Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

Jum’at, 24 Mei 2019 21:41
Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa

Jum’at, 24 Mei 2019 21:38
Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan

Jum’at, 24 Mei 2019 20:15
Serunya Midnight Sale di Mal SKA, Diskon Melimpah Sampai 70 Persen

Jum’at, 24 Mei 2019 19:29
Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 19:15
Buka Bersama Pengurus, Apindo Gandeng ACI NUS Gelar Survey Daya Saing Usaha 2019

Jum’at, 24 Mei 2019 19:11
Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot

Jum’at, 24 Mei 2019 17:24
Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Maret 2019 18:59
Ungkap Provokasi agar Tak Ikut Pemilu, Kades 5 Desa di Kampar Minta Keamanan Pemilu Diperkuat

Bawaslu Kaampar gelar Rakor lintas sektoral Indeks Kerawanan Pemilu. Kades lima desa perbatasan Kampar-Rohul sampaikan kekhawatiran saat Pemilu berlangsung.

BANGKINANG - Meski pemerintah telah memutuskan bahwa lima desa di perbatasan Kabupaten Kampar dengan Kabupaten Rokan Hulu masuk wilayah Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, namun fakta di lapangan, namun pro kontra antar masyarakat tak kunjung usai. Kini ada beberapa kerawanan yang dikhawatirkan masyarakat pada pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019.

Kekhawatiran itu disampaikan beberapa kepala desa dari lima desa di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar pada rapat koordinasi lintas sektoral Indeks Kerawanan Pemilu yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kampar di Kampung Stanum, Bangkinang, Kamis (14/3/2019).

Kades Tanah Datar Pardi mengungkapkan, karena masih adanya pro kontra antara masyarakat yang ingin bergabung ke Kabupaten Rohul dan masyarakat yang ingin masuk Kabupaten Kampar maka ia meminta TNI maupun Polri menambah pengamanan pada pelaksanaan hari pemungutan suara nanti. "Selama ini aman-aman saja, tapi ini untuk mengantisipasi , untuk menjaga-menjaga," katanya.

Pardi juga mengungkapkan bahwa selama ini selalu ada oknum yang menjadi provokator yang menghimbau masyarakat agar jangan mau datang memilih. "Oleh sebab itu Bupati, Kapolres, TNI tolong diselesaikan ini," pintanya.

Menurutnya, secara hukum lima desa telah kuat masuk dalam wilayah Kampar, namun pihak Rohul masih ingin membuat pemerintahan tandingan di lima desa. "Orang itu membuat tandingan, masih ada kepala desa Pjs," ulasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kades Rimba Makmur Tety Supriati. Ia mengharapkan Pemkab agar senantiasa melakukan sosialisasi ke lima desa. "Agar mereka selalu ingat dan tergugah hatinya. Karena ada dua kubu, kalau ada dari Pemkab hadir, KPU Kampar, KPU Rohul dan ditengahi KPU provinsi, jadi mereka betul-betul komitmen itu dilaksanakan pemerintah," ulasnya.

Kades Muara Intan Abdul Munir meminta Bawaslu memberikan solusi berupa penegasan dan sanksi bagi provokator yang mengurangi minat warga datang ke TPS.

Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Aliman Makmur yang menjadi pembicara pada rakor ini menegaskan bahwa lima desa tersebut akan menjadi skala prioritas perhatian Pemkab Kampar bersama.

Komisioner Bawaslu Kampar Marhaliman yang membuka kegiatan rakor ini menyampaikan, terkait masalah ini Bawaslu telah membicarakan ditingkat pimpinan dan menyampaikan juga ke Bawaslu Riau. "Kami akan melakukan supervisi. Jangan ada lagi ada oknum-oknum yang mencoba melarang masyarakat untuk datang memilih," tegas Marhaliman.

Mantan Ketua PWI Kampar ini mengakui, masih ada alat peraga kampanye peserta Pileg Rohul yang terpasang di lima desa. Ia menambahkan, potensi kerawanan telah muncul. Marhaliman berharap kepada camat dan desa terundang untuk selalu melakukan koordinasi baik dengan parpol, camat maupun dengan lembaga terkait.

