Untitled Document
Rabu, 12 Rajab 1434 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 22 Mei 2013 06:54
Marzuki Alie tak Tahu Achmad Berita Achmad Diusung PD di Pilgubri

Selasa, 21 Mei 2013 19:40
Ahmi Septari Nahkodai Perindo Riau

Selasa, 21 Mei 2013 19:39
Bagai Film Laga, Warga Pelalawan Halau Kawanan Rampok

Selasa, 21 Mei 2013 19:37
Genreasi Ketiga All New Picanto Tampil Lebih Elegan dan Sporty

Selasa, 21 Mei 2013 19:35
JCH Inhu Kembali Gunakan Sky Aviation ke Batam

Selasa, 21 Mei 2013 19:34
Pemprov Riau tak Dapat Deviden Kawasan Wisata Lagoi dan Bintan

Selasa, 21 Mei 2013 19:33
Dishut Dumai Temukan 10 Titik Api



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 25 Juli 2012 14:35
Banyak Wakil Rakyat tak Hadir,
Gedung DRPD Riau Semakin Sepi


Gedung megah DPRD Riau terasa lengang belakangan. Entah karena terkait kasus suap yang banyak membelit wakil rakyat, tetapi yang pasti semakin banyak anggota dewan tak masuk kantor.

Riauterkini-PEKANBARU- Memasuki puasa yang ke lima dari bulan Suci Ramadhan tahun ini, Rabu (25/7/12), Gedung DPRD Riau tampak sepi dari kehadiran para anggotanya.

Pantauan riauterkini di lapangan, dari pukul 10:00 WIB hingga pukul 13:00 WIB. Dari 55 orang jumlah anggota DPRD Riau secara keseluruhan, yang tampak hadir di Gedung DPRD Riau berjumlah 3 orang yakni Indra Isnaini, Jabarullah dan Rusli Efendi yang ketiganya merupakan anggota Komisi D DPRD Riau dan untuk yang selebihnya, mereka tidak hadir.

Untuk anggota DPRD Riau yang tidak hadir. Mansyur, anggota Komisi B DPRD Riau ketika dikonfirmasi via telfon mengatakan, “Kalau saya ada acara di DPW PKS Riau, makanya tidak bisa hadir ke Gedung DPRD Riau,” kata Ketua Departemen Humas dan Protokoleran DPW PKS Riau ini.

Selain Mansyur. Salah seorang anggota Komisi C, A. Kirjuhari (juga tidak di hadir di Gedung Dewan hari ini, red) ketika dikonfirmasi via telfon mengatakan, “Saya sekarang di Kalimantan, ada acara Pansus Jalan Khusus, makanya saya tidak berada di gedung Dewan saat ini,” terang Politisi PAN ini. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Inilah Kasus Thamsir, Raja Maling


Inilah Kasus Thamsir, Raja Maling
Dalam rinciannya, terdakwa meminta pencairan dana kasbon ke kasda yang dibuat oleh Abdullah Sani, Indriansyah, Nurhadi selaku bendahara dan oknum SKPD. Kemudian dana dicairkan untuk terdakwa sebesar Rp. 46.577.403.000. Selanjutnya, pada Mei Tahun 2006 terdakwa secara lisan meminta uang kepada E. Marwan dan disuruh transfer ke rek ajudan terdakwa yakni Agus sebesar Rp 18 Miliar. Dan uang tersebut digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi. Begitu juga untuk kasbon berikutnya, dimana terdakwa kembali mengajukan kasbon dan kemudian meminta bendahara untuk mencairkan senilai Rp 6 Miliar, Rp. 19,6 Miliar dan Rp 23,5 Miliar. Dari total kasbon terdakwa mencapai Rp. 114.662.203.509," terang JPU. Semasa menjabat, kasbon terdakwa di Pemkab Inhu sudah terlalu banyak yang digunakan terdakwa untuk kepetingan pribadi. Seperti digunakan untuk pencalonan terdakwa untuk menjadi Gubri pada Tahun 2009 lalu. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 2 dan pasal 3 jo 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi," jelas JPU.

Dewan terhormat
Macem mane nak menghadiri rapat, kini kan bulan puasa,badan terasa lemas dan lesu lagi pula kami pusing memikirkan THR...mana THR kami Pakcik....!


Berita Politik lainnya..........
- Marzuki Alie tak Tahu Achmad Berita Achmad Diusung PD di Pilgubri
- Petinggi Partai Keluar Kota,
DPP PDIP Tunda Umumkan Cagub dan Cawagub Riau

- Manipulasi BM Mobnas Dewan,
BK DPRD Dumai Kroscek ke Polres Bengkalis

- Jelang Pilgubri 2013,
PKB Riau Ambil Formulir Pendaftaran

- Dewan Minta Pemko Dumai Bangun Pelabuhan Sendiri
- Jelang Pilgubri,
Johar Sebut Anas-Arsyajuliandi Pasangan yang Pas untuk Riau

- KPU Riau Buka Pengambilan Formulir Pendaftaran Cagubri dan Cawagubri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.22.252.150
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com