Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Ahad, 24 Juni 2018 21:57
‎Komisioner KPU Rohul Sisir APK di Kecamatan, Pasirpangaraian Dipastikan Sudah Bersih

Ahad, 24 Juni 2018 21:41
Jangan Golput, Apkasindo Riau Minta Petani Sawit Salurkan Hak Politiknya

Ahad, 24 Juni 2018 21:18
Sekubik Pasir Pulau Rupat Dijual Rp250 Ribu di Pulau Bengkalis

Ahad, 24 Juni 2018 21:16
Masa Tenang, Panwaslu di Kampar Lakukan Patroli Pengawasan

Ahad, 24 Juni 2018 20:54
Biaya Perawatan Korban Ditanggung,
Ini Penyebab Plafon Masjid Agung Islamic Center Rohul Runtuh Versi Pengelola


Ahad, 24 Juni 2018 20:49
Bupati Rohul Sebut Pemekaran 20 Desa Persiapan karena Kepedulian Gubri

Ahad, 24 Juni 2018 20:34
‎Plafon Masjid Agung Islamic Center Rohul Runtuh, Warga Asahan Sumut Dirawat di RSUD

Ahad, 24 Juni 2018 20:30
Serah Terima Jabatan Wali Kota Pekanbaru: Terima Kasih Pak Ayat Cahyadi

Ahad, 24 Juni 2018 15:17
Ajak Gunakan Hak Pilih di Pilgubri,
Ketua IPMK2M Pekanbaru: Money Politik dan Golput Mencederai Demokrasi


Ahad, 24 Juni 2018 15:14
Dikawal 'Ketat' Polisi, Hari Ini KPU Bengkalis Distribusikan Logistik Pilgubri ke Kecamatan

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Pebruari 2018 19:42
Lahannya Diserobot PT SBBI,
Masyarakat Anak Talang, Inhu Mengadu ke DPRD Riau


Utusan masyarakat dari Desa Anak Talang, Inhu datang ke Kantor DPRD Riau. Mereka mengadukan nasib lahannya yang diserobot PT BBSI.

Riauterkini-PEKANBARU- Sejumlah masyarakat dari Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Inderagiri Hulu (Inhu) adukan nasib lahannya yang diserobot oleh perusahaan ke anggota DPRD Riau dari Dapil Inhu-Kuansing.

"Puncaknya, Bulan Januari kemarin, PT BBSI (Bukit Batabuh Sungai Indah) dengan egonya serobot lahan kami tanpa pemberitahuan terlebih dahulu," kata Subir Salam, salah seorang tokoh masyarakat kepada riauterkinicom, Senin (19/02/18).

Perusahaan ceritanya, mengklaim lahan masyarakat yang luasnya sekitar 300 hektar merupakan lahannya. Di atas lahan yang dimaksud, masyarakat menanam kebun sawit dan karet.

"Sampai saat ini, sudah 100 batang sawit dan 1 hektar kebun karet masyarakat yang dirusak. Sawit yang umurnya di bawah 2 tahun habis dibabat mereka, yang di atas 4 tahun, mereka tanami akasia di sekitar sawit yang akhirnya membuat sawit mati oleh pupuk akasia itu," jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Rohman Janidir, Kepala Desa terpilih. Ia menjelaskan, perusahaan sebenarnya tidak punya hak atas lahan masyarakat tersebut. Apalagi, masyarakat sudah mengelola lahannya sebelum izin perusahaan dikeluarkan.

"Perusahaan baru punya izin sekitar tahun 2002 lalu, sementara masyarakat sudah menanam sawit maupun karet jauh sebelum tahun 2002. Perusahaan tidak boleh main sepihak begitu saja," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, masyarakat setempat dengan perusahaan sebenarnya pernah membuat kesepakatan yang isinya, perusahaan tidak akan merusak tanaman masyarakat. Namun, kesepakatan yang dibuat tahun 2007 lalu, ternyata tidak pernah diindahkan oleh perusahaan sampai saat ini.

"Akibat ulah perusahaan, sekarang ini banyak masyarakat menjerit karena tanaman mereka dirusak. Sawit dan karet itu lah sumber penghidupan mereka, kalau dirusak, kami mau makan apalagi," imbuhnya.

Rencananya, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melaporkan hal ini ke penegak hukum.

Menanggapi hal ini, Yulisman, anggota DPRD Riau dari Dapil Inhu-Kuansing menyambut baik aduan yang disampaikan. Politisi Golkar ini meminta perusahaan agar berjalan dengan mekanisme yang ada.

"Kita berharap perusahaan untuk sementara tidak melakukan aksi penyerobotan sampai persoalan ini selesai antara kepentingan masyarakat dan perusahaan. Jangan ada arogansi yang ditonjolkan," sebutnya.

Terakhir anggota Komisi I DPRD Riau meminta kepada masyarakat agar membuat surat resmi aduan agar bisa menindaklanjuti persoalan ini, termasuk memanggil hearing perusahaan yang dimaksud. ***(ary)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- ‎Komisioner KPU Rohul Sisir APK di Kecamatan, Pasirpangaraian Dipastikan Sudah Bersih
- Jangan Golput, Apkasindo Riau Minta Petani Sawit Salurkan Hak Politiknya
- Masa Tenang, Panwaslu di Kampar Lakukan Patroli Pengawasan
- Bupati Rohul Sebut Pemekaran 20 Desa Persiapan karena Kepedulian Gubri
- Serah Terima Jabatan Wali Kota Pekanbaru: Terima Kasih Pak Ayat Cahyadi
- Ajak Gunakan Hak Pilih di Pilgubri,
Ketua IPMK2M Pekanbaru: Money Politik dan Golput Mencederai Demokrasi

- Dikawal 'Ketat' Polisi, Hari Ini KPU Bengkalis Distribusikan Logistik Pilgubri ke Kecamatan
- Hari Tenang, Tim Gabungan di Bengkalis Bongkar Puluhan APK Pilgubri
- Masuk Masa Tenang, KPU Bersihkan Alat Peraga Peserta Pilgubri
- Warung Pengawasan Bentuk Sosialisasi dan Edukasi untuk Masyarakat
- Lagu Lancang Kuning Berlayar Malam Gambarkan Kegigihan Andi Rachman Memimpin Riau
- DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa Memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-234
- Dihadiri Seribuan Massa, Firli Gelar Kampanye Terbuka Terakhir di Duri
- Meski Merasa Dicurangi, Syamsuar Tetap Tenang di Debat Kandidat II Pilgubri 2018
- Abdul Wahid Yakin Peluang Lukman Edy-Hardianto di Pilgubri Sangat Bagus
- Anggota DPRD Bengkalis Bagi Sembako pada Keluarga Korban PHK di Duri
- Obati Kekecewaan Warga, Debat Peserta Pilkada Riau II Nanti Siaran ulang di TVRI
- Debat Kandidat, Cagubri Zaman Now Tetap Unggulkan Program Satu Desa Rp1 Miliar
- ‎Apel Siaga Jelang Pilgubri 2018,
Ribuan Kader Demokrat Rohul Diajak Menangkan Firli

- Debat Kandidat, Cagubri Nomor Urut Satu Keluhkan Kualitas Mikrofon Tak Jernih


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com