Home > Raga >>
Berita Terhangat..
Senin, 16 September 2019 11:17
45 Anggota DPRD Bengkalis 2019-2024 Bersumpah dan Berjanji di Gedung Cik Puan

Senin, 16 September 2019 10:36
Bentrok dengan Aparat di Depan Kantor Gubri, Seorang Mahasiswa UIN Pingsan

Senin, 16 September 2019 10:33
Balai Bahasa Riau Gelar Penyuluhan Bahasa Indonesia

Senin, 16 September 2019 09:59
Pasukan Gabungan Apel, Pendemo Bakar Ban di Depan Kantor Gubri

Senin, 16 September 2019 09:25
Ketua APEGTI Riau Minta Pemerintah Bentuk Tim Monitoring Gula Rafinasi

Senin, 16 September 2019 08:47
Baleho Dipasang, Presiden Dijadwalkan Sore Hari Tiba di Pekanbaru

Senin, 16 September 2019 08:19
Asap Masih Pekat, Jarak Pandang di Tiga Wilayah di Riau di Bawah 1000 Meter

Senin, 16 September 2019 07:09
Kemarau Berlanjut, Bupati Kuansing Himbau Masyarakat Sholat Istisqa

Ahad, 15 September 2019 21:37
Udara Pekanbaru Tidak Sehat, TRCI Chapter Riau Bagikan 1500

Ahad, 15 September 2019 21:29
Tunggu Arahan Pemegang Saham, Seleksi Empat Jabatan Tinggi BRK Belum Juga Dimulai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 Mei 2019 18:08
PBSI Dinilai Teledor, Pemberian Bonus Atlet Bulutangkis Dituding Tidak Tepat Sasaran

Pemberian bonus kepada atlet dan pelatih berprestasi khusus Cabor bulutangkis di Bengkalis menuai protes. Pemberian dinilai tidak tepat sasaran.

Riauterkini-BENGKALIS- Pemberian bonus kepada atlet dan pelatih berprestasi di Kabupaten Bengkalis yang diserahkan secara simbolis, Senin (15/4/19) lalu mencapai Rp1 miliar menuai protes. Disampaikan salah satu Pengurus Kabupaten Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengkab PBSI) Bengkalis. Menurut pengurus PBSI ini, penyaluran bonus atlet dan pelatih khususnya pada cabang olahraga (Cabor) Bulutangkis tidak tepat sasaran.

"Pelatih dan atlet di Cabor ini, yang menerima bonus tanpa rekomendasi dari pengurus PBSI. Sehingga KONI Bengkalis dinilai telah mengangkangi peraturan yang telah dibuat oleh KONI sendiri," cetus Ketua Pengkab PBSI Bengkalis, Victor Anderson Tumangkeng kepada awak media, Selasa (21/5/19) kemarin.

‎Menurutnya, atlet dan pelatih PBSI berprestasi di tahun 2018 yang menerima bonus tahun 2019 tersebut, sama sekali pihak PBSI tidak menerima surat permintaan dari KONI tentang yang layak akan mendapatkan bonus.

"Tapi, ternyata informasi yang saya terima, dan juga cek kebenarannya, sudah ada pencairan bonus. Sedangkan kita dari pengurus merasa tidak pernah diminta pihak KONI, untuk memberikan data prestasi bagi pelatih dan atlet bulutangkis tahun 2018," katanya lagi.

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Victor menambahkan, pihak Pengkab PBSI merasa dikangkangi oleh KONI Bengkalis, dan khawatir para penerima bonus Cabor Bulutangkis ini tidak tepat sasaran atau penyimpangan pencairannya.

"Kesimpulannya, kita dari PBSI tidak tahu kategori dan kriteria seperti apa KONI Bengkalis sampai bisa memberikan bonus terhadap pelatih dan atlet di Cabor bulutangkis kita dan siapa orang-orangnya. Karena kita sejauh ini belum menyerahkan data siapa-siapa yang mendapatkan bonus," tutupnya.

Sementara itu, Pemilik Club PB. Arjuna Sport, Erizal Edo dihubungi justru mengatakan bertentangan dengan pernyataan Ketua Pengkab PBSI Bengkalis tersebut. Bahwa perihal akan ada pembagian bonus dari KONI Kabupaten Bengkalis tersebut di dengar dari Cabor lain. Karena tidak adanya pemberitahuan dari Pengkab PBSI Bengkalis.

Tempo pembagian bonus sudah dekat, dirinya selaku pemilik Club PB Arjuna Sport berinisiatif memberikan data atlet berprestasi tingkat provinsi ke Binpres KONI Kabupaten Bengkalis, agar atlet tersebut bisa mendapatkan hak yang sama seperti atlet Cabor lainnya.

Sebagai informasi lanjutnya, untuk mengikuti berbagai kejuaraan bulutangkis, dari biaya patungan club dan atlet, tanpa ada perhatian dari Pengkab. Karena sejak di SK-kan kepengurusan Pengkab PBSI Bengkalis, 10 September 2016 lalu, belum pernah melakukan pembinaan serta perhatian terhadap atlet serta club-club yang ada di wilayah Kabupaten Bengkalis.

"Dan Pengkab PBSI Kabupaten Bengkalis, hanya akan bergerak apabila ada kegiatan pasti dan didanai KONI Kabupaten Bengkalis. Dan juga atlet bulutangkis di Bengkalis daam pelatihan mengikuti kejuaraan, dengan biaya sendiri," ungkap Edo.

"Artinya, soal atlet dan pelatih berprestasi tahun 2018, dan diterima bonus di tahun 2019 kemarin itu, bukan kesalahan dari KONI Kabupaten Bengkalis, tapi dari akibat keteledoran Pengkab PBSI Bengkalis," sindir Edo.

Terkait persoalan ini, Ketua KONI Kabupaten Bengkalis, Darma Firdaus Sitompul belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Berlangsung di Tengah Asap, 200 Atlet Panahan Ikuti Kejurprov III Riau di Bengkalis
- Hadiri Pengesahan Anggota Baru, Bupati Kagum Pesilat PSHT di Kuansing Capai 7 Ribu
- Tumbangkan Persires,  Pelalawan United Lolos Grup Liga 3 PSSI Riau
- Petenis Yunior Binaan RAPP Raih Prestasi di Kejurnas di Sumbar
- Serunya Bola Voly Pemuda Arengka Cup Bersama Kodim 0301 Pekanbaru
- Kumpul di Kuansing, Ribuan Rider Ramaikan Jakjar ke-6
- Rio Akbar, Pedayung Nasional Asal Kuansing Terima Bonus Rp3,7 M dari Menpora


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com