Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 15 Desember 2018 11:35
Baleho dan Bendera PD Dirusak, Hinca Tuding untuk Ganggu Kunjungan SBY

Sabtu, 15 Desember 2018 11:26
Dua Tersangka Ditangka, Polisi Temukan Ekatasi dan Sabu dalam Pajero Kecelakaan di Kuansing

Sabtu, 15 Desember 2018 11:21
Puluhan Kafilah Semarakkan MTQ ke-33 Desa Bantan Tengah, Bengkalis 

Sabtu, 15 Desember 2018 10:43
Andi Arif Sebut Perusak Atribut PD di Pekanbaru Dibayar Partai Penguasa

Sabtu, 15 Desember 2018 10:31
Pelantikan DPC PD se-Riau Disaksikan Langsung SBY dan Istri

Sabtu, 15 Desember 2018 10:28
Pentabalan Adat Tuntas, Jokowi Resmi Bergelar Datuk Seri Setia Amanah

Sabtu, 15 Desember 2018 10:07
Ani Yudhoyono Nangis Saksikan Video Perusakan Balehonya dan Bendera PD

Sabtu, 15 Desember 2018 09:36
Berpeci, Jokowi Tiba di Gedung LAM Riau

Sabtu, 15 Desember 2018 09:24
Ribuan Anak Sekolah Dikerahkan Sambut Presiden Jokowi

Sabtu, 15 Desember 2018 09:16
Buka Kejuaraan Tenis di Siak, Ketua Pelti Riau Harapkan Lahir Petenis Andal

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Nopember 2018 18:34
Makan dan Minum SMA Plus Dihentikan, Waka DPRD Riau Tak Yakin Karena Anggaran

Waka DPRD Riau pertanyakan dihentikanya makan dan minum siswa SMA Plus Riau karena kehabisan anggaran. Pihaknya akan melakukan pengecekan ulang.

Riauterkini-PEKANBARU- Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman tidak yakin dengan dihentikannya makan minum siswa SMA Plus Riau karena kehabisan anggaran dan tidak dibahasnya APBD Perubahan tahun 2018.

"Saya rasa bukan karena rasionalisasi, setahu saya APBD ini dirancang dalam satu tahun anggaran, apalagi makan minum itu adalah kegiatan rutin," kata Noviwaldy Jusman kepada wartawan, Rabu (14/11/18).

Politisi Demokrat ini mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan ulang, apakah kesalahan dan kelalaian ini dari dinas terkait atau dari pihak yang lain.

"Kita merencanakan hal-hal rutin itu sudah pasti 12 bulan, perencanaan selalu pasti, dari mana mereka tahu kalau di APBD Perubahan itu ada uang, nah sekarang tak ada uang, harusnya direncanakan 12 bulan," ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya akan mengkomunikasikan dengan Sekdaprov Riau. Apalagi, Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sudah diterima daerah.

"Saat ini uang sudah masuk Rp378 miliar, ditambah Rp41 miliar, nanti akan masuk lagi Rp158 miliar. Kita akan komunikasikan agar bisa dibantu nanti," tutupnya. ***(ary)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Baleho dan Bendera PD Dirusak, Hinca Tuding untuk Ganggu Kunjungan SBY
- Andi Arif Sebut Perusak Atribut PD di Pekanbaru Dibayar Partai Penguasa
- Pelantikan DPC PD se-Riau Disaksikan Langsung SBY dan Istri
- Ani Yudhoyono Nangis Saksikan Video Perusakan Balehonya dan Bendera PD
- Balehonya dan Bendera PD Dirusak, SBY Pilih Mengalah
- SBY Berikan Pesan Kepada Warga Pacitan di Riau
- Bawaslu Meranti Gelar Rakor Peningkatan SDM
- Bergelar Datuk Seri Setia Amanah Negara,
Ini Skenario Penyambutan Jokowi di LAM Riau Besok

- Sakit, Seorang Napi Lapas Bengkalis Meninggal Dunia
- Mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono Tiba di Pekanbaru
- Beri Gelar Adat ke Jokowi, LAM Riau Mengaku Tak Tersandera
- Pelajari RKPD, Dewan Kuansing Stuban ke Batam
- Sambut Kehadiran Presiden di Riau, PWNU Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas dan Ketentraman
- SBY dan Jokowi Sama-sama ke Riau, Diklaim Hanya Kebetulan
- Pangdam Pimpin Apel Siaga Sambut Kedatangan Jokowi
- Ramaikan Kedatangan Presiden,
Undangan Terbuka Bupati Pelalawan Beredar di Masyarakat

- Seleksi Akhir Calon Komisioner KPU Kuansing Menyisakan 10 Nama
- ‎Daftar Pemenang Pilkades Serentak 2018 di 51 Desa di Rohul
- Lusa, SBY Dijadwalkan Empat Hari di Riau
- Timsel II Diduga Tidak Profesional, Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Menuai Protes


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com