Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 22 Pebruari 2018 11:29
PPPES Gelar Gotong-royong Bersih-Bersih DAS Siak

Kamis, 22 Pebruari 2018 10:25
Kajari Rohil Serahkan Dua Ekor Elang Laut ke BBKSDA Riau

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:36
Lima Unit Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:34
Kunjungi Saleh Djasit, LE Diskusikan Misi Bangkitkan Riau

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:30
Berprestasi Tahun 2017, Polres Rohul Terima Dua Penghargaan dari Kapolda Riau

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:28
RAL Ditutup, Dewan Minta Hutang Rp54,8 Miliar ke Bank Muamalat Tetap Dibayar

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:24
Ipemakusi Sumbar Dukung Pengadaan Mobnas Bupati Kuansing

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:23
Tinjau MDA Terbakar, Bupati Meranti Janji Bantu Bangun Kembali

Kamis, 22 Pebruari 2018 08:17
Presma UR Siap Maju Sebagai Calon Koordinator Pusat BEM SI

Kamis, 22 Pebruari 2018 06:55
Diduga Sakit, Pegawai Bapenda Riau Unit Duri Meninggal di Kamar Kos

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Pebruari 2018 13:06
Panwaslu Rohul Deklarasi Bersama Tolak dan Lawan Politik Uang, Serta Politisasi SARA

Dalam rangka menciptakan iklim demokrasi yang sehat di Pilkada Riau 2018, Panwaslu Rohul menggelar deklarasi bersama menolak dan melawan politik uang dan politisasi SARA.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Deklarasi Bersama Tolak dan Lawan Politik Uang, serta Politisasi SARA‎, Rabu (14/2/2018).

Ikrar deklarasi bersama dipusatkan di Taman Kota Pasirpangaraian, diikuti Panwas kecamatan dan Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Rohul, perwakilan Polres Rohul, Komisioner KPU Rohul, serta masyarakat.

‎Pada deklarasi bersama dengan tema "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu", anggota Panwas kecamatan dan PPL ikrarkan 5 poin janji‎ dalam menolak dan melawan politik uang, serta politisasi SARA.

Lima poin ikrar dibacakan, yakni pertama mengawal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018 dari politik uang dan politisasi SARA karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Kedua, Panwas tidak menggunakan politik uang dan SARA sebagai cara mempengaruhi pilihan pemilih karena mencederai integritas penyelenggaraan Pilkada. Ketiga, mengajak pemilih untuk menentukan pilihan secara cerdas berdasarkan visi, misi dan program kerja, bukan karena politik uang dan SARA.

Ke empat, mendukung pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politik uang dan politisasi SARA dilakukan oleh Pengawas Pemilu.

Dan kelima, tidak akan melakukan intimidasi, ujaran kehencian, kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses penanganan pelanggaran politik uang dan SARA.

Di sela acara deklarasi, Ketua Panwaslu Kabupaten Rohul ‎Fajrul Islami Damsir SH, MH, mengatakan deklarasi bersama adalah upaya menghadapi Pilkada Riau atau Pilgubri 2018, mulai tahapan kampanye tanggal 15‎-23 Juni 2018, dengan tujuan menciptakan suasana yang kondusif.

"Artinya, suasana yang betul-betul damai, menghindari terhadap hal-hal ‎berbau kecurangan dan pelanggaran-pelanggaran selama Pilkada 2018. Ini maksud dan tujuan kami mengadakan acara deklarasi damai ini," jelas Fajrul.

Fajrul mengungkapkan ada dua jenis pelanggaran sensitif yang sangat krusial terjadi di Indonesia, seperti politik uang dan isu SARA di tengah-tengah masyarakat.

Upaya minimalisir politik uang di masyarakat atau 'serangan fajar', Fajrul mengaku Panwaslu Rohul melakukan upaya dalam bentuk sosialisasi ke masyarakat calon pemilih.

Selain itu, Panwaslu Rohul juga tetap melakukan upaya pencegahan dan pengawasan di setiap aspek di lingkungan kemasyarakatan bahwa masalah politik uang dan SARA sangat sensitif.

