Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Rabu, 24 Oktober 2018 08:44
Pemprov dan Kejayi Riau Bersiap Teken MoU Penyelesaian Perdata

Rabu, 24 Oktober 2018 06:40
Bursa Inovasi Desa Kabupaten Kampar Sukses dan Meriah

Rabu, 24 Oktober 2018 06:38
Material Longsor Dibersihkan, Jalur Sumbar-Riau Kembali Normal

Selasa, 23 Oktober 2018 20:11
MUI Bengkalis Sesalkan Bendera Bertuliskan Tauhid Dibakar Oknum Banser

Selasa, 23 Oktober 2018 17:57
Cuaca Buruk Jadi Kendala Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pakning, Bengkalis

Selasa, 23 Oktober 2018 17:51
Korupsi Kredit Fiktif BRI Agro Pekanbaru, Mantan Kacab Diadili

Selasa, 23 Oktober 2018 17:34
Peduli Korban Banjir‎ di Rohul, BRK Pasirpangaraian Salurkan 100 Paket Sembako

Selasa, 23 Oktober 2018 17:23
Hilangkan Kesan 'Kejam',
Lapas Bengkalis Siapkan Fasilitas Taman Bermain Anak-anak Pengunjung


Selasa, 23 Oktober 2018 16:59
Diperiksa Bawaslu, Walikota Pekanbaru Akui Dukung Jokowi

Selasa, 23 Oktober 2018 16:55
Ini Pesan Kadisdikpora Rohul kepada 55 Kepsek‎ yang Baru Dilantik Bupati Sukiman

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Juni 2018 19:38
Suyatno, 'Samudera' Pengabdian Tak Bertepi

Cawagub Suyatno terkenal sosok yang menghabiskan waktunya untuk orang lain sesuai kompetensi dan wewenangnya. Sejarah hidupnya selalu mengabdikan diri untuk masyarakat.

Riauterkini - PEKANBARU - Ia adalah samudera pengabdian yang seakan tidak berujung, tak bertepi. Pada keluarga, pada anak-isteri, dan kerabat terdekat; terlebih kepada kepentingan orang banyak dan daerah. Hari-harinya lebih banyak dilalui dalam kerangka memberikan pengabdian terbaik untuk kepentingan orang banyak, sesuai kompetensi dan wewenang yang dimilikinya.

Ia, H. Suyatno AMP, sosok dimaksud, sepertinya ditakdirkan untuk menjadi "milik orang banyak." Dilahirkan di Bengkalis pada 21 Juni 1957; kebanyakan hari-hari yang dilalui oleh Suyatno dalam rentang panjang sejarah hidupnya adalah rangkaian waktu yang ditumpahkan untuk memikirkan orang lain, memikirkan kepentingan daerah—tentu saja dengan tidak mengabaikan tugas dan fungsi utamanya sebagai seorang kepala keluarga.

Cermatilah perjalanan hidupnya, yang sebagian besar didedikasikan untuk mengabdi di birokrasi pemerintahan –mulai dari level terendah sampai tertinggi-- yang notabene-nya melayani kepentingan publik.

"Inilah garis tangan atau suratan takdir yang harus dijalani," kata Suyatno, suatu hari. "Yang penting semuanya harus dilandasi keikhlasan, karena sejatinya hidup adalah rangkaian pengabdian," tambah Suyatno.

Suyatno meniti karier di lingkungan birokrasi pemerintahan dari jenjang terbawah. Pelan tapi pasti, ia akhirnya sampai juga ke puncak dengan dipercaya menjadi Wakil Bupati Rohil selama dua periode berturut-turut, mendampingi Annas Maamun untuk posisi bupati. Posisi wakil bupati ini pula yang menjadi "pintu masuk" bagi Suyatno untuk menjadi kepala daerah dengan menjabat sebagai Bupati Rohil.

Suyatno memulai kariernya sebagai pegawai negeri sipil dengan menyandang golongan kepangkatan II/a pada Kantor Kesbangpol Kabupaten Bengkalis. Singkat cerita, setelah menduduki berbagai jabatan di lingkungan Pemkab Bengkalis dan daerah pemekaran baru Pemkab Rokan Hilir, akhirnya Suyatno digandeng H. Annas Maamun, Ketua DPRD Rohil untuk maju di ajang pemilihan kepala daerah Rohil 2006. KPU Rohil kemudian menetapkan pasangan Annas-Suyatno sebagai pemenang Pilkada Rohil 2006, mengungguli empat pasang kandidat lainnya.

Pada 2011, Pilkada kembali digelar di Rohil, dan Annas-Suyatno kembali maju dalam satu paket pencalonan. Ketika di banyak daerah kepala dan wakil kepala daerah terlibat konflik di tengah masa jabatan, Annas-Suyatno tetap mampu menunjukkan harmonisasi sehingga memutuskan kembali maju di ajang Pilkada Rohil. Lagi-lagi KPU Rohil menetapkan Annas-Suyatno sebagai bupati dan wakil bupati Rohil, kali ini untuk periode 2011-2016.

Karena atasannya, Annas Maamun, maju di ajang Pemilihan Gubernur Riau 2013, kemudian dinyatakan terpilih sebagai Gubernur Riau periode 2013-2108, untuk mengisi kekosongan Kementerian Dalam Negeri menetapkan Suyatno sebagai Plt Bupati Rohil, yang ia jalani sejak 19 Februari 2014 hingga 24 Maret 2014. Pada 24 Maret 2014, Suyatno dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai Bupati Rohil definitif.

