Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 September 2019 11:16
Upika Pangean, Kuansing Dirikan Posko Kesehatan Korban Asap

Kamis, 19 September 2019 11:09
Berduaan dengan Istri Orang, Presdir PT KLK di Dumai Digerebek dan Dibawa Warga ke Polisi

Kamis, 19 September 2019 11:05
Anggota DPRD Bengkalis Berharap Korporasi Bakar Lahan Ditindak Tegas

Kamis, 19 September 2019 10:55
Dijenguk Anggota DPRD Bengkalis, Ortu Bayi Jantung Bengkak Berharap Bisa Cepat Berobat ke Jakarta

Kamis, 19 September 2019 08:57
Prihatin Kabut Asap, FAM Kuansing Bentang Poster dan Bagi Masker

Kamis, 19 September 2019 08:33
Warga Diminta Waspada 5 Penyakit Terdampak Kabut Asap

Kamis, 19 September 2019 08:06
Udara Tidak Sehat, BMKG Rilis Peringatan Dini Bahaya Asap Karlahut

Kamis, 19 September 2019 07:59
Bupati Kuansing Tinjau Upaya Pemadaman Karlahut

Rabu, 18 September 2019 23:30
‎Sekda Rohul Tinjau Alat Penyebrangan Flying Fox di Tambusai yang Viral di Medsos, Begini Katanya

Rabu, 18 September 2019 23:28
PKK Rambah Samo Juara Umum Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Rohul 2019

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 16 Oktober 2017 12:59
ICS Koto Perambahan, Cara Pemkab Kampar Tumbuhkan Kawasan Industri

Pemkab Kampar mendirikan ICS di Koto Perambahan. Salah satu strategi menumbuh-kembangkan kawasan industri.

Riauterkini-BANGKINANGKOTA-Berbagai upaya meningkatkan infrastruktur, industri dan investasi (3i) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar dibawah kepemimpinan H Azis Zaenal,dan Catur Sugeng Susanto.

Salah satu adalah upaya pembangunan Unit Pengolahan Ikan (UPI)/ Integrated Cold Storage (ICS) atau Fasilitas Pendinginan Ikan Terintegrasi.

Lokasi yang akan dibangun adalah di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa. Lahan ini sebelumnya pernah direncanakan akan dibangun pabrik pengalengan ikan kerjasama Pemkab Kampar, Pemprov Riau dan PT Bonecom (Kamparicom).

Untuk mewujudkan rencana itu, Bupati Kampar Azis Zaenal beserta Wakil Catur Sugeng Susanto, Sekda Kampar Yusri, Asisten II Setdakab Kampar Nurbit, Kepala Dinas Perikanan Kampar Usman, Camat Kampa Alkausar serta pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya telah meninjau lahan tersebut, Kamis (12/10/17) lalu.

Peninjauan ini diikuti masyarakat dan Kepala Desa Koto Perambahan M Yusuf.

Bupati Kampar H Azis Zaenal dalam kesempatan ini menyampaikan, di lahan seluas 68 hektare ini Pemkab Kampar akan membangun Pusat Industri Perikanan berupa Unit Pengolahan Ikan/Fasilitas Pendinginan Ikan Terintegrasi dengan daya produksi 13,10, 5 ton/hari dengan kapasitas pendinginan 200 ton.

Saat ditanya mengenai status pembangunan yang dulu pernah dicanangkan namun selama beberapa periode terbengkalai dan tidak ada proses pembangunan, Azis menggambarkan pemerintah daerah adalah pihak yang dirugikan terutama masyarakat dan pelaku usaha perikanan.

"Pemerintah dan masyarakat dirugikan, nyatanya cold storage tak jadi, uang kita hilang. lahan sudah dibebaskan dan orangnya tak jelas artinya tidak ada pembangunan," ungkap Azis saat itu.

Azis mengatakan, lokasi ini hendaknya bukan hanya sebagai sentra industri perikanan yang tidak hanya berbasis pada sektor perikanan namun juga kedepannya menjadi ikon baru Kabupaten Kampar terutama dibidang pariwisata, masyarakat dapat menikmati proses pengelolaan ikan dan juga menikmati suasana wisata di Tepian Sungai Kampar plus wisata kuliner.

Mengenai pendanaan untuk pembangunan kawasan ini, Azis mengaku telah memerintahkan Kadis Perikanan Kampar Usman Amin untuk merebut dana pusat dan akhirnya pemerintah pusat memberikan bantuan sebanyak Rp 20 miliar. Pembangunan akan dimulai pada tahun 2018 mendatang.

Untuk itulah Pemkab Kampar mendesak pemerintah pusat melalui APBN. "Alhamdulilah tahun ini kita mendapat bantuan Rp 20 miliar untuk membangun cold storage baru dan industri perikanan," terangnya.

Meski Integrated Cold Storage (ICS) atau Fasilitas Pendinginan Ikan Terintegrasi di Desa Koto Parambahan, Kecamatan Kampa belum beroperasi, namun Pemkab Kampar sudah memikirkan pasarnya. Bahkan, kebutuhan pasar mencapai 35 ton per hari.

Bupati Kampar Azis Zaenal mengatakan, hasil produksi ICS atau unit pengelolaan ikan (UPI), menjajal pasar internasional. Kebutuhan pasar mencapai 35 ton ikan per hari. Untuk 35 ton ini, akan membutuhkan 160 ton bahan baku. Artinya, dalam satu pekan produksi satu kontainer.

Dijelaskan Azis, ada dua jenis ikan yang dibutuhkan. Yakni ikan patin dan lele. Setelah diolah, ikan akan dikirim ke beberapa negara. Ikan lele ini diekspor ke Korea. Kalau patin, diekspor ke Abudabi dan Arab Saudi.

