Home > Raga >>
Berita Terhangat..
Ahad, 17 Desember 2017 10:38
Megawati Umumkan PDIP Usung Andi-Suyatno di Pilgubri 2018

Ahad, 17 Desember 2017 10:04
Dibujuk Beli Baju, Seorang Bocah Diculik Bekas Ayah Tirinya

Sabtu, 16 Desember 2017 22:10
Sempat Jadi DPO, Seorang Jambret di Duri Dibekuk Polisi

Sabtu, 16 Desember 2017 18:11
Wabup Kuansing Hadiri Rakornas Tiga Pilar PDIP di Tangerang

Sabtu, 16 Desember 2017 16:52
Lantik Pimpinan Muslimat NU Gaung,
Ketua PC Muslimat NU Inhil Serahkan Buku POAM NU


Sabtu, 16 Desember 2017 14:59
Terlantar Bertahun, Ambulance 'Berhantu' di Duri Akhirnya Dievakuasi

Sabtu, 16 Desember 2017 13:58
Dukung Airlangga, Riau Kirim Lima Utusan ke Rapimnas dan Munaslub Golkar

Sabtu, 16 Desember 2017 11:30
Warga Desa Teluk Merbau, Inhil Dihebohkan Penemuan Bayi Perempuan yang Sudah Membusuk

Sabtu, 16 Desember 2017 10:51
Diskominfo Inhil Kunjungi Dewan Pers

Sabtu, 16 Desember 2017 10:11
Konsleting Listrik, Rumah Seorang Wartawan di Pekanbaru Terbakar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 21 Pebruari 2017 14:58
Dinilai Tidak Transparan,
Mayoritas Pengcab Pertanyakan Dana Pembinaan dari KONI Inhil


Pengurus KONI Kabupaten Indragiri Hilir diminta lebih transparan terhadap penggunaan dana bantuan hibah dari Pemkab Inhil sebesar Rp2 miliar pada tahun anggaran 2016 lalu.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Pengurus Komite Olahrga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indragiri Hilir diminta lebih transparan terhadap penggunaan dana bantuan hibah dari Pemkab Inhil sebesar Rp 2 miliar pada tahun anggaran 2016 lalu.

Permintaan tersebut disampaikan perwakilan 17 Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga melalui juru bicaranya, Asad, saat melakukan pertemuan dengan Sekretaris Komisi IV dan Ketua Komisi II serta beberapa anggota DPRD Inhil lainnya, baru-baru ini.

As'ad menyayangkan anggaran sebesar itu tidak menyentuh seluruh cabang olahraga (Cabor) Inhil, sehingga dalam upaya pembinaan atlet yang akan dipersiapkan untuk mendulang prestasi diberbagai pertandingan dan kejuaraan olahraga terbilang vakum.

"Sepengetahuan kami dari dana hibah yang diperuntukkan untuk KONI Inhil sebesar Rp 2 miliar itu hanya sampai kepada 10 Pengkab olahraga sekitar Rp 311 juta. Selebihnya entah kemana, ini dipertanyakan," ujar Asad, Ketua Pengkab PBSI Kabupaten Inhil ini.

Dirincikan Asad, dari 24 Pengkab olahraga dibawah naungan KONI, hanya sepuluh Pengkab yang mendapat kucuran dana pembinaan pada tahun 2016 lalu. Sementara 14 dari 24 Cabor lainnya, dikatakan Asad, mengaku tidak menerima dana pembinaan sepeser pun dari KONI.

Diantara 10 Cabor itu adalah Bola Volly (PBVSI) Rp 25 juta, Perbasi (Basket) Rp. 13 juta, PSSI Rp. 50 juta , Percasi Rp. 30 juta, Karate (Forki) Rp 28 juta, Tenis Lapangan Rp 20 juta, Dayung (Podsi) Rp 53 juta, Panjat Tebing (FPTI) Rp 40 juta, tenis meja (PTMSI) Rp 30 juta dan Tinju (Pertina) Rp 30 juta.

"Kondisi ini perlu disikapi dan mendesak KONI Provinsi Riau segera melakukan Musyawarah Kabupaten sesuai jadwal. Hal ini perlu segera dilakukan mengingat dua tahun terakhir ini pembinaan olahraga di Inhil mati suri," desak Asad.

Hal senada juga disampaikan Jamaluddin Harisman, juru bicara dari salah seorang Ketua Pengkab olahraga di Inhil. Diakuinya, selama ini minimnya upaya perhatian dari Ketua dan pengurus KONI bagi Pengurus Cabang Olahraga (Pengcab) sangat disayangkan. Sehingga atlet berprestasi yang mestinya dapat mengharumkan nama Inhil tidak dapat dibina dengan baik.

"Arah kebijakan yang dilakukan Ketua KONI Inhil selalu kontradiktif, kontroversial sehingga tidak ada harmonisasi antara pengurus," ujar Jamaluddin.

Maka dari itu, tambahnya, seluruh Pengcab bersepakat agar kepengurusan KONI Inhil tidak lagi diperpanjang hingga berakhir April 2017 mendatang. " Kalau pun diperpanjang, kami (17 Pengkab, red) akan melakukan Musyawarah Luar Biasa Kabupaten," ancam Jamaluddin.

Menanggapi tudingan para pengurus Pengcab ini, Ketua KONI Inhil H Syamsuddin Uti menyatakan, semua yang dilakukan pengurus KONI sudah mengacu kepada AD/ART dan ketentuan yang berlaku.

"Semua telah berdasarkan ketentuan dalam organisasi," ungkapnya. Menurutnya tuduhan yang disampaikan oleh para pengurus Pengcab tidak tepat dan tidak berdasar.***(mar).





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
LMND Riau
maaf. kami harus katakan bahwa keberadaan KONI sama sekali tidak berguna. justru Prestasi Para Atlet semakin terpuruk. karena KONI dan para Pengurusnya hanya Mengincar Anggaran. Hati-Hati Maling Uang Rakyat Sedang Mengintip. Serahkan saja kewenangan tersebut pada Dinas Terkait. tks, LARSHEN YUNUS


loading...

Berita lainnya..........
- Diikuti 440 Atlet, Bupati Bengkalis Buka Kompetisi Olahraga Tingkat Pelajar I
- Wadokai Bengkalis, Dojo Al-Kautsar Duri, Taja Ujian Kenaikan Tingkat
- Emas 2 Kg dan Uang Rp80 Juta Dibawa Kabur,
Dua Pedagang Emas Jadi Korban Perampokan di Pelalawan

- International Karate Championship 2017 di Padang, Tiga Atlet Karate Rohul Raih 3 Medali
- Marching Band Duri Bawa Pulang Piala Menpora dan Piala WGI
- Hadirkan Tim Dunia, Takraw Duri Timur LPMK Cup I Siap Digelar
- Kejurnas di Pekanbaru, Atlet Angkat Berat Putri PABBSI Rohul Sumbang 4 Medali untuk Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.145.51.250
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com