Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 18 Juli 2019 13:14
BAZ Puji Unit Pengumpul Zakat Disdik Pekanbaru

Kamis, 18 Juli 2019 12:57
Kelak Perda KLA Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Bebasis Hak Anak di Pekanbaru

Kamis, 18 Juli 2019 11:01
Sukseskan Pacu Jalur 2019, ASN Goro Bersihkan Hotel Kuansing

Kamis, 18 Juli 2019 10:53
Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Bersihkan Ceceran Crude Oil

Kamis, 18 Juli 2019 10:22
Seorqng PNS, Polda Riau Amankan 30 Pengunjung Tempat Hiburan di Pekanbaru

Kamis, 18 Juli 2019 10:14
Cari Solusi Penyelamatan, Komisi I DPRD Pelalawan Kunjungi AKN Bengkalis

Kamis, 18 Juli 2019 08:31
TNI Selalu Bersama Rakyat, Anggota Satgas TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR Bantu Pencari Rumput

Kamis, 18 Juli 2019 07:19
Kapolda Riau Lepas 100 Personil BKO ke Polda Papua

Rabu, 17 Juli 2019 18:55
Dilepas Ketua KONI Kampar, Atlet PODSI Kampar Diharapkan Cetak Prestasi Diajang KIDBF 2019

Rabu, 17 Juli 2019 18:17
Bupati Bangga Tim Bola Voly Pelajar Rohul Juarai Piala Gubri, Bonus Belum Terfikirkan

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Juni 2019 16:33
Sebelum Panggil Wabup,
Komisi B DPRD Kuansing Akan Bahas Soal Bibit Sawit Palsu


Komisi B DPRD Kuansing akan membahas soal bibit sawit palsu yang menurut Wakil Bupati Halim, terjadi pada 2017 lalu.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Ketua Komisi B DPRD Kuansing, Andi Nurbai bersama internal Dewan akan melakukan pembahasan terlebih dulu sebelum memanggil Wakil Bupati Kuansing, H. Halim, terkait pernyataannya mengenai pengadaan bibit palsu tahun 2017.

"Akan ada pembahasan dalam waktu dekat ini," ujar Andi Nurbai, saat dikonfirmasi via mesengger, Selasa (18/6/2019) tadi malam.

Sementara Wabup H. Halim, sendiri ketika mendapat kabar akan ada pemanggilan terhadap dirinya, menyatakan siap hadir untuk memberikan penjelasan kepada DPRD terkait pernyataannya itu.

"Sangat siap," jawab H. Halim, kepada rekan media ketika mendapat kabar dirinya akan dipanggil.

Pemanggilan terhadap Wabup ini, terkait pernyataannya ketika menyampaikan sambutan saat menghadiri undangan masyarakat Desa Pulau Rengas, Kecamatan Pangean, di acara Halal bi Halal. Ketika itu ia menyebutkan pengadaan bibit sawit tahun 2017 yang dibagikan ke masyarakat sebagiannya adalah palsu.

"Bibitnya tidak sesuai dengan speck yang kita ajukan, kalau kita teruskan kadis nya bisa masuk penjara," ujar H. Halim, ketika itu di Desa Pulau Rengas, Jum'at (7/6/2019) malam.

Lanjutnya saat itu, mengenai pengadaan bibit sawit tahun 2017 dirinya sangat menyesalkan, karena waktu itu dirinya menolak dan minta untuk dikembalikan. Namun, tidak diindahkan, sebab dirinya hanya sebagai wakil sehingga perintahnya diabaikan.

Dan yang lebih membuat dirinya tersinggung, karena ia dituduh ikut bermain proyek pengadaan bibit sawit tersebut.

"Ketika bibit ini datang pertama kali di Baserah, saya tolak, namun tetap dimasukkan juga, begitu juga yang ada di Inuman dan Gunung Toar. Saya minta kembalikan karena bibitnya palsu," kata H. Halim.

Padahal menurutnya, bibit ini akan dibagikan kepada masyarakat, dengan tujuan untuk menopang perekonomian masyarakat di Kuansing, sekian tahun ke depan.

"Percuma bibit yang dibagikan itu di tanam, yang seharusnya berproduksi lebih awal, namun tidak menghasilkan, makanya pengadaan bibit 2017 itu sangat kita sesalkan, karena merugikan masyarakat," ungkapnya saat itu.

Menurutnya, mengenai bibit sawit ini, dirinya sangat memahami mana yang asli dan mana yang palsu, sehingga ia tak bisa dikelabui tentang bibit bagus dan tidak bagus.

Sebab ia sudah menganalisa bibit dari tahun 1995 awal baru pertama kali sawit dibudidayakan masyarakat Kuansing.

"Jadi saya tau bapak ibu sekalian, mana bibit baik dan mana yang tidak baik untuk ditanam. Tujuan kita dulu waktu kampanye salah satunya mengangkat kesejateraan, tapi apa jadinya kalau yang ditanam itu bibit palsu kan percuma tidak menghasilkan," pungkasnya saat itu.* (Jok)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Kelak Perda KLA Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Bebasis Hak Anak di Pekanbaru
- Cari Solusi Penyelamatan, Komisi I DPRD Pelalawan Kunjungi AKN Bengkalis
- Pilkada Siak 2020, T S Hamzah Jadi Trending Topic di Masyarakat
- Sukiman Curi Start dan Minta Dukungan Maju Pilkada Rohul 2020
- Sah, Musliadi - Supriati Berpasangan Pilkada Kuansing 2020
- Ketua DPRD Kuansing Puji Aparat Kompak Layani Masyarakat
- Tagih Janji Jadi Ketua PAN Riau, Utusan DPP Temui Syamsuar
- Zukri Misran Ditunjuk Jadi Ketua DPD PDI-P Riau
- Susun Perda CSR, Pansus DPRD Bengkalis Konsultasi ke Kemenkum HAM Riau
- Terima Kunjungan Mabes Polri, Ketua Bawaslu Beberkan Pelanggaran Pemilu di Riau
- Bupati Kuansing Dinilai Belum Bernyali Evaluasi Kabinetnya
- Pantau PPDB, Ketua DPRD Pelalawan Lakukan Sidak ke Sejumlah Sekolah
- Siap Maju di Pilbup Meranti,
Masrul Kasmy Mulai Jalin Komunikasi dengan Partai

- Warganet Respon Negatif Wacana Duet Mursini-Adam di Pilkada Kuansing 2020
- Pilkada Kuansing, Golkar Bantah Pasangkan Adam dengan Mursini
- Pengurus Yakin Syamsuar Tepati Janji Jadi Ketua DPW PAN Riau
- Cek Pengaduan Warga, Anggota DPRD Kuansing Datangi Puskesmas Sungai Sirih
- LKPj 2018, Bupati Kuansing Sebut APBD Surplus 34,9 Miliar
- Sepelekan Dewan dan Bupati Kuansing, Banyak Pejabat Eselon III Tak Hadir di Sidang Paripurna
- Jadwal Penetapan Kursi dan Calon Terpilih,
KPU Rohul Masih Tunggu Surat Register dari Panitera MK



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com