Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 April 2019 19:14
Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sabtu, 20 April 2019 18:17
Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri

Sabtu, 20 April 2019 16:43
Gebyar Undian Service ke AHASS, Service Honda, Dapet Honda

Sabtu, 20 April 2019 16:42
PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen

Sabtu, 20 April 2019 14:21
DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif

Sabtu, 20 April 2019 08:50
Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan

Sabtu, 20 April 2019 07:10
Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL

Jum’at, 19 April 2019 20:57
Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau


Jum’at, 19 April 2019 20:41
Dari Tokyo ke Pekanbaru, UNIQLO Membuka Toko Pertama di Living World

Jum’at, 19 April 2019 16:31
Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 17 Maret 2019 22:31
Dikurangi Tersisa 300 Petugas, Pelipatan Surat Suara di KPU Kampar Kini Berjalan Tertib

Pelipatan surat suara Pemilu 2019 Kabupaten kampar akhirnya berjalan lancar. Setelah dilakukan pengurangan petugas dari 3.000 ke 300 orang.

BANGKINANG - Setelah sempat kocar kacir karena banyaknya masyarakat yang ingin terlibat dalam pelipatan surat suara untuk pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar memutuskan mengurangi petugas pelipatan surat suara hingga hanya tersisa 300 orang dari sebelumnya mencapai 3.000 orang.

Ketua KPU Kabupaten Kampar Ahmad Dahlan ketika ditanya mengenai perkembangan pelipatan surat suara, Ahad (17/3/2019) mengatakan, pasca menggelar rapat dengan pihak Polres Kampar dan meliburkan kegiatan pelipatan surat suara Jum'at (15/3/2019), KPU Kabupaten Kampar berharap kegiatan pelipatan surat suara berjalan aman dan lancar. "Kita hanya mempekerjakan 30 kelompok atau 300 orang saja. Setiap kelompok ada 10 orang," tutur Dahlan.

Menurutnya, kegiatan pelipatan surat suara harus steril dan rawan, sehingga tidak bisa dikerjakan oleh petugas yang terlalu banyak.

Kegiatan pelipatan surat suara sejak dimulai kembali Sabtu (16/3/2019) hingga Ahad (17/3/2019) hanya dipusatkan di satu tempat yakni di GOR Sport Centre Kampar di Jalan Lingkar Bangkinang. "Alhamdulillah tak ada kendala, kalau ada orang yang mau masuk lagi tidak bisa sebab sudah disepakati hanya 30 kelompok saja. Mengontrolnya lebih gampang," ujar Dahlan yang juga Divisi Keuangan dan Logistik KPU Kampar.

Petugas pelipatan bekerja sejak pukul 08.00 Wib hingga pukul 16.00 Wib. Pelipatan surat suara ini mendapat pengamanan dari pihak TNI, Polri, Satpol PP dan di bawah koordinasi KPU Kabupaten Kampar serta di awasi oleh Bawaslu Kabupaten Kampar. Ia menargetkan besok, Senin (18/3/2019) pelipatan surat yang berjumlah 2.432.722 lembar yang terdiri dari surat suara untuk Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten dari enam Dapil tuntas dan hanya tinggal pengecekan dan penyortiran.

Untuk diketahui, ada 2.968 kotak surat suara yang akan dilipat. Setiap kotak terdiri dari 500 lembar. Setiap lembar yang dilipat diberikan upah sebesar Rp. 75.

Terkait pekerjaan pelipatan yang telah berjalan selama dua hari yakni pada hari Rabu (13/3/2019) dan Kamis (14/3/2019) telah dibayarkan sesuai dengan ketentuan seperti harga Rp 75/lembar. "Sudah kita bayar, itu wajib dibayar sesuai hasil kerja mereka," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPU Kampar kaget atas kedatangan sekira 3.000 orang yang ingin ikut dalam kegiatan pelipatan surat suara Rabu (13/3/2019) pagi lalu. Mereka ngotot untuk diikutsertakan. Kegiatan pelipatan baru bisa dimulai pada sore harinya karena petugas kewalahan mengkoordinir banyak orang. Pada hari kedua, situasi cukup memanas karena pada pekerja pelipatan surat suara menggelar demonstrasi di GOR Sport Centre. Mereka memprotes karena rata-rata menerima upah selama dua hari bekerja hanya Rp 30 ribu.

Akibat hal tersebut KPU lalu berkoordinasi dengan Polres dan Bawaslu sehingga memutuskan pekerjaan dihentikan pada Jumat (15/3/2019) dan hanya mempekerjakan 300 orang saja pada hari berikutnya.*(man)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen
- DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif
- Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL
- Tentang PSU/PSL, KPU Belum Terima Rekomendasi Resmi
- Viral di Medsos Suara Prabowo Hilang 100,
KPU Dumai Akui Salah dan Minta Maaf

- Bawaslu Riau Rekomendasikan 98 TPS Gelar PSL dan PSU
- Melalui Teleconference, Bupati Kampar Laporkan Pemilu di Kampar Aman dan Lancar
- Teleconference Bersama Kemendagri,
Gubri Laporkan Situasi Pasca Pemilu Hingga Kekurangan Surat Suara

- Bawaslu Rohul Sebut Pemilih DPKtb Membludak di Pemilu 2019, Tapi Surat Suara Terbatas
- Laporkan Hasil Pemilu, Sekda Pelalawa Video Conference Bersama Pemprov Riau
- Hasil Sementara, Prabowo-Sandi Menang di Pelalawan
- Pasca Qiuck Count Pilpres, Polda Riau Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi
- Bawaslu Rekomendasikan PSU di 7 TPS di Riau
- Coblos Surat Suara Pilpres 20 Lembar, Pemuda Ini Harus Berurusan dengan Bawaslu Kampar
- 414 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Pasirpangaraian Nyoblos di Dua TPS, Abis Nyoblos Dapat Kopi Gratis
- Ribuan Warga Riau Kompleks Antusias Ikut Pemilu
- Surat Suara Habis, Puluhan Warga Pasirpangaraian "Mengamuk" di TPS 07 Lingkungan Longgopan
- ‎Pemilu 2019, Bupati dan Sekda Rohul Nyoblos di TPS Berbeda di Desa Pematang Berangan
- Gubri: Pemenang Pilpres Versi Quick Count Kehendak Allah, Jangan Euforia Berlebihan
- Sejumlah TPS Kekurangan Surat Suara KPU Bengkalis Identifikasikan Masalah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com