Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 April 2019 17:03
133 Honorer Pemkab Bengkalis Lulus Seleksi P3K

Selasa, 23 April 2019 17:00
4 Kabupaten di Riau Ini Rawan Kecurangan Pemilu

Selasa, 23 April 2019 16:58
24 Petugas Pemilu di Riau Terkena Musibah Pada Proses Pemilu

Selasa, 23 April 2019 16:23
Baru Dua Kecamatan di Pelalawan Tuntas Gelar Rapat Pleno Pemilu

Selasa, 23 April 2019 16:19
‎Penetapan dan Penegasan Batas Desa di Kabupaten Rohul Baru di Tiga Kecamatan

Selasa, 23 April 2019 15:31
12.562 Pelajar SD Sederajat Bengkalis Ikuti USBN

Selasa, 23 April 2019 15:27
‎Pasca Pemilu 2019, Pansus DPRD Rohul Kembali Tancap Gas Bahas Tiga Ranperda

Selasa, 23 April 2019 14:09
Hari Kedua, Pelaksanaan UN Tingkat SMP di Pelalawan Lancar

Selasa, 23 April 2019 12:59
Berlangsung Lancar, Ketua DPRD Kuansing Apreasi Penyelenggara Pemilu 2019

Selasa, 23 April 2019 11:57
Dijadikan Lokasi Mesum Remaja, Pengamanan Kantor UPT Capilduk Mandau Harus Dibenahi

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 16 April 2019 14:24
Terkait Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV,
Ketua Komisi A DPRD Kuansing: Politis dan Asal-asalan


Ketua Komisi A DPRD Kuansing Musliadi menilai pelantikan pejabat eselon III dan IV bernuansa politik. Selain itu penempatan para pejabat itu juga terkesan asal-asalan.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi, S.Ag menilai pelantikan pejabat eselon III dan IV Jum'at lalu, terkesan bernuansa politik.

"Pelantikannya buru-buru, nampak dipaksakan, tentu ini menimbulkan polemik antara Bupati dan Wabup. Mau Pemilu langsung pelantikan. Kemudian pelantikan juga tanpa ada analisa," ungkap Musliadi, Selasa (16/4/2019) siang.

Menurut Musliadi, dari 131 orang pejabat dilantik yang terdiri dari 39 Pejabat Eselon III, dan 92 Pejabat Eselon IV, semestinya kata dia dilakukan dulu analisa untuk menentukan posisinya

Misalkan kata Musliadi, untuk delapan Kemudian 8 orang Camat, 5 diantaranya adalah Camat baru, sedangkan 3 lainnya mengalami pergeseran tempat kerja atau mutasi.

Sebelumnya kata Musliadi, Bupati juga menyatakan, bahwa penempatan pegawai ini sudah sesuai dengan keahliannya (the right man on the right job) yang merupakan kaedah dan prinsip yang berlaku.

Namun, nyatanya kata dia, dari 8 Camat yang dilantik ini, 3 ternyata tidak sesuai dengan keahliannya, seperti Camat Singingi Hilir, basicnya berlatar belakang perikanan, Camat Inuman dari Pertanian, kemudian Camat Hulu Kuantan, basic pendidikannya adalah teknik.

Sehingga, penempatan yang mengacu kepada the right man on the right job ini, menurutnya bertolak belakang dengan apa yang disebutkan Bupati, ibarat pepatah tukang jalur disuruh buat rumah, karena tak sesuai keahlianya.

Padahal Mendagri menurut Musliadi, sudah mengingatkan seluruh kepala daerah agar mengangkat Camat harus berlatar belakang pendidikan Pemerintahan. Hal itu diamanatkan melalui UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Dan hal ini menurutnya, juga ditegaskan dalam pasal 224 ayat 2 Bupati dan Walikota wajib mengangkat Camat yang meguasai pengetahuan teknis pemerintahan dan memenuhi syarat sesuai ketentuan perundang-undangan.

Selanjutnya, sebut Musliadi, dalam ayat 3 juga ditegaskan, jika pengangkatan Camat tidak sesuai dengan ketentuan ayat 2 maka pengangkatanya bisa dibatalkan oleh Gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat.

"Maka dari itu dengan ketentuan ini, kita minta Gubernur membatalkan pelantikan ini. Masa tanpa adanya analisa dan kajian langsung main tunjuk saja. Apa jadi negeri ini, jika pejabat-pejabat yang ditempatkan tak sesuai basicnya kan bisa kacau nanti," jelasnya.

Menyangkut masalah ini, Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidkan (BKPP) Kuansing, Hernalis, saat dikonfirmasi, Senin (15/4/2019) siang kemarin via WhatsApp, terkait proses pelantikan eselon III dan IV di lingkup Pemkab Kuansing ini, tentang bagaimana mekanismenya, hingga kini belum memberikan jawaban.

Bahkan, terkesan tak mau memberikan keterangan, karena sudah sehari wartawan menunggu jawaban, namun tak ada balasan hingga berita ini dilayangkan.** (Jok)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- 4 Kabupaten di Riau Ini Rawan Kecurangan Pemilu
- 24 Petugas Pemilu di Riau Terkena Musibah Pada Proses Pemilu
- Baru Dua Kecamatan di Pelalawan Tuntas Gelar Rapat Pleno Pemilu
- ‎Pasca Pemilu 2019, Pansus DPRD Rohul Kembali Tancap Gas Bahas Tiga Ranperda
- Berlangsung Lancar, Ketua DPRD Kuansing Apreasi Penyelenggara Pemilu 2019
- Bupati kuansing Sampaikan LKPj Tahun 2018 ke DPRD
- Didukung Kepala Daerah dan Sejumlah Tokoh Berpengaruh, Jokowi-Ma'aruf Amin Kalah di Kuansing
- PPK Mandau Akui Banyak Kekurangan di Pemilu 2019
- KPK Ingatkan Komitmen Pemprov Riau Cegah Korupsi
- Singingi Hilir Jadi Lumbung Suara Banteng untuk Pilpres
- Bawaslu : Otak atik Suara Peserta Pemilu, Bisa Dipidana
- Petugas Pemilu yang Berkorban
- PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen
- DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif
- Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL
- Tentang PSU/PSL, KPU Belum Terima Rekomendasi Resmi
- Viral di Medsos Suara Prabowo Hilang 100,
KPU Dumai Akui Salah dan Minta Maaf

- Bawaslu Riau Rekomendasikan 98 TPS Gelar PSL dan PSU
- Melalui Teleconference, Bupati Kampar Laporkan Pemilu di Kampar Aman dan Lancar
- Teleconference Bersama Kemendagri,
Gubri Laporkan Situasi Pasca Pemilu Hingga Kekurangan Surat Suara



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com