Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 13 Nopember 2018 13:27
Tingkatkan Kualitas Pendidikan,
Wakil Rakyat DPRD Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat


Selasa, 13 Nopember 2018 13:25
Operasi Zebra Siak Muara Takus 2018 di Bengkalis Usai, 1201 Tilang di Dominasi Roda Dua

Selasa, 13 Nopember 2018 13:02
Terlindas Bus PT ASP, Seorang Murid SD di Pelalawan Tewas Menggenaskan

Selasa, 13 Nopember 2018 13:00
Pemko Pekanbaru Stop Menerima ASN Pindahan

Selasa, 13 Nopember 2018 12:58
Baru Siap Dikerjakan, Proyek Jalan Hot Mix Senilai Rp2,4 Miliar di Duri Mulai Rusak

Selasa, 13 Nopember 2018 12:55
Tidak Hadir Ujian SKD, 265 Pelamar CPNS Pemko Pekanbaru Gugur

Selasa, 13 Nopember 2018 11:14
Ketua DPRD Kuansing Bantu Perbaikan Rumah Warga Rudak Akibat Banjir

Selasa, 13 Nopember 2018 10:58
BKKBN Provinsi Riau Gandeng Media Gelar Pertemuan Forum Kehumasan Program KKBPK

Selasa, 13 Nopember 2018 10:14
Longsor lagi, Satu Rumah Warga Kuala Enok, Inhil Rusak

Selasa, 13 Nopember 2018 08:57
Puso Karena Banjir, 426 Hektar Sawah di Kuansing Terpaksa Tanam Ulang

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Juli 2018 20:31
Dinilai Abaikan Aspirasi Masyarakat Tapung Raya, Mahasiswa Sayangkan Sikap DPRD Kampar

Suasana sempat memanas saat belasan mahasiswa datang ke DPRD Kampar. Aksi pukul meja dan keluar dari pertemuan dengan dewan merasa aspirasi masyarakat diabaikan.

BANGKINANG - Kedatangan belasan mahasiswa asal Tapung Raya di gedung DPRD Kampar, Senin (9/7/2018) sore mengejutkan sejumlah pegawai dan anggota DPRD Kampar. Aksi pukul meja dan keluar dari ruangan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD mengakhiri pertemuan antara belasan aktivis dengan sejumlah anggota DPRD Kampar.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapung Raya (IPMTR) Muhammad Dinil Mustopa kepada Riauterkini.com usai aksi unjuk rasa singkat di DPRD Kampar mengakui bahwa mereka selaku perwakilan mahasiswa se-Tapung Raya kecewa melihat kinerja semua anggota dewan Kampar.

"Ketika hari pertama kerja tidak ada dewan- dewan itu di kantor, ini sebuah kasus besar, dimana tanggungjawab para dewan. Di satu tahun periode mereka seakan-akan tidak peduli dengan tanggungjawab. Kasus seperti ini masyarakat banyak harus tau," tegas Dinil.

Mereka juga merasa aspirasi yang mereka sampaikan tentang keinginan pemekaran kecamatan hanya menjadi obrolan kedai kopi. "Tidak ada titik terang dan ini perlu kami mahasiswa sampaikan. Kalau seperti ini kerja para wakil rakyat mending 2019 seluruh dewan diganti," pungkas Dinil.**

Dari pantauan Riauterkini.com, kedatangan mahasiswa di gedung wakil rakyat itu bermula saat belasan mahasiswa langsung menerobos pintu utama gedung DPRD Kabupaten Kampar di Jalan Lingkar, Bangkinang. Mereka membunyikan sirine dari perangkat toa yang mereka bawa sambil sesekali berteriak menanyakan ke mana anggota dewan. Suasana gedung DPRD Kampar pada hari ini memang relatif sepi, hanya ada beberapa anggota dewan yang hadir.

Tak lama kemudian, mereka ke luar dari gedung DPRD Kampar dan berorasi secara bergantian. Ada tiga orang berorasi yakni Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapung Raya (IPMTR) Muhammad Dinil Mustopa, Koordinator Lapangan Rohmatul Syahdi dan Presiden Mahasiswa Ikatan Pelajar Mahasiswa Kampar (IPMK) Octeza.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapung Raya (IPMTR) Muhammad Dinil Mustopa dalam orasinya mengatakan, menurut rencana mereka hari ini akan menggelar aksi unjuk rasa untuk mempertanyakan sejaumana perkembangan proposal usulan pemekaran Kecamatan Kuala Tapung dan Tapung Kanan yang telah disampaikan beberapa kali sejak beberapa tahun lalu. Disamping itu mereka mempertanyakan kenapa Pemkab Kampar tidak menganggarkan dana untuk kebutuhan pemekaran kecamatan di Tapung dan meminta dianggarkan di APBD Perubahan 2018.

Namun mereka merasa kecewa karena mereka mendengar hari ini kehadiran anggota dewan apalagi yang berasal dari daerah pemilihan Tapung dan Tapung Hulu-Tapung Hilir sangat minim sehingga mereka menunda aksi unjuk rasa yang lebih besar.

"Kalau macam ini anggota dewan dari Tapung Raya kita ganti aja dewan dari Tapung tahun 2019 nanti," ujar Dinil disambut teriakan viralkan hastage#ganti dewan Tapung 2019.

