Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Ahad, 24 Maret 2019 16:00
Pentingnya Kenali Kebutuhan Nutrisi,
Prodia Gelar Seminar Bertema Persolized Nutrition as Disease Prevention Tools


Ahad, 24 Maret 2019 14:21
Peduli Warga, Caleg Golkar Ini Gelar Bazar Murah

Ahad, 24 Maret 2019 13:31
Dorong Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM di Riau, Kemenperin RI Taja Bimtek

Ahad, 24 Maret 2019 13:26
1.071 Kantong Darah Terkumpul pada KDD Ke-57 Riau Kompleks

Ahad, 24 Maret 2019 08:02
KPU Riau Simulasikan Rekapitulasi Hasil Pemilu dan Pilpres 2019 Tingkat Provinsi

Ahad, 24 Maret 2019 07:59
Hama Walang Sangit Serbu Pemumiman Warga Rohil

Sabtu, 23 Maret 2019 21:10
Bupati Bengkalis Buka Turnamen Sepakbola Antar Pelajar di Duri

Sabtu, 23 Maret 2019 20:31
PJC Pekanbaru Semangati Wartawan Bengkalis Untuk Sajikan Berita Yang Santun dan Menarik

Sabtu, 23 Maret 2019 15:02
UKW PWI Riau 2019 Berjalan Sukses

Sabtu, 23 Maret 2019 14:57
2019, DAK Fisik dan ADD Kuansing Meningkat

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 23 Mei 2018 20:53
Cagubri Lukman Edy: Bibit Radikalisme Tumbuh karena Adanya Pembiaraan

Cagubri zaman now Lukman Edy menilai, bibit radikalimes bisa tumbuh dan berkembang karena adanya pembiaran oleh Pempro Riau terahdap pihak-pihak yang beraliran radikal.

Riauterkini-PEKANBARU- Calon gubernur Riau Nomor 2 Lukman Edy mengaku prihatin dan miris dengan fakta bahwa di Riau saat ini selain sebagai sarang koruptor juga sebagai sarang teroris. Penyerangan Mapolda Riau dan ditemukannya beberapa terduga teroris beralamat di Riau adalah alasannya. Menurut Cagub Riau Zaman Now tersebut hal ini terjadi karena adanya pembiaran oleh pemerintah provinsi terhadap pihak-pihak beraliran radikal.

“Selama ini pemerintah provinsi membiarkan kelompok agama yang terbiasa mem-bid’ah-kan kelompok lain, mengkafirkan kelompok lain, bahkan yang paling ekstrem adalah menghalalkan darah kelompok di luar mereka,” ujar Lukman saat silaturahmi dengan warga dusun Kencana, Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Selasa malam (22/5).

Lebih lanjut, mantan Menteri Desa era SBY itu menyayangkan kurangnya kepedulian pemerintah dengan tidak memberi bantuan kepada pondok-pondok pesantren di Riau.

“Semenjak reformasi pondok pesantren ini tidak pernah dibantu pemerintah, apalagi rumah-rumah suluk di Kampar yang ribuan itu. Sedangkan Riau ini dijuluki Negeri Sejuta Suluk. Inilah salah satu PR kita nanti, bagaimana mempertahankan tradisi-tradisi keagamaan ini,” tambah cagub yang diusung koalisi PKB-Gerindra itu.

Dirinya menambahkan, apabila terpilih sebagai Gubernur Riau 2019-2024 mendatang, akan menghidupan tradisi keagamaan dengan salah satunya menggelar secara rutin Festival Suluk se-Riau.

“Ini kan sebenarnya potensi yang bisa dimaksimalkan. Setelah festival suluk ini jamaah bisa kembali ke surau masing-masing dan mengembangkan agama di daerah mereka. Selain mencegah paham-paham radikal, kegiatan ini bisa jadi sarana “menitipkan” keselamatan bangsa dan pemimpin kita melalui para mursyid dan khalifah kita. Inilah bentuk perjuangan kami, selain membangun infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, juga mempertahankan tradisi keagamaan kita,” pungkas inisiator Undang-undang Desa ini. ***(rls)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- KPU Riau Simulasikan Rekapitulasi Hasil Pemilu dan Pilpres 2019 Tingkat Provinsi
- Ternyata Asri Auzar Sudah Minta DPRD Riau Ganti Waka Dedet
- Baru Pemprov dan Lima Kabupaten yang Serahkan LKPD ke BPK Riau
- Amankan Pemilu 2019 di Riau, TNI-Polri Terjunkan 10.650 Personel
- Dalam Rangka Pileg dan Pilpres 2019,
Inhil Apel Gelar Pasukan Kesiapan TNI-Polri dan Komponen Bangsa Lainnya

- Tim Gabungan Gelar Apel Pasukan Pengamanan Pemilu 2019
- Apel Gelar Pasukan, Bupati Kampar Tegaskan Jangan Ada Intimidasi pada Pemilu 2019
- 300 Personel BKO Polda Riau Ikut Amankan Pemilu 2019 di Rohul
- Harapkan WTP, Gubri Serahkan Laporan Keuangan Pemerintah
- TNI Polri Bengkalis Siap Amankan Pesta Demokrasi Serentak April 2019
- Batas 2 Mei, tak Serahkan LPPDK, Caleg Bakal Dicoret
- Pimpin Apel Siaga Pengaman Kampanye, Gubri Minta Aparat Netral di Pemilu 2019
- Soal Reposisi Waka DPRD, Dedet Bersyukur dan Auzar Ngaku tak Tau
- Demokrat Minta Reposisi Waka DPRD Riau, Dedet Diganti Asri Auzar
- Tak Serahkan LADK 11 Parpol Dicoret di Sejumlah Daerah
- Dewan Nilai Kinerja ASN pemkab Rohil Harus Terus Ditingkatkan
- Usulan Perampingan OPD, BP2D Nilai Tidak Begitu Penting
- Rampingkan OPD, Gubri Minta Dukungan DPRD
- Bawaslu Pelalawan Imbau Parpol Serahkan Nama-nama Saksi
- KPU Kuansing Yakin Pelipatan Surat Suara Tuntas 7 Hari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com