Berita Terhangat.. |
Kamis, 23 Mei 2013 21:59 Galeri Coba
Kamis, 23 Mei 2013 20:59 Sidang Pemukulan Guru, Said Nurjaya Bantah Mukul, Hanya Meraba Pipi
Kamis, 23 Mei 2013 19:38 Kemenag Kampar Taja Berbagai Lomba Sempena Hardiknas
Kamis, 23 Mei 2013 19:36 Penerimaan Siswa Baru, Kemenag Inhu Himbau Calon Murid Pandau Baca Al-Qur'an Diprioritaskan
Kamis, 23 Mei 2013 19:35 1.892 Warga Riau Terinfeksi HIV/AIDS
Kamis, 23 Mei 2013 19:31 Nyaris 100 Persen Peserta UN SMA Sederajat di Riau Lulus
Kamis, 23 Mei 2013 18:06 58 Atlet Kampar Dilepas Istri Bupati Ikuti Kejurda Karate Riau
|
|
|
|
Jum’at, 13 Juli 2012 08:03 Menuju Riau 1, LE Berharap Pendamping dari Politisi
Bakal calon Gubernur Riau M Lukman Edy terus memantapkan langkah menuju Pilkada Riau 2013. Untuk pendamping, ia berharap dari sesama politisi.
Riauterkini-PEKANBARU- Lukman Edy, salah seorang Calan Gubernur Riau (Cagubri)
mengingikan calon Wakilnya dari kalangan Partai Politik (Parpol).
Hal ini dikatakan Lukman Edy dalam acara bincang-bincang politik dengan tema
“Mendedah Rumah Riau Masa Depan, Siapa Gubri 2013-2018,” yang dilaksanakan oleh
Tabloid Angkatan Zuriat Anak Melayu (AZAM) di sekretariat Azam, Kamis (11/7/12).
“Seandainya saya diizinkan oleh tuhan untuk maju sebagai Cagubri dalam Pilgubri
tahun depan, saya inginnya untuk calon Wakilnya dari kalangan Parpol karena kalau
dari Parpol lebih memudahkan untuk bisa membawa perahu Parpolnya, artinya tinggal
mencocokkan Perahu yang ada,” kata Lukman Edy.
Selain itu, Lukman Edy menyampaikan, “ketika kami melakukan kunjungan-kunjungan ke
berbagai daerah terpencil di Riau beberapa hari yang lalu, kami temukan bahwa masih
banyak masyarakat Riau yang miskin, pendidikannya yang terkebelakang serta masalah
kesehatan masyarakat setempat dan hal inilah salah satu pendorong kami untuk maju
dalam kancah Pilgubri mendatang,” terang Lukman Edy.
Lukam Edy pun mengakui bahwa selama ini Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau tidak mau
memaksimalkan keberadaan para politisi asal Riau yang sukses di jakarta. “Hanya
sebagian orang saja padahal masih banyak dari sebagian itu lagi lagipula zaman
sekarang ini, orang tidak percaya dengan orang yang idealis tapi orang lebih percaya
dengan orang yang mempunyai banyak uang,” jelas Politisi PKB ini.
Sambung Lukman Edy, “Sudah saatnya Birokrasi di Riau ini harus dibenahi dan jika
kami terpilih manjadi Gubri nantinya, maka kami akan menghindari yang namanya Money
Politic karena dari situlah sumber permasalahan hukum bisa terjadi,” kata Mantan
Mentri PDT ini.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tabloid AZAM, Syafriadi sekaligus moderator diskusi
dan sebelum menutup diskusi mengatakan, “untuk Pilgubri mendatang, mari kita cari
pemimpin yang mempunyai sosok kepemimpinan yang selalu diidamkan oleh masyarakat
Riau,” kata Syafriadi.
“Mau yang muda atau yang tua dan yang lebih penting bisa memajukan Riau ini ke
depannya terutama berkaitan dengan Visi Riau 2020,” tutup Syafriadi.
