Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 September 2018 01:06
RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK

Jum’at, 21 September 2018 00:58
KPU Inhu Tetapkan 2 Mantan Napi Korupsi Dalam DCT

Kamis, 20 September 2018 22:18
BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha

Kamis, 20 September 2018 22:10
Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 20 September 2018 20:18
Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman

Kamis, 20 September 2018 20:03
KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019

Kamis, 20 September 2018 19:59
Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi

Kamis, 20 September 2018 19:55
KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019

Kamis, 20 September 2018 19:19
KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019

Kamis, 20 September 2018 18:58
Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 18 Juni 2018 12:15
DIhadiri Syamsuar, Konser Artis Nias Top jadi Istimewa

Kehadiran Cawagubri Syamsuar disambut meriah masyarakat Nias. Bupati Siak nonaktif tersebut membuat konsep artis top asal Nias menjadi istimewa.

Riauterkini-PEKANBARU- Ketika Syamsuar-Edy Nasution hendak memasuki pintu masuk ball room Hotel Arya Duta, Jalan Diponogoro, Pekanbaru, Sabtu (16/6/2018) siang, sejumlah lelaki mengenakan pakaian adat Nias menyambutnya dengan tari perang.

Begitu masuk pintu tempat perhelatan, langkah Syamsuar dan Edy Nasution semakin mantap untuk menghadiri Pegelaran Budaya dan Konser Artis Top Kepulauan Nias lantaran disambut dengan lagu Lancang Kuning. Ribuan warga Riau asal Nias pun berteriak dan bertepuk tangan ketika wajah kedua tokoh Riau itu muncul di hadapan mereka.

Usai menyapa warga Riau asal Nias, Syamsuar dan Edy Nasution yang didampingi Zulmizan, disambut Tari Sikapur Sirih. Uniknya, para penari persembahan ini mengenakan pakaian adat Nias. Sehingga tari menyambut kedatangan tamu kehormatan itu tampak seperti versi Nias.

Pergelaran Budaya dan Konser Artis Top Kepulauan Nias yang menghadirkan Snada Trio, Tice Halawa, dan Fince ini ditaja Organisasi Nias Utara Riau (Onur).

"Kami orang nias berpegang pada pepatah orang tua-tua dulu, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," kata Penasehat Onur, Ama Libertin, seraya berteriak memberi salam khas Nias, yaahowu!

"Suatu penghormatan bagi kami atas bersedianya Pak Syamsuar dan Pak Edy Nasution untuk hadir dalam kegiatan ini. Keduanya kita undang pada acara ini sebagai tamu kehormatan," ujar Ama dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Jefri Zalukhu dalam laporannya mengatakan, pelestarian budaya ini adalah untuk membankitkan jati diri bangsa dalam menjaga warisan masa lampau sehingga dapat terus terjaga.

"Selain itu, diharapkan dengan pengelaran budaya ini menjadi sebuah peransang kreatifitas anak bangsa. Kegiatan ini juga merupakan ajang silaturahmi," ujar Jefri.

"Kegiatan ini sungguh luar biasa, sehingga semua orang tau bahwa masyarakat Nias dimanapun berada tetap menjunjung budaya," tokoh masyarakat Riau asal Nias, Betel Harefa, menimpali dalam sambutannya.

Kegiatan ini, sambung Betel, semakin luar biasa karena kehadiran tokoh-tokoh ternama Riau. Yakni Pak Syamsuar, Brigjen Edy Nasution, dan Tengku Zulmizan. "Kegiatan ini membuktikan bahwa orang Nias itu adalah berbudaya, punya jadi diri dan menjunjung tinggi kebersamaan," ungkap Betel.

Sebelumnya Syamsuar-Edy Nasution memberi kata sambutan, mereka dipasangkan baju adat Nias serta tanjak khas Nias. "Pengelaran budaya ini jelas meningkatkan rasa kebersamaan kita. Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan, pemakaian baju adat Nias ini," kata Syamsuar mengawali sambutannya sebagai tokoh masyarakat Riau.

Suasana persaudaraan ini, sambung Syamsuar, harus dijaga karena negara ini terdiri berbagai suku, Kebhenikaan kita lah yang membuat negeri ini lebih bagus. Karenanya harus dikawal kokohnya kebersamaan ini.

"Saya menyambut baik penggelaran budaya ini. Kebudayaan adalah aset nasional, jadi harus kita jaga karena ada pihak lain yang berupaya menjiplaknya. Mudah-mudahan anak-anak muda kita cinta pada budaya dan tau jati dirinya," ungkap Syamsuar.

Sebagai Bupati Siak, Syamsuar sendiri sudah membuktikan bahwa kebersamaan adalah sebuah kekuatan untuk membangun suatu daerah. Sehingga Siak saat ini tercatat sebagai salah satu daerah terbaik di Indonesia. Tersebab kebudayaan jua lah Syamsuar mendapat penghargaan dari menteri kebudayaan karena peduli dengan kebudayaan. ***(rls)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- KPU Inhu Tetapkan 2 Mantan Napi Korupsi Dalam DCT
- Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman
- KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019
- KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019
- KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019
- Bahas Ranperda Aset, Pansus DPRD Kuansing Sambangi Depdagri
- Jeda Antara Plt dan Gubri definitif Dipastikan tak Lama
- Andi Nurbai Gugat Pemecatan PAN Atas Dirinya dari DPRD Kuansing
- Dewan Minta Pemprov Perhatinan Ponpes di Riau
- 370 Personel Polres Bengkalis Bakal Amankan Pemilu dan Pilpres
- Usir Balik Ketua GP Anshor dari Bumi Melayu,
Bukan Balas Dendam, Cuma Beri Pelajaran untuk GP Anshor

- ‎Dibantu TNI dan Linmas,
Pengamanan di 1.515 TPS Pemilu 2019 di Rohul Melibatkan 650 Personel Polri

- Sudah Dipecat PAN, Anggota DPRD Kuansing ini Tunggu Diberhentikan Gubri
- Cakra 19 Klaim.9 Bupati dan Walikota di Riau Dukung Jokowi
- Tidak Mendapat Dana Pusat, Dewan Tolak Pembangunan Pustaka Kuansing dari APBD
- Mahasiswa Ikut Soroti Kekosongan Kursi Wakil Bupati Rohul
- Dinilai Mengecewakan, Ketua Komisi IV DPRD Inhu Kembalikan Kartu BPJS Kesehatan
- Dua PAW Anggota DPRD Pelalawan Dilantik
- Alumni UIR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penghinaan Terhadap Almamaternya
- Pemkab dan DPRD Bengkalis Gesa Bahas Perubahan APBD 2018


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com