Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Mei 2019 10:11
Tahan Seorang Tersangka, BC Bengkalis Sita 700 Kampit Bawang Merah Selundupan

Rabu, 22 Mei 2019 10:04
Polsek Bengkalis Bagi Takjil Berbuka Gratis

Rabu, 22 Mei 2019 07:13
Hadiri Nuzulul Qur'an, Wako Pekanbaru Jadi Amil.Zakat Masjid Mukarromah

Selasa, 21 Mei 2019 22:46
Wabup Inhil: Nuzulul Qur'an Momentum Meningkatkan Kesadaran Mengamalkan Ajaran Al Qur'an

Selasa, 21 Mei 2019 22:10
Jalin Silaturahmi, Terminal Bangkinang Gelar Buka Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 21:06
Wali Kota Pekanbaru Kukuhkan Kepengurusan Fankoper

Selasa, 21 Mei 2019 20:51
Prime Park Hotel Pekanbaru Undang Ratusan Anak Yatin Berbuka Puasa Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 20:49
Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Dinas PUPR Rohul Buka Puasa Ramadhan Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 19:29
Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda

Selasa, 21 Mei 2019 19:26
Kejari Kuansing Gelar Bukber Bersama Dengan Awak Media

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Mei 2019 07:27
Meneroka Kandidat Bupati dan Wakil Bupati Rohil Kedepan

Tahun depan Rohil termasuk daerah yang bakal gelar Pilkada. Siapa gerangan yang layak jadi bupati dan wakilnya.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Pleno KPU Rohil usai, prediksi yang mendapatkan kursi semakin terang benderang. Namun, ada hal penting dibalik kursi tersebut, kemampuan partai politik mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati lima tahun mendatang.

Ketua KPU Rohil, Supriyanto ketika dikonfirmasi, belum memberikan tanggapan, barang kali karena sibuk, berulang kali dikirim pesan lewat WA, juga belum ditanggapi.

Namun, dari sejumlah media sosial, informasi perolehan suara, caleg yang duduk memang sudah berseliwuran, dan prediksi tersebut berdasarkan informasi yang dirangkum partai politik sampai saksi-saksi DPD.

Di Rokan Hilir, partai pemuncak yang sudah menyebar, PDI Perjuangan, Golkar, Hanura serta partai politik lainnya, perolehan ini memiliki korelasi kemungkinan posisi tawar untuk mengusung calon bupati, karena termasuk pemuncak, tentu partai ini memiliki bargaining, sulit untuk diarahkan mau menjadi calon wakil bupati.

Lalu, bagaimana dengan partai politik lain yang juga perolehan suaranya tak bisa dianggap enteng, Partai Gerindra, Nasdem, PKS, PKB, PAN, PPP dan Demokrat, tentu mereka juga sudah ancang-ancang stategi untuk pencalonan bupati dan wakil bupati kedepan.

Lalu, siapakah tokoh sentral partai politik dimaksud?, PDI Perjuangan, tentu nama Wakil Bupati Drs Djamiludin masih disebut-sebut paling berpeluang maju untuk dicalonkan jadi bupati, atau Suyadi, SP, yang saat ini diprediksi duduk menjadi Anggota DPRD Provinsi Riau, perolehan kursi pertama untuk daerah pemilihan Rokan Hilir.

Kalau dikalkulasi, PDI Perjuangan berkemungkinan akan menggandeng partai politik lain untuk calon wakilnya, namun partai politik mana, masih sulit ditebak, karena partai ini belum pernah mempublikasikan komunikasi politik yang mereka lakukan.

Lalu Partai Golkar, tokoh sentral partai ini juga belum pernah disebut, namun nama Karmila Sari sudah santer terdengar bakal diusung partai ini, dan memiliki peluang paling besar, disamping tidak bisa memandang sepele kader Golkar lain.

Hanura, tokoh sentral partai ini, Cutra Andika, figur ini dinilai dalam internal partai cukup berhasil mendongkrak perolehan suara.

“Setelah keluar penetapan KPU tentang Caleg terpilih, kita akan segera melaksanakan RAPIMCAB untuk pelaksanaan teknis pakta integritas dan program kerja partai kedepan,” tulisnya dilaman facebook partai.

Meski berhasil meraup kursi untuk tingkat kabupaten cukup signifikan, partai ini belum berhasil meraup suara untuk bersaing pada legislatif tingkat Provinsi Riau, Amirudin, salah seorang caleg provinsi yang gagal ketika dikonfimasi menyatakan secara umum pemilu sudah sudah terlaksana dengan baik, namun tak terlepas juga dari intrik-intrik yang tidak memberikan pembelajaran yang cerdas kepada warga dari semua pihak.

Baik dari penyelenggara, pengawas maupun calon. Ini terbukti menurut Amirudin masih banyak calon melakukan perbuatan tak terpuji untuk memenangkan pertarungan. Disamping masyarakat pemilih juga tidak memilih berdasarkan kualitas dan integritas calon.

