Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Desember 2018 08:23
Wan Thamrin Jalani Gladi Pelantikan Gubri di Istana Presiden

Senin, 10 Desember 2018 07:25
Banjir Luapan Sungai Kampar Bikin Banyak Warga Begadang

Senin, 10 Desember 2018 07:20
HIPPMIH Pekanbaru Rancang Seminar Nasional Cari Solusi Anjloknya Harga Kelapa

Ahad, 9 Desember 2018 22:42
Pengumuman Kelulusan SKB CPNS Pemprov Riau Tunggu Pusat

Ahad, 9 Desember 2018 22:35
Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif

Ahad, 9 Desember 2018 18:50
Warga Minta Pemkab Bengkalis Perbaiki Jalan Poros Pematang Duku Timur

Ahad, 9 Desember 2018 17:06
Edi Sakura Terpilih Sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis

Ahad, 9 Desember 2018 15:34
Buaya Terjebak dalam Saluran Irigasi Saat Banjir Berhasil Diamankan Warga Benai

Ahad, 9 Desember 2018 13:47
Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Gelar Funtastic Walk Bersama Warga

Ahad, 9 Desember 2018 13:43
Kawanan Buaya Liar Ditemukan di Lokasi Banjir di Pelalawan

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 23 Mei 2018 20:53
Cagubri Lukman Edy: Bibit Radikalisme Tumbuh karena Adanya Pembiaraan

Cagubri zaman now Lukman Edy menilai, bibit radikalimes bisa tumbuh dan berkembang karena adanya pembiaran oleh Pempro Riau terahdap pihak-pihak yang beraliran radikal.

Riauterkini-PEKANBARU- Calon gubernur Riau Nomor 2 Lukman Edy mengaku prihatin dan miris dengan fakta bahwa di Riau saat ini selain sebagai sarang koruptor juga sebagai sarang teroris. Penyerangan Mapolda Riau dan ditemukannya beberapa terduga teroris beralamat di Riau adalah alasannya. Menurut Cagub Riau Zaman Now tersebut hal ini terjadi karena adanya pembiaran oleh pemerintah provinsi terhadap pihak-pihak beraliran radikal.

“Selama ini pemerintah provinsi membiarkan kelompok agama yang terbiasa mem-bid’ah-kan kelompok lain, mengkafirkan kelompok lain, bahkan yang paling ekstrem adalah menghalalkan darah kelompok di luar mereka,” ujar Lukman saat silaturahmi dengan warga dusun Kencana, Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Selasa malam (22/5).

Lebih lanjut, mantan Menteri Desa era SBY itu menyayangkan kurangnya kepedulian pemerintah dengan tidak memberi bantuan kepada pondok-pondok pesantren di Riau.

“Semenjak reformasi pondok pesantren ini tidak pernah dibantu pemerintah, apalagi rumah-rumah suluk di Kampar yang ribuan itu. Sedangkan Riau ini dijuluki Negeri Sejuta Suluk. Inilah salah satu PR kita nanti, bagaimana mempertahankan tradisi-tradisi keagamaan ini,” tambah cagub yang diusung koalisi PKB-Gerindra itu.

Dirinya menambahkan, apabila terpilih sebagai Gubernur Riau 2019-2024 mendatang, akan menghidupan tradisi keagamaan dengan salah satunya menggelar secara rutin Festival Suluk se-Riau.

“Ini kan sebenarnya potensi yang bisa dimaksimalkan. Setelah festival suluk ini jamaah bisa kembali ke surau masing-masing dan mengembangkan agama di daerah mereka. Selain mencegah paham-paham radikal, kegiatan ini bisa jadi sarana “menitipkan” keselamatan bangsa dan pemimpin kita melalui para mursyid dan khalifah kita. Inilah bentuk perjuangan kami, selain membangun infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, juga mempertahankan tradisi keagamaan kita,” pungkas inisiator Undang-undang Desa ini. ***(rls)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Ringankan Beban Sesama, Anak Sulung Bupati Bengkalis Kunjungi Bayi Penderita Kanker Ginjal di Duri
- Jelang Pelantikan Gubri Definitif,
Wan Thamrin: Rasanya Biasa Saja, Cuma Mengganti 'Plt'

- Persaingan Antar Caleg Memanas, Dedet pun Dipanggil Bawaslu
- DPRD Riau Sebut Pemilihan Rektor UNRI Penuh Nuansa Politis
- Pelajari Penanganan Bencana dan Fakir Miskin, Komisi C DPRD Kuansing Kunker ke Sumbar
- KPK Tahan M Nasir, Walikota Segara Cari Pengganti Sekda Dumai
- Said Hasyim Hadiri Gelar Pengawasan Daerah Provinsi Riau
- Ekspos RKPD 2020, Pemkab Kuansing Harapkan Kesepakatan dengan Semua Pihak Terkait
- Rapat Persiapan Pelantikan Gubernur Riau Definitif Mulai Digelar di Setneg
- Semua OPD di Kuansing Diharuskan Punya Data Statistik yang Valid
- Pendemo Minta DPRD Riau Bantu Stabilkan Harga Kelapa
- Pilkades Serentak di Bengkalis, Satu Permohonan Keberatan Ditolak dan Satu Direkomendasikan Pencoblosan Ulang
- DPRD Kuansing Ingatkan Pemerintah Untuk Tidak Mengubah Kesepakatan APBD
- Membandel, Aparat Diminta Usut Dugaan Penyelewengan Izin PT ADEI Plantation
- Presiden Joko Widodo Batal Kunjungi Riau 8 Desember
- Raih Dana untuk Kuansing,
Dewan Nilai Pemkab Kurang Gencar Melobi Pusat

- Pesta Demokrasi, Bupati Bengkalis Terbitkan SE Awasi ASN Tidak Netral
- Deklarasi Damai, Bupati Rohul Ajak Panitia dan Calon Kades Ikut Sukseskan Pilkades Serentak 2018
- Rekan Jokowi Gelar Pelatihan Jurnalistik Sekaligus Deklarasi Dukungan Dua Periode
- DPRD Riau Sebut Sekretaris Tim Transisi Tak Paham Penyusunan APBD


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com