Pada ajang Pilkada Rohil 2016, Suyatno memutuskan maju sebagai calon bupati, dengan Djamiluddin sebagai calon wakil bupati. Pasangan Suyatno-Djamiluddin dengan gemilang berhasil memenangkan pertarungan, dan dipercaya memimpin daerah itu sampai 2021 mendatang.

Manajemen Partisipatif

Suyatno punya pandangan tersendiri soal kepemimpinan. Menurutnya, menjalankan kapasitasnya sebagai salah seorang pemimpin daerah ia lebih cenderung menerapkan manajemen partisipatif, yang memberi ruang yang luas bagi semua komponen masyarakat ikut ambil bagian dalam urusan pembangunan, pemerintahan, dan kemasyarakatan. "Karena pemerintah memiliki sumber daya yang amat terbatas untuk memikul semua beban tugas itu," ia menerangkan.

Tak mudah menjalankan manajemen seperti itu. Di saat tingkat apatisme masyarakat cenderung makin tinggi terhadap persoalan-persoalan pemerintahan, bagaimana pula merangkul masyarakat untuk ikut ambil bagian secara aktif? Tapi Suyatno menafikan hipotesa itu. Dikatakan, selagi masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan, maka pada saat bersamaan diniscayakan akan muncul panggilan moral untuk ikut ambil bagian.

''Sejatinya, aparat pemerintah itu adalah pelayanan masyarakat," tambahnya. Namanya saja pelayan, ungkap Suyatno, aparat harus paham tentang apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. "Jangan mentang-mentang kita aparat, lalu menyusun program sesuka hati tanpa memedulikan kebutuhan masyarakat, ini hanya akan membuat jarak yang lebar antara rakyat dan aparat pemerintah.''

Makanya, menurut Suyatno, menjadi pemimpin haruslah didasari atas panggilan moral dan mengabdikan diri kepada negara, agama dan masyarakat. "Menjadi pemimpin itu merupakan sebuah tugas yang mahaberat, karena begitu banyak harapan rakyat yang tergantung pada kita," ujarnya, suatu ketika.

Tapi menjadi tidak berat bila dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin dilaksanakan dengan penuh ikhlas, dan segala yang dilakukan didedikasikan untuk kepentingan daerah dan masyarakat. "Pertanggungjawaban sebagai pemimpin tidak hanya di dunia, tapi juga sampai di akhirat," tambahnya.

Makanya, imbuh Suyatno, selagi ia dipercaya mengemban amanah sebagai pemimpin, maka selama itu pula ia akan berusaha tetap berjalan di atas rel yang benar. "Kalau salah dan khilaf, saya juga tidak menutup diri untuk kritikan," tambah suami Hj. Wan Mardiana, yang telah memberinya sejumlah anak: Arie Sumarna, Ade Sumarna, dan Tiara Sumarna.

Berikut ini dipaparkan sejumlah kiprah dan sepak terjang Suyatno selama sekitar dua tahun dua bulan menjadi Bupati Rohil, didampingi Djamiluddin di posisi Wakil Bupati Rohil.***(rls)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Diperiksa Bawaslu, Walikota Pekanbaru Akui Dukung Jokowi
- Ikut Deklarasi Dukung Jokowi, Bupati Harris Siap Hadapi Panggilan Bawaslu
- DPRD Kuansing Tinjau Lahan Pertanian Pemkab di Sentajo
- Target DPRD Riau APBD Riau 2019 Disahkan Akhir November
- Dugaan Kecurangan RAPBDP 2018,Tim Banggar DPRD Kuansing Diminta Buka Suara
- Peringati HUT ke-54 Golkar di Kuansing Digelar di Desa Terisolir
- Pemprov Riau dan Tim Transisi Kembali Bertemu Bahas Usulan Program Gubri Terpilih
- Bawaslu Gelar Sosialisasi AP-HPA di Area CFD
- Dugaan Kecurangan RPAPBD Kuansing 2018,
Pengamat Ekonomi Riau: Hubungan Harmonis Ekeskutif dan Legislatif Akan Terpengaruh

- Wabup Inhil Resmi Menutup Penyelenggaraan MTQ ke 48 Tahun 2018
- Singgung Soal Pergantian Sekdako Pekanbaru,
Azharisman Rozie Sebut JTP Minimal Dua Tahun Bisa Dievaluasi dan Diganti

- Begini Harunya Pisah Sambut Dandim 0313/KPR di Rumah Dinas Bupati Rohul
- DPRD Riau Sambut Baik Upaya Penghapusan Denda Pajak Kenderaan Bermotor
- Demo di Tugu Zapin,
Belasan Massa Pendukung Jokowi tak Mau Disebut Bayaran

- Komisi III DPRD Riau Usulkan Raperda Penagihan Pajak dengan Surat Paksa
- Sukiman Mengaku Tak Datang dan Tak Tandatangani Dokumen Dukungan
- Penuhi Panggilan Bawaslu Riau, Bupati Rohul Dicecar 33 pertanyaan
- Lagi, Kada Tak Hadir Penuhi Panggilan Bawaslu
- Bupati Rohul Ajukan Tiga Ranperda ke DPRD, Salah Satunya Rancangan APBD 2019
- Pemko dan Bawaslu Pekanbaru akan Sosialisasi Gerakan AP-HPA di Arena CFD


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com