Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Maret 2019 22:08
Lahan Gambut di Kawasan 7 Kecamatan Kembali Terbakar

Rabu, 20 Maret 2019 22:04
Bupati Kampar Tandatangani Zona Integritas di BPN Kampar

Rabu, 20 Maret 2019 21:15
Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Bengkalis Ajak Kawal Pemilu

Rabu, 20 Maret 2019 20:48
Bupati Kuansing Berharap Sejumlah Usulan Musrenbang Bisa Menjadi Skala Prioritas Provinsi

Rabu, 20 Maret 2019 19:10
Paska Tujuh Tahanan Kabur, Proses Sidang di PN Pelalawan Berjalan Normal

Rabu, 20 Maret 2019 19:07
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut se-Dunia 2019, Ribuan Murid SD di Rohul Sikat Gigi Massal

Rabu, 20 Maret 2019 19:02
DPTb Diplenokan, Bawaslu Bengkalis Sampaikan 5 Poin Rekomendasi ke KPU

Rabu, 20 Maret 2019 18:57
Musrenbang 2020, Bupati Bengkalis Sebut Capaian RPJMD 2016-2021 Akan Dievaluasi

Rabu, 20 Maret 2019 18:32
PN Pasirpangaraian Canangkan Zona Integritas untuk Mewujudkan WBK WBBM

Rabu, 20 Maret 2019 18:26
Penyalaan Belum Normal, PLN Bengkalis Gesa Perbaikan Mesin Rusak

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 14 Mei 2018 21:41
Anggota Dewan Nazzarudin Arnazh:
Jika PT TSUM Beroperasi Rentang Waktu Panjang, Pulau Mendol Bisa Tenggelam


Anggota Komisi I DPRD Pelalawan mendukung penolakan terbitnya HGU PT TSUM di Pulau Mendol. Beroperasinya perusahaan dinilai mengancam lingkungan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Anggota DPRD Pelalawan Nazzarudin Arnazh angkat bicara terkait terbitnya, Hak Guna Usaha (HGU) PT Trisetya Usaha Mandiri (TSUM) di Pulau Mendol nama lain dari kecamatan Kuala Kampar.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai jika perusahaan perkebunan beroperasi, akan merusak ekosistem yang berada di Pulau Mendol. Tidak itu saja, untuk rentang waktu panjang, bisa saja Pulau Mendol hanya tinggal kenangan.

"Sebagai mana diketahui, Pulau Mendol ini adalah sebuah delta. Pulau yang terbentuk oleh kondisi alam. Dengan ekploitasi perkebunan yang luar biasa jahatnnya, memungkin rentang waktu panjang pulau ini menciut. Bisa-biasa pulau ini hanyut dan tenggelam," terang Nazzarudin Arnazh saat berbincang dengan riauterkini.com, Senin (14/5/18).

Pria yang menyunting dara manis asli kecamatan Kuala Kampar belasan tahun yang silam menuturkan, hal pertama yang dilakukan jika perusahaan perkebunan mulai beroperasi tentu adalah melakukan steaking, berikutnya juga akan membangun pembuatan kanal-kanal.

Aksi dari pembukaan lahan ini nanti kata anggota komisi 1 DPRD Pelalawan tentu akan berimbas kepada kekurangan kadar air terhadap gambut yang notabene tumbuh diperut pulau mendol. kondisi ini akan memicu rentannya lahan gambut ini terbakar, disamping itu Kekurangan air ini tentunya juga berdampak buruk terhadap lahan pertanian padi milik masyarakat di kecamatan Kuala Kampar. Ini tidak bisa dipungkiri, pasti terjadi. Tegasnya.

Begitu juga sebagaimana diketahui, lahan yang akan dijadi perkebunan tersebut mayoritas bergambut. Dengan demikian tegasnya, akan memicu kebakaran lahan yang luar biasa.

"Jadi penolakan masyarakat terhadap HGU ini, patut didukung oleh pemerintah. Kita harus memikir jauh kedepan. Bukan sesaat saja," tandasnya.***(feb)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Bengkalis Ajak Kawal Pemilu
- DPTb Diplenokan, Bawaslu Bengkalis Sampaikan 5 Poin Rekomendasi ke KPU
- KPU Kuansing Pekerjakan Ratusan Masyarakat Lipat Surat Suara
- 'Diancam' Potong Tunjangan, ASN Ramai-ramai Hadiri Safari Dakwah TGB
- Soal Instruksi ASN Hadiri Acara TGB, Dewan Minta Sekdaprov Bijak
- BPN Prabowo-Sandi Sebut Safari Dakwah TGB ke Riau Berbau Politik
- Pemkab Absen, DPRD Kuansing Tunda Hearing Bahas Prolegda
- Gubri Ajak Kada di Riau Sukseskan Pemilu Serentak 2019
- Husaimi Yakini PPP Isi Posisi Wabup Kampar
- Tiga Caleg Golkar Berkampanye di Pangkalan Kerinci
- KPU Kota Pekanbaru Tuntaskan Verifikasi Faktual Temuan Data BPN 02
- Soal Ketum PPP Ditangkap KPK, ini Tanggapan DPW PPP Riau
- Bawaslu Inhu Temukan 68.000 Lebih Surat Suara Dapil 4 Rusak
- Dituding Tak Bermanfaat bagi Masyarakat,
DPRD Riau Panggil Empat Perusahaan di Inhu

- Bawaslu Sebut Kampanye Hitam Capres Mulai Meresahkan
- Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ikrar Pileg dan Pilpres Damai
- Dikurangi Tersisa 300 Petugas, Pelipatan Surat Suara di KPU Kampar Kini Berjalan Tertib
- Bawaslu Pelalawan Temukan Ratusan Lembar Surat Suara Rusak
- KPU Bengkalis Laporkan 981 Surat Suara Ditemukan Rusak
- Sosialisasi Pemilu 2019, KPU Riau Gelar Lomba Mural


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com