Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 April 2019 08:50
Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan

Sabtu, 20 April 2019 07:10
Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL

Jum’at, 19 April 2019 20:57
Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau


Jum’at, 19 April 2019 20:41
Dari Tokyo ke Pekanbaru, UNIQLO Membuka Toko Pertama di Living World

Jum’at, 19 April 2019 16:31
Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker

Jum’at, 19 April 2019 16:06
Tentang PSU/PSL, KPU Belum Terima Rekomendasi Resmi

Jum’at, 19 April 2019 14:46
Bawa Sabu 20 Gram, Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk Diamankan Petugas Rutan

Jum’at, 19 April 2019 12:45
Viral di Medsos Suara Prabowo Hilang 100,
KPU Dumai Akui Salah dan Minta Maaf


Jum’at, 19 April 2019 11:30
Bupati Kuansing Serahkan Dana Hibah untuk Ponpes di Gunung Toar

Jum’at, 19 April 2019 08:00
Bawaslu Riau Rekomendasikan 98 TPS Gelar PSL dan PSU

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 23 Juli 2018 14:18
Sampaikan Dua Tuntutan, Puluhan Massa HMI Kota Pekanbaru Gelar Aksi di DPRD Riau

Puluhan massa HMI Pekanbaru menggelar aksi demo, menuntut KPK turun ke Riau untuk mengusut dugaan korupsi PLTU Riau-1 di Peranap, Inhu.

PEKANBARU-Riauterkini- Puluhan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Pekanbaru menggelar aksi demo di gedung DPRD Riau. Dalam tuntutannya, massa meminta KPK datang ke Riau untuk mengusut tuntas kasus korupsi PLTU Riau-1 di Peranap, Inhu seperti yang ramai diberitakan akhir-akhir ini.

"Kita juga tantang KPK untuk datang ke Riau mengusut pejabat daerah jika terlibat kasus korupsi PLTU Riau-1 ini," kata salah seorang orator aksi, Senin (23/07/18).

Selain itu, massa menolak penjualan aset Pertamina, apalagi penjualan aset yang dimaksud, bisa merugikan masyarakat dan hanya menguntungkan beberapa kelompok.

"Kita turun untuk mengingatkan agar pemerintah tidak menjual aset Pertamina, aset BUMN. Kita juga mengingatkan agar DPRD Riau jangan sampai terlibat dalam kasus korupsi PLTU Riau-1," tegasnya.

Sementara itu, Abdul Wahid, salah seorang anggota DPRD Riau yang menemui massa aksi mengatakan jika kasus PLTU Riau-1 sepenuhnya adalah kewenangan pusat.

"Itu adalah di luar kewenangan kita," ujar anggota Komisi IV DPRD Riau ini.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih tampak melakukan aksi. ***(ary)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL
- Tentang PSU/PSL, KPU Belum Terima Rekomendasi Resmi
- Viral di Medsos Suara Prabowo Hilang 100,
KPU Dumai Akui Salah dan Minta Maaf

- Bawaslu Riau Rekomendasikan 98 TPS Gelar PSL dan PSU
- Melalui Teleconference, Bupati Kampar Laporkan Pemilu di Kampar Aman dan Lancar
- Teleconference Bersama Kemendagri,
Gubri Laporkan Situasi Pasca Pemilu Hingga Kekurangan Surat Suara

- Bawaslu Rohul Sebut Pemilih DPKtb Membludak di Pemilu 2019, Tapi Surat Suara Terbatas
- Laporkan Hasil Pemilu, Sekda Pelalawa Video Conference Bersama Pemprov Riau
- Hasil Sementara, Prabowo-Sandi Menang di Pelalawan
- Pasca Qiuck Count Pilpres, Polda Riau Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi
- Bawaslu Rekomendasikan PSU di 7 TPS di Riau
- Coblos Surat Suara Pilpres 20 Lembar, Pemuda Ini Harus Berurusan dengan Bawaslu Kampar
- 414 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Pasirpangaraian Nyoblos di Dua TPS, Abis Nyoblos Dapat Kopi Gratis
- Ribuan Warga Riau Kompleks Antusias Ikut Pemilu
- Surat Suara Habis, Puluhan Warga Pasirpangaraian "Mengamuk" di TPS 07 Lingkungan Longgopan
- ‎Pemilu 2019, Bupati dan Sekda Rohul Nyoblos di TPS Berbeda di Desa Pematang Berangan
- Gubri: Pemenang Pilpres Versi Quick Count Kehendak Allah, Jangan Euforia Berlebihan
- Sejumlah TPS Kekurangan Surat Suara KPU Bengkalis Identifikasikan Masalah
- Mantan Bupati Rohul Bersama Istri dan Anak Nyoblos di TPS 01 Babussalam Diarak Rebana
- Gagal Nyoblos, Warga Gerudug Kantor KPU Kota Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com