Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Pebruari 2019 21:16
Tahun 2020 Pembangunan di Kampar Masih Diarahkan untuk Peningkatan Infrastruktur

Selasa, 19 Pebruari 2019 20:09
Pungli Pengurusan Prona, Mantan Pejabat BPN Inhu Dituntut Jaksa Lima Tahun Penjara

Selasa, 19 Pebruari 2019 19:37
Demokrat Bengkalis Perkuat Konsolidasi Tingkat Ranting

Selasa, 19 Pebruari 2019 19:30
Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun Tipis

Selasa, 19 Pebruari 2019 19:29
Bupati dan Wabup Inhil Hadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Kecamatan Enok

Selasa, 19 Pebruari 2019 17:35
2019, DJP Riau Kepri Ditarget Rp 17,7 Triliun

Selasa, 19 Pebruari 2019 17:21
Sekda Bengkalis Ingatkan ASN untuk Tingkatkan Kinerja

Selasa, 19 Pebruari 2019 17:17
Waka DPRD Riau Sarankan Pujasera Pekanbaru Dijadikan Pasar Seni

Selasa, 19 Pebruari 2019 16:46
Tak Lagi Masuk Kalender Pariwisata,
Event Pacu Jalur Akan Berdampak Buruk Terhadap Perekonomian


Selasa, 19 Pebruari 2019 16:42
H-1, Begini Sosok Syamsuar di Mata Wakil Gubernur Kepri

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Juli 2018 20:31
Dinilai Abaikan Aspirasi Masyarakat Tapung Raya, Mahasiswa Sayangkan Sikap DPRD Kampar

Suasana sempat memanas saat belasan mahasiswa datang ke DPRD Kampar. Aksi pukul meja dan keluar dari pertemuan dengan dewan merasa aspirasi masyarakat diabaikan.

BANGKINANG - Kedatangan belasan mahasiswa asal Tapung Raya di gedung DPRD Kampar, Senin (9/7/2018) sore mengejutkan sejumlah pegawai dan anggota DPRD Kampar. Aksi pukul meja dan keluar dari ruangan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD mengakhiri pertemuan antara belasan aktivis dengan sejumlah anggota DPRD Kampar.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapung Raya (IPMTR) Muhammad Dinil Mustopa kepada Riauterkini.com usai aksi unjuk rasa singkat di DPRD Kampar mengakui bahwa mereka selaku perwakilan mahasiswa se-Tapung Raya kecewa melihat kinerja semua anggota dewan Kampar.

"Ketika hari pertama kerja tidak ada dewan- dewan itu di kantor, ini sebuah kasus besar, dimana tanggungjawab para dewan. Di satu tahun periode mereka seakan-akan tidak peduli dengan tanggungjawab. Kasus seperti ini masyarakat banyak harus tau," tegas Dinil.

Mereka juga merasa aspirasi yang mereka sampaikan tentang keinginan pemekaran kecamatan hanya menjadi obrolan kedai kopi. "Tidak ada titik terang dan ini perlu kami mahasiswa sampaikan. Kalau seperti ini kerja para wakil rakyat mending 2019 seluruh dewan diganti," pungkas Dinil.**

Dari pantauan Riauterkini.com, kedatangan mahasiswa di gedung wakil rakyat itu bermula saat belasan mahasiswa langsung menerobos pintu utama gedung DPRD Kabupaten Kampar di Jalan Lingkar, Bangkinang. Mereka membunyikan sirine dari perangkat toa yang mereka bawa sambil sesekali berteriak menanyakan ke mana anggota dewan. Suasana gedung DPRD Kampar pada hari ini memang relatif sepi, hanya ada beberapa anggota dewan yang hadir.

Tak lama kemudian, mereka ke luar dari gedung DPRD Kampar dan berorasi secara bergantian. Ada tiga orang berorasi yakni Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapung Raya (IPMTR) Muhammad Dinil Mustopa, Koordinator Lapangan Rohmatul Syahdi dan Presiden Mahasiswa Ikatan Pelajar Mahasiswa Kampar (IPMK) Octeza.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapung Raya (IPMTR) Muhammad Dinil Mustopa dalam orasinya mengatakan, menurut rencana mereka hari ini akan menggelar aksi unjuk rasa untuk mempertanyakan sejaumana perkembangan proposal usulan pemekaran Kecamatan Kuala Tapung dan Tapung Kanan yang telah disampaikan beberapa kali sejak beberapa tahun lalu. Disamping itu mereka mempertanyakan kenapa Pemkab Kampar tidak menganggarkan dana untuk kebutuhan pemekaran kecamatan di Tapung dan meminta dianggarkan di APBD Perubahan 2018.

Namun mereka merasa kecewa karena mereka mendengar hari ini kehadiran anggota dewan apalagi yang berasal dari daerah pemilihan Tapung dan Tapung Hulu-Tapung Hilir sangat minim sehingga mereka menunda aksi unjuk rasa yang lebih besar.

"Kalau macam ini anggota dewan dari Tapung Raya kita ganti aja dewan dari Tapung tahun 2019 nanti," ujar Dinil disambut teriakan viralkan hastage#ganti dewan Tapung 2019.

