Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Januari 2018 21:52
Zulaikha Wardan Lantik PAC dan Ranting Muslimat NU Tempuling

Rabu, 17 Januari 2018 21:30
Pilgubri 2018, PBB Nyatakan Dukung Firdaus-Rusli Maju Riau Satu

Rabu, 17 Januari 2018 20:39
Sertijab Eselon III dan IV,
Kadisdik Riau Ingatkan Pegawai Segera Beradaptasi dan Koordinasi


Rabu, 17 Januari 2018 20:35
Korupsi Dana Anggaran, Mantan Kepala Bappeda Rohil Dihukum 2 Tahun

Rabu, 17 Januari 2018 20:31
Listrik di Rohul Padam Sejak Tengah Hari, Penjelasan Manager PLN Pasirpangaraian

Rabu, 17 Januari 2018 19:27
Pileg 2019, Bulan Depan Demokrat Riau Buka Pendaftaran Baleg

Rabu, 17 Januari 2018 19:11
Gagal Kabur, Dua Jambret di Pekanbaru ini Lebam Diamuk Massa

Rabu, 17 Januari 2018 19:02
Disdukcapil Pekanbaru Cetak 500 e-KTP Sehari

Rabu, 17 Januari 2018 18:57
Menghadapi Pileg 2019, PAN Rohul Mulai Buka Pendaftaran Bacaleg

Rabu, 17 Januari 2018 18:53
Terduga Bandar Sabu di Pelalawan Diketahui Oknum Pegawai Diskominfo

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 12 Nopember 2017 11:50
Masyarakat Kuansing Berharap Hubungan Bupati dan Wakilnya Terus Harmonis

Duet kepemimpinan Mursini-M Halim diharapkan terus kompak. Masyarakat Kuansing berharap bupati dan wakilnya tetap harmonis.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Masyarakat sangat berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Kuansing, Mursini-Halim agar terus langgeng hubungannya dalam memimpin negeri ini. Jangan terjadi ‘perceraian’ dini antara bupati dan wakil bupati. Semoga hubungan mereka tetap harmonis dan dapat menjalankan roda pemerintahan secara bersama-sama. Saling isi-mengisi, dan saling menutupi kekurangan serta terus berupaya menjalankan amanah masyarakat sesuai dengan komitmen yang dibuat saat mulai berpasangan dulu.

Menurut anggota DPRD Kuansing, Rossi Atali menyarankan, apapun permasalahan yang dihadapi oleh MH hendaknya jangan berdampak buruk terhadap negeri ini. Kata Rossi, mestinyo kedua pemimpin ini membangun kejujuran dan saling keterbukaan. Saling komunikasi lintas intansi. Sehingga kisruh itu tidak terjadi. “MH harus ciptakan stabilitas politik. Sebab itu sebagai salah satu dasar dalam mengelolah pemerintahan yang baik,” tutur Rossi Atali.

Pandangan berbeda juga disampaikan oleh Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi saat berbincang dengan riauterkinicom via telepon. Pria yang akrab disapa Cak Mus ini berpendapat, antara Mursini dan Halim harus saling mengenal bahasa tubuh masing-masing. Dimana, Bupati Mursini ini merupakan tipe kepala daerah yang sangat hati hati dalam mengambil keputusan dan kebijakan. Sementara disatu sisi Wabup Halim ini memiliki tipe cepat tanggap. “Disatu sisi pak Wabup ingin seperti “jalan tol’ tapi ingat pemerintahan berjalan tentu ada rambu rambunya yang harus diperhatikan dan ditaati oleh keduanya. Saling mengisi aja, sehingga keterbukaan dan gesekan sekecil apapun harus dihindari demi Kuansing yang lebih baik kedepan,” tutur Cak Mus.

Selaku yang membidangi masalah pemerintahan, Cak Mus, menyarankan bupati dan wabup menoleh kebelakang bahwa, saat maju Pilkada kemarin tujuannya adalah: untuk selalu bersama menjalankan roda pemerintahan dalam rangka melaksanakan visi dan misi yang (Unggul) demi masyarakat Kuansing.

“Nah sekarang ada kerikil kerikil kecil yang muncul diantara mereka dalam pengambil kebijakan dan keputusan. Contohnya seperti mutasi pegawai di PUPR kemarin yang tanpa mengajak Wabup bicara. Itu artinya ada komunikasi yang tak tuntas,” jelasnya.

Menurut dia, bupati dan wabup soal mutasi maupun melantik pejabat yang telah diasesmen kemarin, maupun mutasi dan evaluasi menyeluruh terkait kinerja masing masing OPD harus saling berkomunikasi dan selesaikan secara tuntas. Banyak sekali kegiatan pemerintah yang harus diselesaikan secara tuntas seperti pembahasan APBD 2018. “Mungkin saja dasar pertimbangan inilah pak bupati masih mengulur ngulur waktu untuk melakukan mutasi baik eselon 2,3 dan 4. Intinya mereka berdua harus saling berkomunikasi tuntas dan jelas,” terang Cak Mus.