Pemkab Kampar benar-benar serius dalam pengelolaan industri pendinginan ikan ini.

"Ini nggak main-main kita. Sudah sampai ke pemasaran kita. Insyaallah lah," kata Azis.

Ia juga menjelaskan, industri ini nantinya dikelola oleh pihak ketiga. Sistem kerja samanya dituangkan dalam MoU. Setelah itu, baru diperdakan terkait sistem pembagian hasil.

Untuk kebutuhan lahan dan infrastruktur jalan masuk akan ditanggung Pemkab Kampar. Sementara bangunannya dari pemerintah pusat. Pemasaran dan sistem produksinya dari pihak ketiga.

Untuk pengelolaan industri pendinginan ikan ini kata Azis, sudah dianggarkan di APBN. Sehingga tidak memberatkan ke APBD Kampar.

Bangunan untuk industri ini bakal segera didirikan. Bahkan, proses tendernya sudah dimulai. "Ini saya tidak main-main. Nilainya lebih dari Rp17 miliar. Itu baru konstruksinya saja," katanya.

Pendirian industri kata Azis, jelas akan memiliki multiplier effect. Selain memperluas pasar, juga akan menyerap kebutuhan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran yang saat ini di Kampar cukup tinggi. Industri akan memberikan kesempatan kerja yang lebih luas kepada masyarakat Kabupaten Kampar. Sehingga nantinya akan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Azis kepada wartawan baru-baru ini menyebutkan, potensi perikanan Kabupaten Kampar untuk jenis ikan air tawar cukup besar dan menguasai pangsa pasar di Riau dan sekitarnya. Budidaya ikan air tawar berkembang pesat baik melalui kolam maupun keramba apung.

Untuk itu, Pemkab Kampar akan terus mendorong usaha masyarakat ini dan membantu pemasaran ikan, salah satu dengan pendirian unit pendingin ikan ini.

Kabupaten Kampar saat ini telah dikenal sebagai daerah penghasil ikan air tawar seperti patin, jelawat, baung, nila dan lele.

Bahkan, masyarakat telah mampu mengolah ikan segar dengan berbagai produk olahan seperti ikan salai, nugget dan kerupuk yang mendapat tempat di pasar lokal dan pasar luar Kabupaten Kampar bahkan luar negeri.

Pemkab Kampar juga terus berupaya mendorong promosi produk lokal Kampar. Salah satu melalui kegiatan Riau Expo 2017 baru-baru ini di Pekanbaru di parkiran Ballroom Co Ex Ska Pekanbaru Oktober 2017 lalu.

Riau Expo 2017 memiliki tujuan untuk mengenalkan produk - produk unggulan yang dapat dikembangkan serta peningkatan investasi di kabupaten/kota maupun dunia usaha yang mengikuti pameran tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kampar Azis Zaenal beserta rombongan meninjau stand milik Kabupaten Kampar yang terletak di pojok kiri dari pintu masuk ballroom yang bersebelahan dengan stand milik kota Semarang Jawa tengah yang juga ikut serta.

Azis mengapresiasi dan merasa bangga sebagai masyarakat Kampar karena produk unggulan kampar dapat di perkenalkan dan dijual kepada pengunjung stand.

"Di Riau Expo 2017 ayo kunjungi Stand Kampar, kita akan diperkenalkan dengan produk yang cukup banyak, ini mengenalkan Kampar secara luas kepada masyarakat pengunjung pameran."ungkap Azis


Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Anggota DPRD Bengkalis Berharap Korporasi Bakar Lahan Ditindak Tegas
- Giliran Hamulian Ambil Formulir Penjaringan Bakal Cabup Rohul di PDI Perjuangan
- Ini Pemicu dan Isi Mosi Tidak Percaya ke Ketua DPD PAN Pelalawan
- Ketua DPD PAN Pelalawan Digoyang Mosi Tidak Percaya
- Gandeng IDI dan PERSI, DPRD Riau Dirikan Posko Kesehatan Kedap Asap
- Politisi Senior Ini Siap Diusung Menjadi Balon Bupati Bengkalis
- Setelah ke PDIP,
Wabup Bengkalis Mendaftar Penjaringan Balon Bupati ke DPD PAN

- Ketua Sementara DPRD Riau Jumpai Seratusan Massa UIR
- DPRD Pelalawan Gelar Paripurna Penetapan 7 Fraksi dan Pimpinan
- Tengku Zulkenedy Yusuf, Anggota DPRD Termuda di Riau dari PKS Resmi di Lantik
- 40 Anggota DPRD Siak 2019-2024 Dilantik, Zulkifli Jadi Ketua Sementara
- Wakil Rakyat Kepulauan Meranti Periode 2019-2024 Resmi di Lantik
- Sidang Paripurna Perdana Pasca Pengambilan Sumpah, DPRD Bengkalis Bentuk Fraksi
- Pengurus DPC PDI Perjuangan Tinjau Posko Kesehatan di Pangkalan Kerinci
- Usai Bersumpah Berjanji, Enam Anggota DPRD Bengkalis Ini Langsung Tepuk Tepung Tawar
- Demo Mahasiswa dan SAPMA PP Warnai Pelantikan Anggota DPRD Kepulauan Meranti Periode 2019-2024
- Satu Ambil Formulir Satu Lagi Mendaftar,
Dua Mantan Pimpinan DPRD Pelalawan Incar Sampan PDI Perjuangan

- 45 Anggota DPRD Inhil Dilantik
- Balon Bupati Wakil Bupati Pilkada 2020,
Wabup Bengkalis Mendaftar di PDIP dan Tiga Kandidat Mendaftar ke PAN

- Berikut 19 Desa di Kabupaten Rohul yang Melaksanakan Pilkades Serentak 2020


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com