Kabag Op Polres Kampar Kompol Frengky Tambunan mewakili Kapolres Kampar mengatakan, pihaknya tetap menaruh konsern di lokasi tersebut. Sejauh ini Polres juga terus berkomunikasi tidak hanya dengan tiga Polsek yang berada di wilayah Polres Kampar yakni Polsek Tapung Hulu, Tapung Hilir dan Tapung, tetapi juga dengan Polsek Bonai Darussalam Resor Rohul.

Ia meminta kades dan masyarakat tidak usah khawatir karena Polres terus mengedukasi masyarakat. "Bagaimanapun juga pihak kepolisian sangat berharap kontribusi seluruh elemen yang ada," kata F Tambunan. Ia juga meminta kades, masyarakat dan berbagai elemen selalu berkoordinasi dengan polisi.

Kasdim 0313/KPR Mayor Harman Koto yang mewakili Dandim 0313/KPR mengingatkan kades, camat jika ada masalah di wilayahnya jangan didiamkan. TNI katanya selalu ikut mensosialisasikan kepada masyarakat tentang Pemilu dan mengajak masyarakat ikut memilih dan ia minta jangan bosan-bosan mengajak masyarakat memilih.

Rapat koordinasi lintas sektoral Indeks Kerawanan Pemilu yang digelar Bawaslu Kampar ini dibuka oleh Komisioner Bawaslu Kampar Marhaliman dan ditutup oleh Ketua Bawaslu Kampar Syawir Abdullah. Rakor ini diikuti camat se-Kabupaten Kampar, sejumlah kepala desa, panitia pemilihan kecamatan (PPK) se-Kabupaten Kampar, wartawan dan pihak kantor Kesbangpol Kabupaten Kampar.

Syawir ketika menutup kegiatan ini mengatakan, kegiatan ini ditaja untuk memetakan sedini mungkin potensi kerawanan Pemilu 2019. Potensi kerawanan ini biasanya muncul di daerah perbatasan kabupaten.

Bawaslu siap menerima masukan dari semua pihak termasuk dari media massa. "Agar Pemilu 2019 tidak tercederai, berjalan baik dan tidak lagi menjadi isu nasional," pungkasnya.*(man) Foto: Komisioner Bawaslu Kampar Marhaliman sampaikan sambutan saat membuka rakor lintas sektoral pelaksanaan Pemilu 2019.

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Tanggapi Pendemo, Waka DPRD Riau Janji Akan Sampaikan Tuntutan Hingga ke Pusat
- Partisipasi Pemilih Pemilu di Bengkalis 80 Persen
- 21 Tahun Reformasi, Mahasiswa Demo Malam di Depan Kantor Bupati Bengkalis
- Datangi Polda Riau, Puluhan Massa HMI-MPO Pertanyakan Buruknya Komitmen Penegakan Hukum
- Kuansing Aman, Tidak Ada Pergerakan Massa Demo Bawaslu
- Polda Riau Berlakukan Siaga 1
- Animo Pemilih Cerdas Meningkat,
Kapemary Apresiasi Pesta Demokrasi di Duri, Bengkalis

- Seribuan Masyarakat Riau Ikut Aksi Damai 22 Mei di Jakarta
- Geruduk DPRD Riau, Ratusan Mahasiswa Desak Masuk
- Tunggu Pemberitahuan MK,
KPU Kampar Belum Tetapkan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih DPRD Kabupaten

- Hampir Seluruh OPD Pemkab Pelalawan Habiskan Belanja ATK Rp80-Rp100 Juta/Tahun
- Kinerja PU-PR Pelalawan Disorot Fraksi PDI Perjuangan
- Tiga Petahana Gagal, ini Daftar 13 Caleg Lolos ke DPR RI Asal Riau
- KPU Riau Sampaikan Rekapnas
- KPU Riau Sampaikan Rekapnas
- Raup Suara Terbanyak di Riau, Jon Elrizal Kembali Lolos ke Senayan
- PKS Pemenang,
Berikut 45 Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis 2019-2024

- Kapolres Bidik Tersangka Lain Tindak Pidana Pemilu di Pelalawan
- Jelang Aksi 22 Mei, Wagub Imbau Warga dan ASN Riau tak Perlu Ikut Demo
- FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com