Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Mei 2018 09:20
Tiga Warga Tapung Hulu Ditangkap Polres Kampar Saat Pesta Sabu

Senin, 21 Mei 2018 06:57
Menginap, Andi dan Wardan Blusukan ke Pasar Ramadhan dan Sholat Tarawih di Guntung

Ahad, 20 Mei 2018 21:25
Gerebek Pesta Sabu di Mahato, Satres Narkoba Polres Rohul Ciduk 2 Laki-laki

Ahad, 20 Mei 2018 18:16
Kasatpol PP Inhil Imbau Pengelola Tempat Hiburan Malam Hentikan Aktifitas Selama Ramadhan

Ahad, 20 Mei 2018 17:42
BPBD Riau: Status Siaga Darurat Asap Segera Diperpanjang

Ahad, 20 Mei 2018 16:31
Mahasiswa Wharton School dan SMU Pelajari Praktik Sustainability APRIL

Ahad, 20 Mei 2018 15:40
5 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Rohil dan Dumai

Ahad, 20 Mei 2018 13:54
Dirapel Dua Bulan, Pemprov Bayarkan Single Salary ASN

Ahad, 20 Mei 2018 13:51
Polisi Diminta Tindak Tegas Balapan Liar di Sudirman Bengkalis

Ahad, 20 Mei 2018 13:48
Kampanye Bersama di Pelangiran, Wardan dan Andi Rachman Kian Kompak

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Pebruari 2018 14:07
Tolak Waduk Serbaguna Lompatan Harimau, Aliansi Masyarakat Cipang Ngadu ke DPRD Rohul

Aliansi Masyarakat Cipang mendatangi DPRD Rohul. Mereka menyampaikan penolakan rencana proyek waduk serbaguna Lompatan Harimau.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Aliansi Masyarakat Cipang dari empat desa menolak pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau dilakukan pemerintah pusat di Desa Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).‎‎

Penolakan pembangunan Waduk serba guna Lompatan Harimau disampaikan puluhan masyarakat perwakilan dari Aliansi Masyarakat Cipang pada hearing dengan wakil rakyat, dipimpin Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, Senin sore (12/2/2018).

Sebelum mengadu ke DPRD Rohul, awalnya warga empat desa berencana melakukan unjuk rasa bertepatan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Desa Bukit Intan Makmur, Kecamatan Kunto Darussalam, Rohul. Namun agenda orang nomor satu di Indonesia tersebut ditunda sampai batas waktu yang belum ditetapkan.‎

Hearing dengan masyarakat empat desa, yakni‎ warga Desa Cipang Kiri Hulu, Desa Cipang Kiri Hilir, Desa Cipang Kanan, dan Desa Tibawan, turut dihadiri ‎Ketua Komisi I DPRD Rohul Mazril, Sekretaris Komisi I Adam Syafaat, Novliwanda dan Amron Rosadi. Hadir juga Kasat Intelkam Polres Rohul AKP Aditya Reza.

Sedangkan perwakilan dari warga empat desa di antaranya Juru Bicara warga empat desa Revika Putra S.Pd selaku Ketua BPD Cipang Kiri Hilir, Kepala Desa Cipang Kiri Hilir Azwir Abbas, ninik mamak ZET Datuk Kayo, serta Tokoh Mahasiswa Rio Andri.‎

Juru bicara warga empat desa dari Aliansi Masyarakat Cipang, Revika Putra, mengatakan kedatangan mereka ke DPRD Rohul adalah untuk meminta wakil rakyat untuk mendesak pemerintah pusat membatalkan proyek pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau.

Menurut Revika, dampak dari proyek pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau dikhawatirkan akan merendam empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto, seperti Desa Cipang Kiri Hulu, Desa Cipang Kiri Hilir, Desa Cipang Kanan, dan Desa Tibawan.

Revika mengatakan proyek waduk serba guna Lompatan Harimau akan mengusir warga empat desa dari kampung halaman mereka, termasuk menghilangkan kultur budaya, dan tentunya akan menenggelamkan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat, seperti terjadi saat proyek PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar.

"Jika pembangunan waduk tetap dilanjutkan, maka akan ada sekitar 10.000 jiwa penduduk harus pindah dari kampung halaman, karena kampung akan ditenggelamkan seperti yang pernah terjadi pada pembangunan PLTA Koto Panjang Kampar," ungkap Revika.‎

Saat ini, sambung Revika, warga empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto sepakat untuk menolak pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau. Mereka juga menolak direlokasi dari kampungnya, dan sudah "harga mati".

"Kami menilai pembangunan waduk serba guna ini lebih banyak dampak negatifnya dari pada positifnya, jadi kami tetap menolak, karena kami yang akan merasakan dampaknya," tegas Revika.

