Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 18 Juni 2019 10:47
Sudah Jatuh Korban Jiwa, Harus Ada Jalan Alternatif Delima ke Soekarno-Hatta Saat Banjir

Selasa, 18 Juni 2019 09:50
Luapan Parit Jalan Lobak Pekanbaru Tewaskan Pengantin Baru

Selasa, 18 Juni 2019 09:36
Syahril, Caleg Terpilih PKS untuk DPRD Pekanbaru Meninggal

Selasa, 18 Juni 2019 07:41
24 Pemenang LKJ PWI Riau- KLHK Kantongi Hadiah Rp115 Juta

Senin, 17 Juni 2019 23:07
Bupati "Tegur" Dishub Bengkalis, Penyeberangan Air Putih-Pakning Dikeluhkan Masyarakat

Senin, 17 Juni 2019 21:21
Satu Ditembak, Polres Bengkalis Tangkap Tiga Napi Kabur dari Rutan Sungai Penuh, Jambi

Senin, 17 Juni 2019 20:21
Polres Dumai Tangkap Dua Bandar Sabu 1 Kilogram Asal Bengkalis

Senin, 17 Juni 2019 20:16
Pertamina RU II Dumai Produksi Green Diesel Berkualitas

Senin, 17 Juni 2019 19:17
Laga Kambing Travel Vs Truk, Sejumlah Penumpang Terluka

Senin, 17 Juni 2019 18:11
Ini Persyaratan Lengkapnya,
Pendaftaran Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Dibuka 18 Juni 2019


 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2019 11:38
KPU Kuansing Memberi Contoh Cara Pembagian Kursi Hasil Pemilu 2019

Pencoblosan digelar serentak digelar besok. KPU Kuansing memberi contoh pembagian kursi hasil Pemilu 2019.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Penyelenggaraan Pemilu 2019 tinggal lagi menghitung hari. Pesta demokrasi tersebut akan digelar Rabu ini 17 April 2019 sejumlah logistik mulai didistribusikan ke seluruh Kecamatan di Kuansing.

Untuk penyelenggaraan Pemilu serentak ini, mungkin masyarakat sudah tau secara umum kapan jadwalnya. Namun, tentu tidak semua tau dengan metode penentuan kursi bagi caleg yang akan terpilih.

Ketua KPU Kuansing, Adanan Saleh, S.Ag ketika dikonfirmasi Rabu (10/4/2019) lalu, mengenai metode penghitungan suara "SAINTE LAGUE" untuk Pemilu 2019 khusus legislatif juga membenarkan pola ini, untuk penentuan kursi caleg kedalam sistim pembagian 1, 3, 5, dan 7. "Yes," jawabnya singkat ketika itu.

Pemilu kali ini berbeda dengan metode pada pemilu sebelumnya dalam penentuan kursi Caleg, dimana pada pemilu lima tahun lalu menggunakan BPP (Bilangan Pembagi Pemilih).

Untuk penghitungan kursi menggunakan metode "SAINTE LAGUE" partai besar sangat diuntungkan. Apalagi partai peraih suara terbanyak. Sebagai contoh misalkan dalam satu dapil tersebut ada jatah 7 kursi, penghitungan sangat simple.

Contoh:

1. Partai A total meraih 28.000 suara
2. Partai B meraih 15.000
3. Partai C meraih 10.000
4. Partai D meraih 6.000 suara.
5. Partai E 3000 suara.

Maka kursi pertama didapat dengan pembagian 1.

1. Partai A 28.000/1 = 28.000.
2. Partai B 15.000/1 = 15.000
3. Partai C 10.000/1 = 10.000
4. Partai D 6.000/1   = 6.000
5. Partai E 3.000/1   = 3.000.

Jadi kursi pertama adalah milik partai A dengan 28.000 suara.

Kemudaian untuk kursi ke 2 tetap dibagi 1 untuk partai B, C, D dan E. Sedangkan Partai A dibagi 3 karena sudah mendapatkan satu kursi pada pembagian 1.

Contoh perhitungan kursi ke 2 adalah

1. Partai A 28.000/3 = 9.333
2. Partai B 15.000/1 = 15.000
3. Partai C 10.000/1 = 10.000, 
4. Partai D 6.000/1   = 6.000 
5. Partai E 3.000/1   = 3.000.

Maka kursi ke 2 adalah milik partai B dengan perolehan 15.000 suara.

Selanjutnya untuk kursi ke 3 karena Partai A dan Partai B telah mendapatkan kursi dengan pembagian 1, maka mereka tetap dengan pembagian 3, sedangkan Partai lain masih dengan pembagian 1.

