Berita Terhangat.. |
Selasa, 21 Mei 2013 16:18 Tiga Pelajar Luka, Puting Beliung Robohkan Kantin di Mandah
Selasa, 21 Mei 2013 16:00 Diduga Milik Oknum Aparat, Dishutbun Rohul Amankan 5 Kubik Kayu Olahan Ilegal
Selasa, 21 Mei 2013 15:40 Waspada! Maling Sering Masuk Saat Jam Tidur
Selasa, 21 Mei 2013 15:34 PNS Bengkalis akan Dibekali Kartu Pegawai Elektronik
Selasa, 21 Mei 2013 15:29 Dewan Minta Pemko Dumai Bangun Pelabuhan Sendiri
Selasa, 21 Mei 2013 15:25 Pemkab Bengkalis Sosialisasikan UU Pemilu 2013
Selasa, 21 Mei 2013 15:12 Sempat Kosong Hampir Setahun, Boy Syailendra Jabat Waka PN Bengkalis
|
|
|
|
Kamis, 26 Juli 2012 07:56 Ketua Komisi D DPRD Riau Didesak Tetapkan Jadwal Kunjungi Veneu PON
Pelaksanaan PON XVIII tinggal menghitung hari, namun sejauh ini sejumlah veneu belum tuntas. Ketua Komisi D DPRD Riau diminta anggotanya segera tetapkan jadwal peninjauan ke lapangan.
Riauterkini-PEKANBARU- Anggota Komisi D DPRD Riau, Ramli Sanur terlihat sedikit
kecewa dengan sikap dari Ketua Komisi D DPRD Riau, Adrian Ali yang sampai saat ini
belum menetapkan kapan Komisi D akan melakukan kunjungan kerja ke berbagai
pembangunan venues yang digunakan PON XVIII Riau.
“Sebenarnya masalah ini sudah lama, bahkan saya pernah mendesak Ketua Komisi D untuk
menjadwalkan rapat internal agar seluruh anggota Komisi D bisa membahas jadwal
kunjungan ini karena lokomotif Komisi D ini tergantung kepada seorang ketua,” kata
Ramli Sanur kepada wartawan di Gedung DPRD Riau, Rabu (25/7/12) sore.
Lanjut Ramli Sanur, "Hari ini saya datang ke DPRD ini sekalian untuk bertemu
dengan Ketua Komisi D untuk menanyakan hal ini tapi setelah saya cek ke Ruang Komisi
D ternyata ketuanya tidak datang,” sesal Ramli Sanur.
Ramli Sanur pun menghawatirkan jika Komisi D tidak ada melakukan kunjungan ke
berbagai venues. “Jika tidak dilakukan kunjungan, berbagai kemungkinan bisa saja
terjadi apalagi Komisi D yang menggawangi masalah venues itu sama sekali
tidak mengetahui perkembangan dari pembangunan venues tersebut,” jelas Ramli Sanur.
"Jangan sampai kita malu saat PON berjalan nanti karena kita tidak tahu perkembangan
venues ini dan bisa jadi laporan yang diterima dari Kadispora ke Komisi D itu
berbeda dengan realitanya,” ujar Ramli Sanur.
Sebagai salah seorang anggota Komisi D. Ramli Sanur pun berharap kepada Ketua Komisi
D agar segera membahas ini. “Kalau bisa secepat mungkin karena kita tidak punya
waktu banyak lagi,” tutup Ramli Sanur. ***(ary)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
Inilah Kasus Thamsir, Raja Maling Dalam rinciannya, terdakwa meminta pencairan dana kasbon ke kasda yang dibuat oleh Abdullah Sani, Indriansyah, Nurhadi selaku bendahara dan oknum SKPD. Kemudian dana dicairkan untuk terdakwa sebesar Rp. 46.577.403.000.
Selanjutnya, pada Mei Tahun 2006 terdakwa secara lisan meminta uang kepada E. Marwan dan disuruh transfer ke rek ajudan terdakwa yakni Agus sebesar Rp 18 Miliar. Dan uang tersebut digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.
Begitu juga untuk kasbon berikutnya, dimana terdakwa kembali mengajukan kasbon dan kemudian meminta bendahara untuk mencairkan senilai Rp 6 Miliar, Rp. 19,6 Miliar dan Rp 23,5 Miliar. Dari total kasbon terdakwa mencapai Rp. 114.662.203.509," terang JPU.
Semasa menjabat, kasbon terdakwa di Pemkab Inhu sudah terlalu banyak yang digunakan terdakwa untuk kepetingan pribadi. Seperti digunakan untuk pencalonan terdakwa untuk menjadi Gubri pada Tahun 2009 lalu. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 2 dan pasal 3 jo 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi," jelas JPU.
kulup inhu kalau ketua komisi tak mau,berangkat aja sendiri,pak...sy siap mengantar ke venue-venue PON yg msh belum selesai...
toyib semua anggota dpr dicekal keluar rmh oleh kpk gimana pula mau.berkunjung lht venue2 di lapangan RZ tenang2 aja karena penyidik.kpk sdh di suap kita berlakukan lg HUKUM RIMBA lg di RIAU ini dari saksi sampai tsk dan yg dicekal ke luar negeri kita tembak mati saja lapangan tembak kan sdh mau selesai dieksekusi disini biar ada efek jera bg orang yg korupsi
Udin Kocok Tak ada manfaatnya DPRD kunker ke Venue Pon
investigasi tuan tuan di dewan ! ingat ya, itu rusli sudah bermain dengan penyidik di KPK sehingga statusnya di buat mengambang, jadi wajar yang lain cari selamat, rusli kan banyak uang dan banyak jaringan, bagaimana dengan tuan tuan dewan yang terhormat. UNTUK KPK TUKAR PENYIDIK YANG MENGURUS PON ITU SUDAH MASUK ANGIN. ATM RUSLI JALAN JALAN DI JAKARTA SEBAR UANG. SUDAH BANYAK UANG DIA HAMBURKAN.
Ramli sayur Kok baru sekarang mau meninjau venues, terlambat pak. kemarin-kemarin kemana tuan? atau tuan mau minta THR atau uang lelah mengunjungi venus dari kontraktor venus-venus yang tuan kunjungi? Tobatlah lagi tuan.
|
|