VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


7/11/2018 14:10
MTQ ke-18 Kabupaten Rohul 2018 Resmi Ditutup Bupati, Kafilah Rambah Juara Umum Lagi

6/11/2018 16:43
‎Buka Diklat Prajabatan, Sekda Pesankan ini kepada 185 CPNS‎ Pemkab Rohul

5/11/2018 16:24
Dana Hibah untuk Madrasah di Rohul Tunggu Perda Pendidikan Islam Disahkan DPRD

2/11/2018 14:37
Buka MTQ ke-18 Kabupaten Rohul 2018,
Bupati Sukiman Kembali Ajak Masyarakat Budayakan Membaca Alqur'an

1/11/2018 19:01
Ribuan Masyarakat Ramaikan Pawai Taaruf Pembukaan MTQ ke-18 Kabupaten Rohul‎ 2018

31/10/2018 10:46
‎Silaturahmi di Rumah Dinas, Bupati Rohul Ajak Wartawan Dukung Pembangunan Daerah

29/10/2018 18:39
‎Pelatihan Kelembagaan,‎ Bupati Sukiman Pesankan ini Kepada Ibu PKK Desa se-Rohul

25/10/2018 16:37
Serahkan 496 SHM Program PTSL di Desa Batas, Bupati Rohul Pesankan ini ke Warga

24/10/2018 17:26
Bupati Rohul dan Masyarakat Sei Kuning Tanam Pohon Aren di Hutan Desa

23/10/2018 16:55
Ini Pesan Kadisdikpora Rohul kepada 55 Kepsek‎ yang Baru Dilantik Bupati Sukiman

22/10/2018 18:06
‎Bupati Rohul Lantik dan Kukuhkan 68 Pejabat Eselon II, Eselon III, Eselon IV dan Kepsek

18/10/2018 16:35
Peringati HAN 2018 Tingkat Kabupaten,
Bupati Sukiman Ingin Semua Anak Rohul Sehat dan Genius

17/10/2018 20:59
‎Disparbud Rohul Lirik Lokasi Pengembalaan di Dua Kecamatan Sebagai Destinasi Wisata Baru

12/10/2018 10:50
Upacara HUT ke-19 Kabupaten Rohul Diguyur Hujan Gerimis

11/10/2018 18:07
Terima Sertifikat WBTB Indonesia 2018,
Bupati Sukiman: Ini Merupakan Kado HUT ke-19 Rokan Hulu

 
 
Jum’at, 23 Pebruari 2018 15:04
Sempena Buka KBM UPP,
Bupati Rohul Canangkan Desa Koto Ranah sebagai Kampung Wisata Pertama‎


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman mencanangkan Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun, sebagai Kampung Wisata‎ pertama di daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk atau Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau.

Pencanangan Kampung Wisata di lapangan bola kaki Desa Koto Ranah, Kamis malam (23/2/2018), sekaligus pembukaan Kemah Bakti Mahasiswa (KBM) Universitas‎ Pasir Pengaraian (UPP) ke-8, serta Pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Koto Ranah, dan Bujang Manjo Sungai Bungo Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah.

Acara turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul Drs. Yusmar M.Si, para Asisten, sejumlah Kepala‎ Satuan Kerja di lingkungan Pemkab Rohul, serta Rektor Universitas Pasir Pengaraian (UPP) DR. Adolf Bastian M.Pd.

Ketua KBM,‎ ‎Anton Adi Putera, pada sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Rohul Sukiman yang telah berkenan meluangkan waktu membuka acara KBM UPP di Desa Kota Ranah yang digelar selama hari, dimulai Kamis (23/2/2018) dan baru berakhir Ahad (26/2/2018).

Anton juga berterima kasih kepada Kepala Disparbud Rohul Yusmar yang telah‎ bersedia bekerjasama dengan mahasiswa UPP. Ia mengaku KBM ke-8 UPP ini‎ merupakan kerjasama kedua kalinya dengan Disparbud, setelah sebelumnya bekerja sama dalam menata Lomba Lagu Solo Melayu di lapangan dataran tinggi Pematang Baih.

Anton mengaku mahasiswa UPP akan selalu siap dalam ikut mensukseskan seluruh program pembangunan yang dilakukan Pemkab Rohul ke depannya.