Disamping penyelenggara dan pengawas tidak pro aktif mengantisipasi atau menindak pelanggaran yang santer berkembang ditengah masyarakat. “Buat saya pribadi, sosialisasi yang saya lakukan secara komprehensif sampai ke daerah yang tak pernah saya tempuh selama ini tak memberikan arti apa-apa,” keluhnya.

Ketua Bawaslu Rohil, Syahruri dikonfimasi terkait pleno KPU mengaku pleno berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur pleno.

Waktu terus berjalan, keadaan lancar, kerja keras semua pihak, jajajan KPU sampai ketingkat bawah, Bawaslu termasuk aparat pantas diapresiasi, meski belum bisa memuaskan semua pihak.

Lalu bagaimana dengan tokoh sentral partai politik yang tidak jadi pemuncak, Saprudin dinilai paling berluang diusung Partai Gerinda kembali, Jhon Carles dari Nasdem, Hermawan dari PKS, Abu Khoiri dari PKB, Amansyah dari PAN, Husaimi Hamidi dari PPP dan Asri Auzar dari Demokrat.

Untuk pasangan calon, semua tergantung komunikasi politik partai pemuncak dengan partai yang tidak pemuncak, sehingga, paling sedikit tiga pasangan calon bisa terjadi nanti pada pilkada Rohil.

Lalu ada beberapa tokoh diluar tokoh sentral partai tersebut yang juga berpeluang maju, Suyatno, bupati sekarang, memiliki kedekatan dengan Ketua DPD I Partai Golkar, Andi Rahman dan juga ada beberapa tokoh yang berambisi untuk maju, namun sampai sekarang, partai politik pengusung belum jelas.

Siapa paling berpeluang?, pertanyaan ini tentu menjadi pertimbangan partai politik dalam menetapkan pasangan calon yang bakal mereka usung berdasarkan aspirasi internal.

Peluang ini terjadi diantaranya berdasarkan asal calon tersebut, ngak mungkin satu pasangan calon radius asalnya terlalu berdekatan.

Drs Djamiludin, berdomisi di Balam, tentu berupaya mencari pasangan sekitar Tanah Putih atau Bagansiapiapi, Karmila Sari berdomisili di Rantau Bais, tentu akan mencari pendamping asal Baganbatu atau Bagansiapiapi, Cutra Andika berdomisili di Baganbatu, tentu ingin mengandeng calon wakil berasal dari Tanah Putih atau Bagansipiapi.

Tokoh-tokoh sentral partai politik tersebut tentu ingin menjadi calon bupati dan sulit untuk dibujuk menjadi calon wakil bupati, namun nanti, perolehan suaralah yang bakal menyadarkan mereka, berada di posisi wakil atau posisi wakil bupati.***(noprio sandi)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Geruduk DPRD Riau, Ratusan Mahasiswa Desak Masuk
- Tunggu Pemberitahuan MK,
KPU Kampar Belum Tetapkan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih DPRD Kabupaten

- Hampir Seluruh OPD Pemkab Pelalawan Habiskan Belanja ATK Rp80-Rp100 Juta/Tahun
- Kinerja PU-PR Pelalawan Disorot Fraksi PDI Perjuangan
- Tiga Petahana Gagal, ini Daftar 13 Caleg Lolos ke DPR RI Asal Riau
- KPU Riau Sampaikan Rekapnas
- KPU Riau Sampaikan Rekapnas
- Raup Suara Terbanyak di Riau, Jon Elrizal Kembali Lolos ke Senayan
- PKS Pemenang,
Berikut 45 Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis 2019-2024

- Kapolres Bidik Tersangka Lain Tindak Pidana Pemilu di Pelalawan
- Jelang Aksi 22 Mei, Wagub Imbau Warga dan ASN Riau tak Perlu Ikut Demo
- FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau
- Gesa Perda PDAM, Pansus DPRD Bengkalis Stuban ke Perumda Sleman, Yogyakarta
- Perhitungan Usai, Berikut 12 Caleg Terpilih Dapil Mandau Untuk DPRD Bengkalis
- Jangan Takut Lapor Kecurangan,
Sandi: Prabowo Bakal Sampaikan Surat Wasiat Sebelum 22 Mei

- Pleno KPU Riau Kembali Diundur
- Jelang Pengumuman Hasil Pilpres,
Sandi: Jaga Amanah Pemiu yang Jujur dan Adil

- Periksa 28 Kotak Suara: Bawaslu Riau Nyatakan KPU Rohul Tidak Langgar Aturan
- Sampaikan Tuntutan, Ketua KPU Riau Temui Massa Aksi Super Damai
- Gubri Sebut Kasus Korupsi Dua Kepala Daerah Jadi Pelajaran


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com