Maka perhitungan kursi ke 3 adalah

1. Partai A 28.000/3 = 9.333
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai C 10.000/1 = 10.000
4. Partai D 6.000/1   = 6.000 
5. Partai E 3.000/1   = 3.000.

Maka kursi ke 3 berhak dimiliki partai C dengan perolehan 10.000 suara.

Seterusnya untuk perhitungan kursi ke 4, A , B dan C telah mendapat kursi dengan pembagian 1, maka mereka akan masuk ke pembagian 3. Sedangkan dua partai masih pada pembagian 1.

1. Partai A 28.000/3 = 9.333
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/1   = 6.000 
5. Partai E 3.000/1   = 3.000.

Maka kursi ke 4 adalah milik Partai A dengan perolehan 9.333 suara.

Masuk ke kursi ke 5, karena Partai A sudah mendapat kursi hasil pembagian suara 1 dan 3, maka selanjutnya A akan dibagi 5, B dan C dibagi 3,sementara D dan E masih pada pembagian 1.

Penghitungan kursi ke 5 adalah

1. Partai A 28.000/5 = 5.600.
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/1   = 6.000 
5. Partai E 3.000/1   = 3.000.



Dari hasil pembagian ini, maka kursi ke 5 jatuh kepada Partai D dengan perolehan 6.000 suara.

Selanjutnya, untuk kursi ke 6, A dibagi 5. B, C dan D dibagi 3, sementara E masih dibagi 1.

1. Partai A 28.000/5 = 5.600.
2. Partai B 15.000/3 = 5.000.
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/3   = 2.000 
5. Partai E 3.000/1   = 3.000 

Karena dipembagian kursi ke 6 Partai A mengungguli empat partai lainnya maka kembali Partai A mendapatkan kursi ke 6 dengan perolehan suaranya 5.600.

Sedangkan perhitungan kursi terakhir, A masuk ke dalam pembagian 7, karena pembagian 1, 3 dan 5 telah menghasilkan kursi. Sedangkan Partai B, C dan D masih berada di pembagian 3 sementara E masih dalam pembagian 1.

Maka perhitungan kursi ke 7 adalah

1. Partai A 28.000/7 = 4.000
2. Partai B 15.000/3 = 5.000.
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/3   = 2.000 
5. Partai E 3.000/1   = 3.000.


Maka dari hasil pembagian ini partai B mendapatkan kursi terakhir dengan perolehan 5.000 suara.

Pethitungan ini sebagai contoh perhitungan menggunakan metode "SAINTE LAGUE" seandainya dalam satu dapil melebihi 7 kursi maka tinggal lagi mengacu pada metode pembagian 1, 3, 5 dan 7 ini.** (Jok)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Rahman Wijayanto Diperhitungkan untuk Pilkada Pelalawan 2020
- Demokrat Riau Tolak Gekaran KLB Max Sopacua
- Fraksi Demokrat dan PAN Kritik Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Riau 2018
- Pilkada 2020, KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar
- Meski Dirahasiakan,
Sekdaprov Mulai Surati Calon Tim Pansel Assessment PTP

- Ditetapkan Tersangka, Komisioner Bawaslu Inhu Gugat Polisi dan Jaksa
- Asal Tulis di Medsos, Caleg di Bengkalis Ini Divonis Hakim Setahun Penjara
- 'Aroma' Pilkada Makin Kental, Bupati Kuansing Terlihat Makan Siang dengan Para Kepala OPD
- Pilkada Bengkalis 2020,
PAN Ancang-ancang Siapkan Calon yang 'Layak Jual'

- Kader Golkar Provinsi Pastikan Ketua DPRD Riau Akan Diemban Sukarmis
- PAN Bertekad Usung Kadernya di Pilkada Pelalawan 2020
- Sharing Informasi, Anggota DPRD Inhu Berkunjung ke DPRD Kuansing
- Bersama Legislator Pangean, Ketua DPRD Kuansing Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Sako
- Bersiap Hadapi Pilkada, Hubungan Andi Putra Bersama Ketua NU Makin Intim
- Usai Lebaran, Pemkab Bengkalis Ajukan Ranperda LPPJ APBD TA 2018
- KPU Riau Umumkan Hasil Audit LPPDK
- 70 Persen Masyarakat Masih Inginkan Mursini,
Pengamat Ekonomi Riau Nilai Biasa Hasil Survei Lembaga IB

- Mursini Masih Kandidat Terkuat di Pilkada Kuansing 2020
- Kepala BKPP Tutup Usia, Ketua DPRD Kuansing Sampaikan Belangsungkawa
- Pilkada Masih Jauh, Tapi Bakal Calon Bupati di Kuansing Sudah Bermunculan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com