Masih di tempat sama, Ninik mamak ZET Datuk Kayo mempertanyakan proyek pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau di Desa Rokan Koto Ruang. Menurutnya, mega proyek pemerintah pusat ini akan mengorbankan warga empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto.‎

Menanggapi penolakan masyarakat empat desa dari Rokan IV Koto, Ketua DPRD Kelmi Amri berjanji segera agendakan rapat dengan pihak terkait, yakni Pemkab Rohul untuk mendapatkan informasi lengkap tentang program pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau, sehingga bisa diambil kesimpulan.

"Terus terang saja pemerintah (pusat) belum pernah menyampaikan ke dewan rencana pembangunan waduk (Lompatan Harimau) itu secara lengkap, baru sebatas wacana secara umum saja, sehingga paling lambat Senin depan kita dalam hal ini komisi I akan hearing dengan Pemkab Rokan Hulu," sampai Kelmi.

Mantan Ketua KNPI Kabupaten Rohul menyebutkan pihaknya akan meminta pemerintah menjelaskan dampak pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau, dan kontribusi apa yang akan didapatkan nantinya.‎

"Kami mohon bapak-bapak bersabar, dewan pasti menindaklanjuti hal ini. Setelah kita pelajari dan menerima penjelasan lengkap, nanti kita akan bersikap, percayalah anggota dewan akan tetap berpihak pada keinginan masyarakat," janji Kelmi kepada warga empat desa di Rokan IV Koto.‎

Dalam hearing terungkap, bahwa proyek waduk serba guna Lompatan Harimau di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rohul, Riau, tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 yang akan menelan dana APBN sekira Rp 3 triliun.

Sebelumnya, warga empat desa bersama mahasiswa juga sudah berkali-kali melakukan aksi unjukrasa penolakan pembangunan waduk serba guna Lompatan Harimau di kantor Gubernur Riau dan Polda Riau.‎

Bahkan, ribuan warga empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto juga berencana akan berunjuk rasa menyambut kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Rohul, dengan agenda memberikan bantuan Program Sawit Rakyat (PSR). Namun agenda ditunda, sehingga warga empat desa gagal bertemu Presiden Jokowi.

Ribuan warga dari empat desa bermaksud menyampaikan aspirasi ke Presiden Jokowi agar pemerintah pusat membatalkan proyek waduk serba guna Lompatan Harimau di Desa Rokan Koto Ruang, karena akan menenggelamkan desa mereka.

‎Informasi dirangkum riauterkinicom, waduk serba guna Lompatan Harimau bukan‎ hanya akan dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh pemerintah pusat, namun untuk mengaliri lahan pertanian, serta dijadikan objek wisata.***(zal)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Menginap, Andi dan Wardan Blusukan ke Pasar Ramadhan dan Sholat Tarawih di Guntung
- Kampanye Bersama di Pelangiran, Wardan dan Andi Rachman Kian Kompak
- Ribuan Masyarakat Batak Anggota Parna Siap Dukung Andi-Yatno di Pilgubri
- Dukungan Makin Bulat di Setiap Daerah, Firdaus-Rusli Semakin Optimis Menang
- Paslon 4 Blusukan ke Pasar Ramadhan Ujung Batu Rohul,
Andi Rachman: Stabilitas Harga Perlu Dijaga Selama Ramadhan

- Hadiri Pelantikan MKGR Riau, 7 ASN Pelalawan Dipanggil Panwaslu
- Kampanye di Kuansing, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan kepada Firdaus-Rusli
- Siak Raih Opini WTP ke-7, Syamsuar: Terimakasih Pejabat dan Pegawai Telah Bekerja dengan Baik
-
-
- Hanya untuk Rumah, Legislator Pelalawan Dapat Rp10,5 Juta/Bulan
- Keenam Kalinya, Pemprov Riau Raih WTP dari BPK RI
- Golkar Optimis Paslon 4 Raih 40 Persen di Kampar
- Ramadhan, Paslon Dilarang Kampanye
- Pengusaha Senang, Zaman Andi Rachman Tak Lagi Sulit Urus Perizinan
- Kenal dengan Alm Ipda Auzar,
Cawagubri Edy Nasution: Ia Polisi yang Harus Dicontoh

- Lukman Edy-Hardianto Kutuk Aksi Teror di Mapolda Riau
- Ketua DPRD Pelalawan Minta Panwaslu Bekerja Sesuai UU
- Anggota DPR RI Jon Erizal Pastikan Evaluasi Siskeudes untuk Lindungi Aparatur Desa
- Penurunan Pertalite Terkendala Perda Masih Tertahan di Kemendagri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com