Mengantisipasi itu, Panwaslu Rohul melibatkan seluruh stake holder yang ada, baik unsur ulama, unsur masyarakat, tokoh masyarakat, dalam meminimalisir gangguan-gangguan selama pelaksanaan Pilkada Riau 2018 ke depan, khususnya menjelang tanggal 23 Juni.

Untuk mencegah isu SARA, Fajrul meminta masyarakat lebih mengedepankan keamanan, tidak membedakan suki, agama atau ras.

"Bahwa politisisasi SARA itu sangat tidak bermartabat," imbaunya.

Panwaslu Rohul, diakui Fajrul, sudah memetakan daerah-daerah yang rawan kecurangan saat pelaksanaan Pilkada 2018, Kecamatan Kabun yang berbatasan dengan Kampar,‎ Kubang Buaya Kecamatan Rokan IV Koto dengan Sumbar, dan Tambusai Utara dengan Rokan Hilir.

Fajrul mengimbau Panwas kecamatan dan PPL benar-benar melaksanakan kewajiban dan melaksanakan tugas wewenangnya. Meski demikian, tugas Panwas, PPL, dan Panwaslu Rohul tetap mengedepankan pengawasan dan pencegahan‎, dan mengantisipasi kecurangan saat penyelenggaraan.

Fajrul juga meminta Panwas kecamatan dan PPL menjaga kontitusi masyarakat, khususnya khususnya masyarakat Rohul, bagaimana hak pilih atau hak konstitusi pemilih tidak terabaikan‎ atau tidak dirugikan.

"Inilah yang kita kedepankan khusus kepada kawan-kawan di PPL kecamatan,"‎ tandas Fajrul.***(zal)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Kunjungi Saleh Djasit, LE Diskusikan Misi Bangkitkan Riau
- RAL Ditutup, Dewan Minta Hutang Rp54,8 Miliar ke Bank Muamalat Tetap Dibayar
- Arsyadjuliandi Rachman Buka Festival Band Remaja se Kecamatan Tualang, Siak
- Ini Jurus LE-Hardianto Menghapus "Fee Belah Semangka"
- Terbukti Berhasil Bangun Inhil,
Alasan Syamsuddin Mau Jadi Wakil Wardan

- Dikunjungi Syamsuar, Pedagang Pasar Terapung Inhil Sampaikan Kekecewaannya Terhadap Pemprov
- RTRW Riau Belum Disahkan, 351 Izin Tak Bisa Dikeluarkan
- Pemerintah RI Beri Perhargaan Terbaik Pencapaian WTP Pekanbaru 2016
- Blusukan ke Pasar Perawang, Andi Dudukung Lanjutkan Pimpin Riau
- Pilkda Inhil, Tokoh Masyarakat Kemuning Siap Menangkan Wardan-SU
- Tanpa Dihadiri Harris, Arsyadjuliandi Rachman Kampanye Dialogis di Pelalawan
- Cawagubri Hardianto Prihatin, Pinggiran Pekanbaru Masih Tertinggal
- Cagub Arsyadjuliandi Rachman Ngopi Bareng Tokoh Masyarakat Pelalawan
- LAM Tabalkan Gelar Adat untuk UAS,
Syamsuar-Edy: Beliau Layak Mendapatkan

- Dirjen Otda: Jumlah Penduduk Ikut Pilkada Serentak 2018 Sebanyak 160 Juta
- Kecewa Pembangunan tak Merata,
Seorang Dewan Sebut Siak Hulu Rela Berpisah dengan Kampar

- Pemprov Riau Diminta Tiru Kaltim Cara Salurkan Beasiswa
- Dewan Dukung Pemkab Kuansing Terima Honor Kontrak
- Coret Plang Nama Kantor Bupati Kuansing,
Legislator Ini Sebut Itu Salah, tapi Jangan Laporkan

- Partai Koalisi Jamin Pasangan AYO Menang Telak di Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.90.119.59
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com