Home > Bisnis Terkini >>
Berita Terhangat..
Senin, 17 Juni 2019 14:25
Januari-Juni, 229 Orang Terjangkit DBD di Pekanbaru

Senin, 17 Juni 2019 14:12
Fraksi Demokrat dan PAN Kritik Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Riau 2018

Senin, 17 Juni 2019 12:57
Pererat Silaturahmi, PT BSP Halal Bihalal Bersama StakeHolders

Senin, 17 Juni 2019 12:02
Pilkada 2020, KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar

Senin, 17 Juni 2019 11:55
Tiket Pesawat Mahal, Gubri Wacanakan ke Jakarta via Malaysia

Senin, 17 Juni 2019 09:20
Nunggak Pajak, 61 Mobdin Pemprov Riau Tetap Dikandangkan

Senin, 17 Juni 2019 07:36
Terdapat 34 Titik Kerusakan Jalan dari Rantau Berangin Sampai Batas Kampar-Rohul

Senin, 17 Juni 2019 06:48
Sepekan Menghilang, Remaja KHS Kuansing Ditemukan Selamat

Ahad, 16 Juni 2019 23:22
Isu Mutasi dan Rotasi Jajaran Pemkab Inhil, Bupati: Itu Hal yang Biasa, Tunggu Saja

Ahad, 16 Juni 2019 23:14
Milad Ke - 54 Inhil, Wakil Bupati Melepas Peserta Funbike

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Desember 2018 18:46
BI Akui Baru 14 Juta UMKM Dapatkan Pembiayaan Perbankan

Dari 60 juta UMKM di Indonesia, baru 14 juta UMKM mendapatkan pembiayaan perbankan. BI lakukan edukasi untuk penyusunan laporan keuangan.

Riauterkini-PEKANBARU-Deputi Direktur Pengambangan UMKM Bank Indonesia, Wini Purwanti pada kegiatan Capacity Building Bank Indonesia kantor perwakilan Riau bersama awak media Riau Kamis (13/12/18) mengatakan bahwa ada 60 juta UMKM yang ada di Indonesia. Baru 14 juta diantaranya mendapatkan akses kredit ke perbankan.

Menurutnya, hal itu disebabkan karena SDM UMKM tidak memiliki kemampuan membuat laporan keuangan yang menjadi syarat perbankan mengucurkan kredit modal usaha.

"Selain itu, kendala UMKM untuk mendapatkan modal usaha adalah masalah agunan. 2 permasalahan tersebut menjadi ganjalan pengucuran kredit perbankan untuk UMKM," terangnya.

Saat ini, upaya yang bisa dilakukan Bank Indonesia adalah memberi edukasi kepada masyarakat tentang kredit dan laporan keuangan usahanya.

"Pemberian pemahaman tersebut, diharapkan dapat mengalihkan kebiasaan masyarakat mengakses pembiayaan nonformal ke lembaga keuangan formal," katanya.

Selain Wini, 3 pembicara lainnya adalah Asisten Direktur Kebijakan Makroprudensial, Aging Bayu Purwoko, Asisten Direktur Kebijakan Sistem Pembayaran, Yosemartha dan Redpel Majalah Tempo, Ali Nur Yasin.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Bisnis Terkini Lainnya..........
- Pebalap Astra Honda Gemilang di CEV Barcelona
- Dianugerahi Nikkei Asia Prize,
Bos GOJEK jadi Tokoh Termuda Peraih Penghargaan Inovasi Ekonomi dan Bisnis se-Asia

- Program DMPA APP-Sinarmas Forestry Bina Petani Sayur di Tualang
- Gubri Ajak Masyarakat Menabung di BRK Syariah
- Serunya Midnight Sale di Mal SKA, Diskon Melimpah Sampai 70 Persen
- Buka Bersama Pengurus, Apindo Gandeng ACI NUS Gelar Survey Daya Saing Usaha 2019
- Antisipasi Lonjakan Traffic, Smartfren Tingkatkan Beragam Layanan
- Mau Umroh? Ke Rabbani Dulu Biar Gratis
- Prime Park Hotel Pekanbaru Undang Ratusan Anak Yatin Berbuka Puasa Bersama
- WOM Finance Gelar Buka Bersama dan Baksos di 21 Masjid Se-Nusantara
- Timezone Play N Learn Hadirkan Konsep Baru
- Wakil Walikota Pekanbaru Buka Butik Mukena Siti Khadijah
- RAPP Hibahkan Gedung Baru SPKT Polres Pelalawan pada Kapolda Riau
- Sebarkan Kebahagiaan Ramadhan, Telkomsel dan Rekan Media Bagi 1.000 Takjil Gratis
- Layani Lonjakan Komunikasi Idul Fitri 2019,
Telkomsel Tingkatkan Elemen Jaringan di Jalur Mudik dan Pusat Keramaian

- Optimis Sedot Minat Keluarga Riau, Wuling Luncurkan Cortez CT dan Convero S ACT
- Buahkan Hasil, Komitmen GOJEK Tingkatkan Penghasilan Mitra Driver Hingga 45 Persen
- PT RAPP serahkan Santunan Anak Yatim untuk Wilayah Meranti
- Bank Riau Kepri Siap Layani Pembayaran Tagihan ATB di Kota Batam
- Hadirkan 45 Pilihan Menu Khas Nusantara, Furaya Hotel Manjakan Konsumen Berbuka Puasa


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com