Sementara itu Koordinator Lapangan Rohmatul Syahdi meminta keadilan untuk masyarakat Tapung Raya kepada Pemerintah Kabupaten Kampar. "Suara rakyat Tapung tak pernah didengar," teriaknya. Ia juga mengancam segel kantor DPRD Kampar.

Hanya beberapa menit mereka berorasi, rombongan aktivis Tapung ini kembali masuk ke gedung DPRD Kampar meski sempat dilarang petugas Satpol PP.

Mereka menyisir ruangan di dalam gedung DPRD Kampar. Sampai di ruangan Badan Musyawarah (Banmus), ternyata ada beberapa anggota DPRD Kampar sedang rapat dengan Kepala Bagian Hukum Setdakab Kampar. Rapat itu akhirnya terhenti dan anggota dewan yang merupakan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah diantaranya Dwi Hadi Kasmon, Yuli Akmal, Muhammad Anshor, Efrinaldi dan Reni Santi. Mereka mempersilakan pengunjuk rasa masuk ke ruangan Banmus.

Setelah perkenalan dan penyampaian tujuan kedatangan mahasiswa oleh Ketua IPMTR Muhammad Dinil Mustopa dan penjelasan dari Yuli Akmal, salah seorang aktivis langsung menggebrak meja dan mengajak rekan-rekannya keluar dari ruangan Banmus karena menganggap tidak ada solusi dan keputusan yang bisa dibuat dari anggota DPRD yang ada di ruangan tersebut. Pengunjukrasa akhirnya keluar dari ruangan tersebut.

Yuli Akmal dalam pertemuan itu mengungkapkan bahwa mereka ikut prihatin dengan tingkat kehadiran anggota dewan. "Ini yang selalu datang ke DPRD Kampar. Kami ingin membuat kerangka aturan etika dan tata tertib DPRD Kampar walaupun masa tugas kami tinggal setahun lagi," beber politisi Hanura ini.

Mengenai aspirasi dari mahasiswa Tapung, ia mengaku bahwa inisiatif pemekaran kecamatan di Tapung justru bukan datang dari anggota dewan dari Tapung tetapi dari anggota dewan Dapil lain, termasuk dirinya dari Dapil I Tambang sekitarnya. Ia juga mengakui konsern melakukan pembahasan pemekaran kecamatan di Tapung.

Sementara itu, politisi Nasdem Efrinaldi mengatakan, ia merupakan antan Sekretaris Komisi I dan sudah berulangkali melakukan proses pembahasan pemekaran di Tapung.

"Inisiasi ini sudah beberapa kali pertemuan dengan pemerintah, cuma harus ada dorongan dari mahasiswa dan masyarakat di Tapung," kata Efrinaldi. Ia minta semua pihak harus dilibatkan dalam pemekaran ini.

Sedangkan Dwi Hadi Kasmon mengklaim ia orang yang termasuk pro dengan pemekaran di Tapung.*(man)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Demokrat Bengkalis Perkuat Konsolidasi Tingkat Ranting
- H-1, Begini Sosok Syamsuar di Mata Wakil Gubernur Kepri
- Legislator Bagus Santoso Dukung Pengelolaan Istana Rokan Diserahkan ke Daerah
- KPU Riau Gelar Pleno DPTb
- Pacu Jalur Tak Masuk Kalender Pariwisata, Kader PPP Kritik Pemkab Jangan Hanya Sekedar Kunker
- Hasil RDP DPRD Rohul, Kendaraan Berat Dilarang Melintas Saat Jam Belajar Sebelum Kurangi Tonase
- Fraksi PAN Kritisi Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi Riau 2018
- Panwaslu Kecamatan di Rohul Kewalahan Tertibkan APK, Ini yang Dilakukan Bawaslu Riau
- Kosong dalam Hitungan Jam,
Besok Plh Gubri Ditentukan dalam Rapat di Setneg

- Lusa, Dipastikan Pelantikan Gubri Terpilih Digelar di Istana
- Kasus Pengrusakan Bendera dan Atribut Partai,
Ketua Demokrat Pekanbaru: Ungkap Aktor Utamanya, atau Bebaskan Pelakunya

- Disaksikan Caleg DPR RI, PBB Lantik Pengurus Ranting di Duri
- Tunjukkan Kepedulian, Golkar Riau Gelar Pasar Murah
- APK Caleg Eka Putra di Pelalawan Dirusak OTK
- Target Menang, Golkar Riau Gelar Bimtek Aplikasi Saksiku
- Goes to Campus, Cara KPU Bengkalis Ajak Pemula Gunakan Hak Pilih
- Jadwal Pelantikan Gubri Terpilih Tak Pasti, Komisi A DPRD Riau Sayangkan Sikap Pemerintah Pusat
- H-4 AMJ, Jadwal Pelantikan Gubri Terpilih Masih Gelap
- 11 Rusak Tergores,
Bawaslu: 3 Kardus Suara Pemilu di Riau Rusak Kena Hujan

- DPRD Riau Ucapkan Syukur Atas Peresmian Jembatan Siak IV dan Dua Fly Over


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com