Terakhir, Cak Mus berharap agar hubungan antara bupati dan wakil bupati tidak boleh terganggu dengan informasi yang tidak jelas baik dari tim sukses maupun orang luar pemerintahan. "Berpegang saja pada aturan. Sehingga tidak perlu ada istilah sudah mulai tidak sejalan antara bupati dan wakilnya dalam menjalankan roda pemerintahan. Yang rugi adalah masyarakat,” tegas Cak Mus.

Sekedar diketahui, Wakil Bupati Kuansing, H Halim dikabarkan tersinggung akibat mutasi sejumlah pegawai dilakukan secara diam-diam. Kata Halim, Bupati Mursini tidak memberitahu dirinya tentang mutasi itu. Sehingga dirinya merasa dikucilkan dalam hal mengambil kebijakan dan keputusan.

Tragedi “perceraian” dini jika melihat kebelakang, Kabupaten Kuansing ini memiliki pengalaman kelam dimasa lalu. Sebelum masa habis jabatan, bupati dan wakilnya, Sukarmis -Zulkifli “pecah kongsi”. Bulan madu hanya beberapa bulan saja. Akibat pecah kongsi ini sehingga berimbas terhadap jalannya roda pemerintahan.

Pecah kongsi ini biasanya terjadi disebabkan kepala daerah dan wakilnya bekerja demi kepentingannya masing-masing. Akibatnya terjadilah konflik kepentingan di antara keduanya. Potensi terjadinya konflik itu makin besar jika masing-masing didukung oleh partai yang berbeda. Apalagi jika masing-masing bernafsu untuk maju dalam pilkada berikutnya.

Tak jarang konflik itu sudah meluas kepada perpecahan kepada pejabat di bawahnya. Tak heran lahir istilah orang bupati dan orang wakil bupati. Kalau sudah begini, pemerintahan pun tidak berjalan semestinya. Bagai­mana mungkin urusan pembangunan dan ke­ma­syarakatan akan bisa berjalan dengan baik jika antara kepala daerah dengan wakilnya selalu gontok-gontokan. Keduanya saling berhadapan, saling memupuk rivalitas.

Hal itu diperparah oleh adanya ketidakjelasan fungsi, peran dan wewenang masing-masing antara kepada daerah dan wakilnya. Akibatnya pembagian peran dan tanggung jawab itu tergantung pada kese­pakatan keduanya. Tak jarang, kesepakatan itu tidak ada. Inilah salah salah satu sumber disharmonisasi kepala daerah dengan wakilnya yang pada akhirnya terjadi pecah kongsi. “Semoga Mursini-Halim tetap akur selamanya dan berhasil menciptakan perubahan sesuai dengan visi dan misinya,” tutur Mona, salah seorang warga di kecamatan Hulu Kuantan berharap.***(dri)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Pilgubri 2018, PBB Nyatakan Dukung Firdaus-Rusli Maju Riau Satu
- Sertijab Eselon III dan IV,
Kadisdik Riau Ingatkan Pegawai Segera Beradaptasi dan Koordinasi

- Pileg 2019, Bulan Depan Demokrat Riau Buka Pendaftaran Baleg
- Menghadapi Pileg 2019, PAN Rohul Mulai Buka Pendaftaran Bacaleg
- Siap Sukseskan Pilgubri,
72 Anggota PPL se-Pekanbaru Resmi Dilantik

- Maju Pilgubri, Hardianto Siapkan Surat Pengunduran Diri dari Dewan
- Maju di Pilgubri, Surat Cuti Firdaus sebagai Wako Pekanbaru sedang Diproses
- Jelang Pilgubri, Komisi I DPRD Riau Minta ASN Jaga Netralitas di Pilgubri
- Tak Penuhi Panggilan Bawaslu, Ini Alasan Sekda Pekanbaru
- Inspektorat Beberkan 38 Masalah RSUD ke Komisi I DPRD Pelalawan
- Mangkir dari Panggilan Bawaslu, Sekdako Pekanbaru Diduga Mobilisasi ASN Jemput Firdaus Pulang Ambil SK Demokrat dan PPP
- KPU Tegaskan Anggota TNI/Polri tak Bisa Kembali Aktif Setelah Pilkada
- DPRD Riau Upayakan Masyarakat Penghasilan di Bawah Rp3 Juta Punya Rumah
- Legislator Riau Sayed Abubakar Ajak Masyarakat Tidak Beli Beras Impor
- Golkar Pelalawan Bertekad Menangkan Pasangan Andi-Suyatno
- Dewan Desak Kementrian LHK Segera Setujui KLHS RTRW Riau
- Hering DPRD Pelalawan dengan PT Arara Abadi Hanya Berjalan 10 Menitan
- Gubri Optimis Jembatan Siak IV Tuntas Akhir November
- Diusulkan sebagai Bupati Rohul Defenitif, Sukiman Janji Akan Lanjutkan Visi dan Misi
- PD Tuah Sakato Sampaikan ke DPRD Pelalawan TDL Ikut Tarif PLN


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.179.247
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com