Sementara itu Koordinator Lapangan Rohmatul Syahdi meminta keadilan untuk masyarakat Tapung Raya kepada Pemerintah Kabupaten Kampar. "Suara rakyat Tapung tak pernah didengar," teriaknya. Ia juga mengancam segel kantor DPRD Kampar.

Hanya beberapa menit mereka berorasi, rombongan aktivis Tapung ini kembali masuk ke gedung DPRD Kampar meski sempat dilarang petugas Satpol PP.

Mereka menyisir ruangan di dalam gedung DPRD Kampar. Sampai di ruangan Badan Musyawarah (Banmus), ternyata ada beberapa anggota DPRD Kampar sedang rapat dengan Kepala Bagian Hukum Setdakab Kampar. Rapat itu akhirnya terhenti dan anggota dewan yang merupakan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah diantaranya Dwi Hadi Kasmon, Yuli Akmal, Muhammad Anshor, Efrinaldi dan Reni Santi. Mereka mempersilakan pengunjuk rasa masuk ke ruangan Banmus.

Setelah perkenalan dan penyampaian tujuan kedatangan mahasiswa oleh Ketua IPMTR Muhammad Dinil Mustopa dan penjelasan dari Yuli Akmal, salah seorang aktivis langsung menggebrak meja dan mengajak rekan-rekannya keluar dari ruangan Banmus karena menganggap tidak ada solusi dan keputusan yang bisa dibuat dari anggota DPRD yang ada di ruangan tersebut. Pengunjukrasa akhirnya keluar dari ruangan tersebut.

Yuli Akmal dalam pertemuan itu mengungkapkan bahwa mereka ikut prihatin dengan tingkat kehadiran anggota dewan. "Ini yang selalu datang ke DPRD Kampar. Kami ingin membuat kerangka aturan etika dan tata tertib DPRD Kampar walaupun masa tugas kami tinggal setahun lagi," beber politisi Hanura ini.

Mengenai aspirasi dari mahasiswa Tapung, ia mengaku bahwa inisiatif pemekaran kecamatan di Tapung justru bukan datang dari anggota dewan dari Tapung tetapi dari anggota dewan Dapil lain, termasuk dirinya dari Dapil I Tambang sekitarnya. Ia juga mengakui konsern melakukan pembahasan pemekaran kecamatan di Tapung.

Sementara itu, politisi Nasdem Efrinaldi mengatakan, ia merupakan antan Sekretaris Komisi I dan sudah berulangkali melakukan proses pembahasan pemekaran di Tapung.

"Inisiasi ini sudah beberapa kali pertemuan dengan pemerintah, cuma harus ada dorongan dari mahasiswa dan masyarakat di Tapung," kata Efrinaldi. Ia minta semua pihak harus dilibatkan dalam pemekaran ini.

Sedangkan Dwi Hadi Kasmon mengklaim ia orang yang termasuk pro dengan pemekaran di Tapung.*(man)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Ketua DPRD Kuansing Bantu Perbaikan Rumah Warga Rudak Akibat Banjir
- Meski Pro Kontra, DPRD Kampar Setujui Rencana Pembangunan Gedung Delapan Lantai
- Dewan Tuding APBDP Kuansing 2018 Tersandera Kepentingan Oknum Pejabat Dua Instansi
- Paripurna DPRD Kota Pekanbaru, Pemko Pekanbaru Sampaikan Ranperda Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019
- Dewan Pastikan Pembangunan Fly Over Simpang IV Mall SKA Tak Selesai Tahun Ini
- PAN Riau Buat Deklarasi, Irwan Nasir Malah ke Batam
- Sebut Provinsi Riau Banyak Persoalan, Puluhan Massa Gemmpar Demo di DPRD Riau
- Turun ke Pasar Selasa Panam, Cawapres Sandiaga Uno Disambut Massa Permak Bodi
- Pendaftaran Ditutup, 613 Pelamar Calon Anggota KPU se-Riau
- Fahri Hamzah: Indonesia Terkesan Terjebak Konflik Idiologi Impor
- Siap Menangkan Prabowo Sandi, RN PAS Gelar Syukuran dan Resmikan Posko di Duri
- Demi Wujudkan Kesejahteraan Rakyat, Garbi Riau Dideklarasikan
- Bersama Ketum PAN, Cawapres Nomor Urut 2 Sandiaga Uno Balik Kampung Lagi ke Riau
- Menangkan Prabowo, Edy Tanjung Buka Rakercab DPC Gerindra Bengkalis di Duri
- Terkait Rencana Pemberian Gelar Adat,
Kapolda Temui Plt Gubri, Bahas Kedatangan Presiden Jokowi

- LAM Beri Gelar Adat ke Presiden RI, Dewan Berharap Tak Punya Unsur Politis
- Efisiensi Anggaran, Sudah Sebulan Sekdaprov Tak Keluar Daerah
- Pangkas 'Kegiatan-kegiatan Kecil' Pemprov Riau Hemat Rp360 Miliar dari 26 OPD
- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah Segera Deklarasikan GARBI di Riau
- Jelang Pemilu 2019, PWNU Imbau Masyarakat Riau Untuk Tidak Terbawa Arus Tidak Baik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com