat Konsulidasi DPP
- Blusukan ke Pasar Bengkalis,
Cawagub Suyatno Diminta Perhatikan Ekonomi Pedagang

- Kunjungi Posko Karib Pelalawan, Syamsuar Ajak Relawan Kompak Cari Dukungan
- Kampanye Dialogis di Pulau Padang, Andi Ingin Rangkai Pulau dengan Jembatan
- Bukan untuk Menjatuhkan, LE Laporkan 3 Pesaingnya ke Bawaslu
- Ditemui Demonstran dari BEM se-Indonesia,
Legislator Riau Janji Perjuangkan Aspirasi Mahasiswa

- Menuju Swasembada Daging,
Cagubri Andi Rachman Bertemu Para Peternak Pejuang di Siak

- Paslon Ber-KK 2, Gakkumdu Klarifikasi KPU RI
- Demo di Gedung DPRD Riau,
Ratusan Massa BEM se-Indonesia Tolak UU MD3



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 50.19.34.255
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com