Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 September 2018 01:06
RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK

Jum’at, 21 September 2018 00:58
KPU Inhu Tetapkan 2 Mantan Napi Korupsi Dalam DCT

Kamis, 20 September 2018 22:18
BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha

Kamis, 20 September 2018 22:10
Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 20 September 2018 20:18
Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman

Kamis, 20 September 2018 20:03
KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019

Kamis, 20 September 2018 19:59
Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi

Kamis, 20 September 2018 19:55
KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019

Kamis, 20 September 2018 19:19
KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019

Kamis, 20 September 2018 18:58
Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 14 Mei 2018 17:55
Cawagubri Edy Nasution Buat Laporan Pelanggaran APK di Panwaslu Inhil

Cawagubri Edy Nasution memberikaan contoh baik saat melihat sebuah pelanggaran. Melihat pemasangan APK yang salahi aturan di Inhil, ia laporkan ke Panwaslu.

Riauterkini-INHIL- Saat melaksanakan kampanye tatap muka dan dialogis yang sudah dijadwalkan sesuai dengan STTP di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Calon Wakil Gubernur Riau, Edy Nasution mendapati sebuah alat peraga kampanye (apk) yang diduga menyalahi aturan PKPU nomor 4 tahun 2017.

Usai kembali dari lokasi kampanye dan hendak istirahat, Edy Nasution terkejut melihat adanya dua buah spanduk milik salahsatu pasangan calon (paslon) yang dibentangkan disebuah pagar rumah samping Jalan Hotel Elite di Kota Tembilahan.

Dirinya yang merasa ada yang salah dengan alat peraga kampanye itu pun langsung mencari tahu dimana Kantor Panwaslu Kabupaten Indragiri Hilir. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuknya mendapati Kantor Pamwaslu Inhil.

Saat menyambangi Kantor Panwaslu Inhil, Edy Nasution diterima oleh anggota Panwaslu Inhil, Rois Habib. Diskusi dimulai dengan pertanyaan dari Edy Nasution terhadap alat peraga kampanye yang diduga tidak sesuai aturan tersebut.

"Saya melaporkan ini untuk memberikan contoh, sekakigus mengedukasi masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika ditemukannya ada kesalahan dalan kampanye Pilgubri 2018 ini. Karena jika kesalahan biarkan didepan mata, berarti kita setuju dengan kesalahan tersebut. Dan inilah yang saya ingin rubah," kata Edy Nasution, Sabtu (12/5/2018) malam.

Mulai dari proses pelaporan hingga eksekusi dibutuhkan waktubselama 5 hari. Hal ini sangat disayangkan oleh Edy Nasution yang seharusnya jika memang ditemukan adanya pelanggaran bisa langsung ditindaklanjuti Panwaslu kecamatan, kelurahan dan desa.

"Kalau untuk memproses saja membutuhkan waktu yang lama. Bagaimana bisa menurunkan spanduk dan baliho yang menyalahi aturan. Apalagi penurunan baliho dan spanduk diharuskan bekerjasama dengan Saatpol PP," ujar Edy Nasution.

Menerima laporan Cawagub Riau Edy Nasution, anggota Panwaslu Inhil, Rois Habib akan melakukan analisa terlebih dahulu. Pihaknya juga sudah mendokumentasikan atas spanduk yang dilaporkan Edy Nasution tersebut.

"Memang kalau disain spanduknya bukan yang sudah diputuskan KPU Riau. Artinya disain spanduk tersebut tidak sesuai dengan yang dilaporkan paslon ke KPU Riau. Kita akan menyurati KPU Riau terlebih dahulu untuk menindaklanjuti laporan Cawagub Riau Edy Nasution," ungkap Rois. ***(rls)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- KPU Inhu Tetapkan 2 Mantan Napi Korupsi Dalam DCT
- Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman
- KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019
- KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019
- KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019
- Bahas Ranperda Aset, Pansus DPRD Kuansing Sambangi Depdagri
- Jeda Antara Plt dan Gubri definitif Dipastikan tak Lama
- Andi Nurbai Gugat Pemecatan PAN Atas Dirinya dari DPRD Kuansing
- Dewan Minta Pemprov Perhatinan Ponpes di Riau
- 370 Personel Polres Bengkalis Bakal Amankan Pemilu dan Pilpres
- Usir Balik Ketua GP Anshor dari Bumi Melayu,
Bukan Balas Dendam, Cuma Beri Pelajaran untuk GP Anshor

- ‎Dibantu TNI dan Linmas,
Pengamanan di 1.515 TPS Pemilu 2019 di Rohul Melibatkan 650 Personel Polri

- Sudah Dipecat PAN, Anggota DPRD Kuansing ini Tunggu Diberhentikan Gubri
- Cakra 19 Klaim.9 Bupati dan Walikota di Riau Dukung Jokowi
- Tidak Mendapat Dana Pusat, Dewan Tolak Pembangunan Pustaka Kuansing dari APBD
- Mahasiswa Ikut Soroti Kekosongan Kursi Wakil Bupati Rohul
- Dinilai Mengecewakan, Ketua Komisi IV DPRD Inhu Kembalikan Kartu BPJS Kesehatan
- Dua PAW Anggota DPRD Pelalawan Dilantik
- Alumni UIR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penghinaan Terhadap Almamaternya
- Pemkab dan DPRD Bengkalis Gesa Bahas Perubahan APBD 2018


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com