Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Maret 2019 21:06
Bupati Rohul Resmikan Kantor Desa Bengkolan Salak, Gedung TK dan Pasar Desa

Senin, 25 Maret 2019 20:14
Habis Masa Jabatan, Camat Mandau Lantik Pj Kades Harapan Baru

Senin, 25 Maret 2019 20:11
Ditemui Walikota Pekanbaru, Besok Guru Kembali Mengajar Seperti Biasa

Senin, 25 Maret 2019 19:14
Lewat Sidang Paripurna, Asri Auzar Resmi Gantikan Noviwaldi Jusman Sebagai Wakil Ketua DPRD Riau

Senin, 25 Maret 2019 19:03
Pemprov Alokasikan Pembangun Kantor Korem Rp2,6 Miliar

Senin, 25 Maret 2019 17:50
Pantang Menyerah, Ratusan Guru Kukuh Tuntut Revisi Perwako Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2019

Senin, 25 Maret 2019 17:47
GO TV Kabel Tuntut Presiden Tangani Pembatasan Siaran Piala Presiden

Senin, 25 Maret 2019 17:28
Menkes RI Sebut Diabetes, Jantung Iskemik dan Stroke di Riau Tergolong Tinggi

Senin, 25 Maret 2019 17:24
Ikut Kampanye, Bupati Bengkalis Besok Cuti Dinas

Senin, 25 Maret 2019 17:21
Wabup Zardewan dan Ketua DPRD Buka Rangkaian Kegiatan HPN 2019 PWI Pelalawan

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 8 Nopember 2018 17:41
LAM Beri Gelar Adat ke Presiden RI, Dewan Berharap Tak Punya Unsur Politis

Anggota DPRD Riau akhirnya turut bersuara terkait rencana LAM untuk memberikan gelar adat ke Presiden Jokowi. Wakil rakyat berharap tak ada muatan politik.

Riauterkini-PEKANBARU- Rencana LAM Riau memberikan gelar adat kepada Presiden RI, Joko Widodo diharapkan tanpa mengaundur unsur politis, terutama jelang Pemilu 2019 mendatang.

"Saya yakin gelar adat diberikan kepada yang berhak tanpa unsur politik. Kalau ada unsur politis, ini patut dipertanyakan," kata Taufik Arrakhman, Wakil Ketua Komisi I DPRD Riau kepada wartawan, Kamis (08/11/18).

Anggota dewan Dapil Kota Pekanbaru ini pun mengakui tidak punya penilaian apakah presiden layak mendapatkan gelar adat. LAM Riau sebutnya, pasti punya pertimbangan untuk itu.

"Tentu ada pertimbangan dari LAM dalam memberikan gelar kepada seseorang di luar konteks politik. Saya yakin, LAM Riau sudah mempertimbangkannya," ujar politisi Gerindra ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, besok (hari ini, red), Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim bersama Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau temui Presiden RI Joko Widodo di Jakarta, terkait rencana pemberian gelar adat.

Rencana pertemuan atau merisik dalam istilah adat Melayu Riau ini pun sudah disampaikan ke pihak istana.

"Besok saya, LAM mau menemui pak Jokowi untuk menyampaikan hajatan pemberian gelar adat tersebut," kata Plt Gubri, Rabu (7/11/18).

Kapan jadwal rencana pemberian gelar adat tersebut, Plt Gubri yang juga mantan Bupati Rokan Hilir ini belum memastikannya. Karena menurutnya, semuanya bergantung dengan kesiapan Jokowi sendiri.

"Kita tahu pak Jokowi sibuk, kita menyesuaikan saja. Tadi saya juga sudah membicarakannya dengan LAM," ungkap Wan Thamrin. ***(ary)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Lewat Sidang Paripurna, Asri Auzar Resmi Gantikan Noviwaldi Jusman Sebagai Wakil Ketua DPRD Riau
- Ikut Kampanye, Bupati Bengkalis Besok Cuti Dinas
- Ini Penyebab Kursi Wabup Rohul Masih Kosong
- 447 Pengawas TPS Kecamatan Resmi Dilantik
- Kurang 16 Orang,
1.784 Pengawas TPS Pemilu Bengkalis Siap Bertugas

- Joker Dorong Entrepreneur Naik Hingga 7 Persen di Nusantara
- KPU Riau Simulasikan Rekapitulasi Hasil Pemilu dan Pilpres 2019 Tingkat Provinsi
- Ternyata Asri Auzar Sudah Minta DPRD Riau Ganti Waka Dedet
- Baru Pemprov dan Lima Kabupaten yang Serahkan LKPD ke BPK Riau
- Amankan Pemilu 2019 di Riau, TNI-Polri Terjunkan 10.650 Personel
- Dalam Rangka Pileg dan Pilpres 2019,
Inhil Apel Gelar Pasukan Kesiapan TNI-Polri dan Komponen Bangsa Lainnya

- Tim Gabungan Gelar Apel Pasukan Pengamanan Pemilu 2019
- Apel Gelar Pasukan, Bupati Kampar Tegaskan Jangan Ada Intimidasi pada Pemilu 2019
- 300 Personel BKO Polda Riau Ikut Amankan Pemilu 2019 di Rohul
- Harapkan WTP, Gubri Serahkan Laporan Keuangan Pemerintah
- TNI Polri Bengkalis Siap Amankan Pesta Demokrasi Serentak April 2019
- Batas 2 Mei, tak Serahkan LPPDK, Caleg Bakal Dicoret
- Pimpin Apel Siaga Pengaman Kampanye, Gubri Minta Aparat Netral di Pemilu 2019
- Soal Reposisi Waka DPRD, Dedet Bersyukur dan Auzar Ngaku tak Tau
- Demokrat Minta Reposisi Waka DPRD Riau, Dedet Diganti Asri Auzar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com