Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Juni 2018 16:44
Momen Lebaran, Trafik Data Telkomsel Naik 29 persen

Rabu, 20 Juni 2018 16:05
Besok, KARIB Imbau Masyarakat Riau Hadiri Kampanye Akbar Syamsuar-Edy Nasution

Rabu, 20 Juni 2018 14:00
Survei PolMark Indonesia, Syamsuar-Edy Bakal Menangi Pilgubri

Rabu, 20 Juni 2018 13:53
Cegah Narkoba Masuk, TNI dan Polri Bantu Pengamanan di Lapas Pasirpangaraian Selama Lebaran

Rabu, 20 Juni 2018 09:30
Seru, KPB Gelar Halal Bi Halal di Danau PLTA Koto Panjang

Selasa, 19 Juni 2018 19:15
Mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah Ajak Masyarakat Riau Menangkan Syamsuar-Edy Nasution

Selasa, 19 Juni 2018 19:11
Lusa, SBY, Romi dan Yusril Kampanye Akbar Firdaus-Rusli di Bangkinang

Selasa, 19 Juni 2018 19:06
Empat Ruko Terbakar di Pelalawan,
Satu Keluarga Selamat dari Kobaran Api


Selasa, 19 Juni 2018 17:31
Sekdaprov dan Kepala BPBD Riau Tinjau Lokasi Longsor di Tembilahan

Selasa, 19 Juni 2018 15:11
Riset Vox Populi: Lukman Edy-Hardianto Menang Pilgub Riau

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Oktober 2017 17:18
Dianggap Banyak Merugikan,
Anggota DPRD Riau Sebut 4 Permen LHK tentang Pemulihan Ekosistem Gambut Mesti Dievaluasi


Anggota DPRD Riau Husni Tamrin menilai aturan pelaksanaan pemulihan ekosistem gambut yang dikeluarkan Kementerian LHK lebih banyak merugikan. Harus dievaluasi lagi.

Riauterkini-PEKANBARU- Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tentang aturan pelaksanaan pemulihan ekosistem gambut melalui empat Peraturan Menteri (Permen) sebagai turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut mesti dievaluasi.

"Bagaimanapun, peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah, akan mengganggu ekonomi daerah yang mayoritas mempunyai lahan gambut di Riau serta perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan itu, seperti PT RAPP di Kerinci, Pelalawan. Makanya peraturan itu perlu dievaluasi lagi," kata Husni Tamrin, anggota DPRD Riau Dapil Siak-Pelalawan kepada riauterkinicom, Kamis (12/10/17).

Hal ini sekaligus menjadi tanggapan dirinya saat mengetahui informasi terkait sikap Kementerian LHK yang memberikan peringatan kedua kepada PT RAPP karena rencana kerja usaha atau RKU dianggap tidak sesuai dengan aturan tata kelola gambut.

"Kalau peraturan gambut itu ngotot diberlakukan jua, maka Kabupaten Kepulauan Meranti yang dikenal dengan lahan gambut, akan bisa hilang, rugi Provinsi Riau nantinya. Makanya, Kementerian LHK itu harus paham," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika PT RAPP misalnya tidak diizinkan lagi beroperasi, maka akan berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat Kerinci, Pelalawan. Terlebih lagi akan banyak penggangguran.

"Anak-anak sekolah bakal putus sekolah, berapa ribu karyawan yang tidak bekerja lagi. Makanya, azas kemanfaatan keberadaan PT RAPP mesti difikirkan juga, bagi kami di Pelalawan, PT RAPP sangat membantu masyarakat," terang politisi asal Pelalawan ini.

Empat Permen LHK tersebut yakni, Permen LHK P.14/2017 tentang Tata Cara Inventarisasi dan Penerapan Fungsi Ekosistem Gambut, Permen LHK P.15/2017 tentang Tata Cara Pengukuran Muka Air Tanah di Titik Penaatan Ekosistem Gambut, Permen LHK P.16/2017 tentang Pedoman Teknis Pemulihan Fungsi Ekosistem Gambut, serta Permen LHK tentang Perubahan P.12/2015 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Selain itu, Menteri LHK juga mengeluarkan KepmenLHK tentang Penerapan Peta Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dan Kepmen LHK tentang Penetapan Peta Fungsi Ekosistem Gambut.

Semuanya itu, merupakan bagian penting dari PP Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas PP Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut. Permen serta Kepmen tersebut menjadi acuan dan pedoman bagi Pemerintah Pusat dan Daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam rangka perlindungan dan pengelolaan gambut. ***(ary)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Besok, KARIB Imbau Masyarakat Riau Hadiri Kampanye Akbar Syamsuar-Edy Nasution
- Survei PolMark Indonesia, Syamsuar-Edy Bakal Menangi Pilgubri
- Mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah Ajak Masyarakat Riau Menangkan Syamsuar-Edy Nasution
- Lusa, SBY, Romi dan Yusril Kampanye Akbar Firdaus-Rusli di Bangkinang
- Riset Vox Populi: Lukman Edy-Hardianto Menang Pilgub Riau
- Tokoh Minang Nilai Syamsuar Jauh dari Korupsi dan Sangat Paham Budaya Mereka
- Optimis Menang, Puluhan Ribu Saksi Siap Amankan Suara Firdaus-Rusli di TPS
- Lukman Edy-Hardianto Janji Perhatikan Nasib Guru Komite dan Operator Pendidikan
- Syarwan Hamid Yakin Syamsuar-Edy Nasution Mampu Bawa Riau Sejahtera
- Wan Abu Bakar Sebut Syamsuar-Edy Nasution Punya Rekam Jejak yang Meyakinkan
- DIhadiri Syamsuar, Konser Artis Nias Top jadi Istimewa
- Prihatin Angka Putus Sekolah Masih Tinggi,
Lukman Edy-Hardianto Janji Kuatkan Pendidikan Luar Sekolah

- .
- Sambut Idul Fitri dan Jelang Pemilihan,
Syamsuar-Edy Nasution Tulis Surat Cinta Untuk Masyarakat Riau

- Syamsuar Masuk dalam Sejarah Pembangunan Asrama Mahasiswa Sakai di Pekanbaru
- Cagubri Lukman Edy Prihatin dengan Rendahnya Kesejahteraan Guru di Riau
- Kehadiran Syamsuar-Edy Nasution Berlebaran ke Sejumlah Rumah Forkompinda Riau Disambut Hangat
- 11 Hari Jelang Pemilihan, Ustad Kondang di Riau Ini Ajak Masyarakat Coblos Syamsuar-Edy Nasution
- Masyarakat Kuansing Antusias Hadiri Open House Cagubri Lukman Edy
- Hari Pertama Idul Fitri 1439 H, Wardan-SU Gelar Open House


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com