Adapun para narasumber diskusi kali ini. Selain Lukman Edy, juga ada Prof. Isyandi
serta dihadiri oleh berbagai elit Parpol di Riau, wartawan senior Riau dan para
Pemimpin Redaksi berbagai media di Riau. *** (ary)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
PEKANBARU-Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Riau menunjukkan bukti tanda terima uang sejak tahun 2006, 2007 dan 2008 yang ditandatangani terdakwa Raja Thamsir Rahman, yang ketika itu masih menjabat Bupati Indragiri Hulu. Proses itu berlangsung dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Jumat (27/7). Dalam bukti tanda terima yang ditandatangani Raja Thamsir Rahman tersebut, jumlah uang yang diterima bervariasi, mulai dari Rp30 juta, Rp50 juta, Rp100 juta hingga miliaran rupiah. Tim JPU yang terdiri dari S Waruwu SH, Arkan SH, R Faisal Ritonga SH dan Heru Saputra SH juga menunjukkan bukti setoran uang ke rekening ajudan Bupati Inhu yang terdiri dari, Agus Budiyanto dan Khairul. Dalam bukti transfer ke rekening ajudan tersebut, jumlah uang yang diterima juga bervariasi mulai dari Rp100 juta hingga Rp200 juta. Dibantah Sementar aitu, terdakwa Thamsir Rahman ketika dikonfirmasi majelis hakim bersikukuh mengatakan dirinya tidak pernah mengajukan kasbon. Sementara tanda terima yang ada tanda tangannya tersebut, diselipkan Nurhadi, ketika dirinya menyerahkan jabatan, selaku Bupati Inhu. "Itu diselipkan Pak, saya tak tahu itu," ujarnya. Dalam sidang kemarin, anggota majelis hakim Isnurul SH juga mempertanyakan bukti berupa disposisi yang dikeluarkan terdakwa. Di dalamnya disebutkan 'dapat diberikan tambahan pinjaman disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku'. Namun Thamsir kembali membantahnya. Menurutnya, terkait persoalan teknis, ia tidak mengetahui karena telah didelegasikan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Disposisi itu dikeluarkan, agar keuangan yang pernah digunakan pada tahun anggaran yang lalu bisa dipertanggung%@!*bkan. Thamsir Rahman juga membantah pernah mengumpulkan SKPD di kediamanannya di Pekanbaru. Thamsir juga membantah kesaksian Budi Pamungkas pada persidangan yang lalu. Ketika itu, JPU menanyakan apakah Budi Pamungkas pernah mengantarkan travel check sebesar Rp2 miliar dan uang tunai Rp100 juta kepada terdakwa. Setelah proses pemeriksaan selesai, sidang akan digelar kembali Selasa (31/7) mendatang dengan agenda tuntutan dari JPU.(edwar)
Thamsir Rachman %@!* Koruptor kawan - kawan kita sebagai anak %@!* koruptor harus dipertahankan genk kita. kalau tak begitu, iye tak iye kita tak ada keje nanti. keje yang enak tu cuma korupsi la. santai men. saye ni membela nasib kaum %@!* kite yang tak ade keje. kalau saya tak korupsi macam mane pula bangsa %@!* riau ni kan dipandang. biar otak kite kosong, yang penting kita punya gonggong. biar keje tak keje tapi sibu maatus, suai???. saye berani jamin orang riau ni semua da saye sumpal pakai duit tu, mane ade yang berani macam macam. sejarah akan membuktikan tak %@!* hilang di bumi. Buat kalian kaum %@!*, %@!*, %@!*, hati - hati kalau nak cakap ye, aku tak segan balikan kalien ke kampong kalian, jangan banyak cite lagi, hidup %@!*, hidup budak belacan, hidup raja singe, raja hutan, raja setan, raja gendut kaye saye
gogon engkau tahu diri lah LE, tak ado orang riau percayo sama orang dari inhil lg ini contohnya RZ sdh hancur riau ini dibuatnya semua di jdkan uang masuk untuk kepentingan pribadinya dibuat mega.proyek dimintanya FEE duluan dan jabatan eselon 2, 3 dan 4 diperjual belikannya yg stor dikasih tempat yg basah coba lht sekarang kadis2 kabid/ kabag dan kasi2 disemua.instansi orang bongak2 semua yg duduk yg penting piti ini sangat memalukan sekali tindakan RZ ini orang inhil.ini tdk ada malu.dalam dirinya lht : ramli waled, zaini ismail keparat, said mukri, wardan saqlul, itu jg.yg kaban bp2t gaya aja banyak orang2 inhil ini di pemprov ntar lg habis tiarap kalian semua tahun depan siap2 sajalah kalian untuk digantung sombong
orang ini harus diuji dulu integritas pribadinya, terutama soal menghalalkan cara untuk mencapai tujuan dia setali tiga uang dengan erzet, indra, ramli dkk. minta dia klarifikasi dulu soal LE-LA, damkar riau, cara bisa jadi sekjen PKB, cara bisa dapat suara jadi DPR RI periode sekarang ini?
RAJA LUKMAN EDI COBA PIKIRKAN UNTUK MAJU IKUT PILKADA RIAU, JANGAN SEPERTI PAK ALEX NOERDIN,.... RAKYAT RIAU SUDAH CERDAS PAK, SAYA SARANKAN AMA NGAH LEBIH BAIK SUMBANGKAN UANGNYA BUAT ANAK-ANAK INDRAGIRI YANG MASIH PUTUS SEKOLAH.ATAU BANTU ORGANISASI YANG BERGERAK DI BIDANG SOSIAL...............................
|
|