Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 18 Nopember 2017 17:38
MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat

Sabtu, 18 Nopember 2017 16:52
Dishub Dumai Segera Tertibkan Travel Ilegal

Sabtu, 18 Nopember 2017 15:03
Diduga Frustasi dengan Penyakitnya,
Seorang Bapak di Gunung Toar Nekad Gantung Diri


Sabtu, 18 Nopember 2017 13:32
1x24 Jam Napi Bandar Narkoba Malaysia Kabur,
Tiga Petugas Kemenkum HAM Lakukan Pemeriksaan 4 Petugas Lapas Bengkalis


Sabtu, 18 Nopember 2017 12:39
Kapolres Kampar Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:41
Asah Kemampuan, Personel Inhil Taja Latihan Bongkar Pasang Senjata SS1

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:38
Duta Rohul, Desa Bangun Jaya Juara Pertama Desa Per PHBS Riau 2017

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:48
Bupati Inhil Buka Perkemahan Karya di Kecamatan Keritang

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:45
Meriahkan Milad Ke-108, Muhammadiyah Pekanbaru Taja Pawai Ta'aruf

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:10
Jatuh ke Sungai Saat Merawai,
Penderita Epilepsi di Concong, Inhil Tewas Tenggelam


 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 13 Nopember 2017 21:43
Harus Menunggu Berjam-jam, Sejumlah Tamu Bupati Kuansing Mengeluh ke Dewan

Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Kuansing ditegur anggota Komisi B DPRD setempat. Pasalnya, mereka tak paham cara memperlakukan tamu, sehingga ada yang harus menunggu berjam-jam demi bisa berjumpa dengan Bupati.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Tamu yang hendak menemui Bupati Mursini di ruangan kerjanya harus rela menunggu berjam-jam. Bahkan ada yang sampai tiga jam lamanya. Kondisi seperti ini sangat disayangkan oleh mereka.

Hal ini terungkap saat hearing Komisi B DPRD Kuansing dengan Bagian Protokoler dan Humas di lingkungan Pemkab Kuansing, Senen (13/11/17). “Ini atas laporan yang dialami oleh masyarakat. Dan juga pejabat di lingkungan pemerintahan. Ada tamu yang nunggu hampir tiga jam lamanya. Baru bisa masuk,” ” ujar Rossi Atali anggota Komisi B DPRD Kuansing kepada Kasubag Humas Protokoler, Muradi tadi pagi.

Kata Rossi, mestinya ajudan bupati itu melihat situasi. Mana tamu yang sifatnya mendesak dan sangat penting, segera ditanggapi. Misalnya, para pejabat yang hendak melaporkan program dan kegiatan serta hal lain yang dianggap butuh waktu cepat kepada bupati. “Atau tamu lain yang sifatnya ada kaitannya dengan pemerintahan. Mana tamu yang sifatnya mendesak dan tamu yang sifatnya hanya silaturahmi, ajudan itu harus tanggap,” saran Rossi.

Komisi B juga menyarankan kepada Bupati Mursini untuk bisa memenej waktu kunjungan tamu. Agar jangan sampai mengganggu aktivitas pemerintahan.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokoler Muradi saat dikonfirmasi riauterkinicom di ruangannya tadi siang membenarkan hal tersebut. Selain itu dirinya mengakui, ajudan telah keliru dalam menjalankan tugas. Oleh sebab itu, katanya, akan segera dievaluasi sehingga pelayanan menjadi lebih baik.

“Untuk pembinaan ini, ke depan kami mengusulkan program pelatihan keprotokoleran,” ujar Muradi.

Atas kekeliruan tersebut, ujar Muradi, dirinya pernah ditegur oleh Kajari Kuansing beberapa waktu lalu. Karena waktu itu Kajari Kuansing dan Kepala Pengadilan Negeri Rengat hendak menemui Bupati Mursini. Oleh ajudan waktu itu tidak langsung dipersilakan masuk. Malahan disuruh menunggu di ruangan tamu.

“Mereka ini kan unsur Forkopimda. Harusnya, ajudan lapor bupati dan langsung dipersilakan masuk,” cerita Muradi sembari berharap hal semacam ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang***(dri)



loading...

Berita Politik lainnya..........
- Sukseskan UMBK, Disdik Riau Ajukan Rp125 Miliar ke Komisi V DPRD Riau
- Anggota DPR RI Idris Laena Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Pelalawan
- Bawaslu RI Gelar Sosialisasi Pilgubri
- Dua Desa di Inhu Terancam Tak Ikut Pilkades Serentak
- Mendagri Sebut Penyerapan Anggaran Daerah Banyak yang tak Fokus
- Razia KTP, Tim Yustisi Pekanbaru Berhasil Jaring 69 Warga 
- Syarat Embarkasi Haji Antara, DPRD Riau Gesa Pengerjaan Ranperda Transportasi Haji Daerah
- 2018, Pemprov Ajukan Rp170 Miliar Bangun Gedung Mapolda Riau
- Cak Imin Terharu Disebut "Next" Wapres
- Sebut Program RAPBD 2018 Tidak Punya Gebrakan,
Masnur Sesalkan Pernyataan Koleganya Muhammad Adil

- Komisi I DPRD Riau Lakukan Observasi ke Balai Besar Rehabilitasi Milik BNN
- Wakil Rakyat Sebut Banyak Program di RAPBD Riau 2018 Tak Punya Gebrakan
- Tindaklanjuti Aspirasi Pekerja RAPP, Dua Waka DPRD Riau Datangi Kementerian LHK
- Cak Imin Nobatkan LE-Asri Auzar "Next" Gubernur dan Wagub Riau"
- Dewan Kuansing Menilai Pemerintah MH Tidak Serius Kelola Pariwisata
- Harus Menunggu Berjam-jam, Sejumlah Tamu Bupati Kuansing Mengeluh ke Dewan
- Hadapi 4 Event Pesta Demokrasi, DPW PKB Riau Gelar Mukerwill
- 2018, Belanja Pemkab Bengkalis Bakal Sentuh Rp3,62 T
- 28 Pejabat di Dinas PUPR Ingin Mundur,
Dewan Ingatkan Bekerja Tetap dalam Koridor Hukum

- Pilgubri 2018, PKS dan Gerindra Riau Sepakat Berkoalisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.134.32
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com