Sementara, Kades Koto Ranah, Safrizal juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Rohul Sukiman yang telah bersedia datang ke desanya pada malam hari, membuka acara KBM UPP serta mencanangkan desanya sebagai Kampung Wisata pertama di Kabupaten Rohul.

‎Safrizal memaparkan bagaimana potensi pariwisata puncak suligi \'Menggapai Matahari di Puncak Ranah\' yang ada di Desa Kota Ranah. Ia mengatakan jarak Puncak Ranah dari base camp sekira 6 kilometer, namun sekira 3 kilometer jalan menuju puncak masih perlu dilakukan peningkatan, sebab belum tersentuh perbaikan apalagi diaspal.

Safrizal mengungkapkan puncak 'Menggapai Matahari di Puncak Ranah\' sangat indah di pagi hari, selain awan mengambang, menjelang siang pengunjung dapat melihat jelas hamparan danau PLTA Koto Panjang dari ketinggian.

\"Wisatawan juga menikmati sunset (matahari terbenam) di sore hari dan sunrise (matahari terbit) di pagi hari,\" ungkap Safrizal, dan mengaku di waktu malam hari, lampu di Kota Bangkinang dan Kota Ujungbatu tampak indah dari Puncak Ranah.

Dengan dinobatkan sebagai Kampung Wisata, Safrizal sangat mengharapkan pemerintah daerah atau pemerintah provinsi dapat memberikan jalan atau solusi, sehingga Puncak Ranah lebih mendunia.

\"Sampai saat ini, pengunjung yang sudah datang ke Puncak Ranah sudah sebanyak 4.800 pengunjung selama ini, termasuk mahasiswa dari Riau dan daerah lain, termasuk mahasiswa dari Yogyakarta,\" ungkap Safrizal.

Rektor UPP, Adolf Bastian, berterima kasih kepada Kepala Disparbud Rohul Yusmar yang telah melibatkan mahasiswa UPP dalam kegiatan dalam membangkitkan potensi pariwisata di Kabupaten Rohul.‎ Ia juga salut dengan Bupati Rohul Sukiman karena bersedia membuka KBM UPP di Desa Koto Ranah meski acara di malam hari.

‎Menurut Adolf, KBM UPP mengacu terhadap Tri Darma perguruan tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Atas poin ketiga, nilai Pengabdian Masyarakat, mahasiswa baru UPP dari 6 Fakultas 18 program studi diajarkan berbakti kepada masyarakat.

Melalui KBM, mahasiswa UPP diharapkan Adolf benar-benar peduli dengan masyarakat dan lingkungan dalam kegiatan.

Pada KBM UPP ke-8 diikuti sekira 500-an mahasiswa ini, ungkap Adolf, ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan, seperti penghijauan atau penanaman pohon, pembersihan masjid,‎ perbaikan jalan, dan edukasi di sekolah.

Pada KBM kali ini, tambah Adolf, mahasiswa UPP juga akan berdialog langsung dengan masyarakat Desa Koto Ranah, serta memberikan pemahaman‎ tentang fungsi mahasiswa di tengah-tengah masyarakat, sebagai pelopor dari perbaikan-perbaikan sarana di Desa Koto Ranah.

Adolf mengakui pada KBM kali ini diikuti mahasiswa baru UPP, dan sebagai‎ pembentukan watak dan sikap prilaku mahasiswa dengan cara tinggal dan mengabdi untuk masyarakat.

\"Karena pada akhirnya besok, mereka juga akan kembali ke masyarakat,\" jelas Adolf.

Rektor UPP Adolf Bastian berpesan kepada mahasiswa UPP yang tengah mengikuti KBM selama empat hari untuk menjaga kesehatan dan menjaga kekompakan, serta menjaga tata krama‎, sebab di setiap daerah berbeda budaya, sehingga mahasiswa harus belajar budaya di setiap daerah.

‎Masih di tempat sama, ‎Bupati Rohul Sukiman berterima kasih kepada Kepala Disparbud Rohul Yusmar, Rektor UPP Adolf Bastian, serta seluruh aparat desa dan kecamatan karena telah bersama-sama dalam melakukan persiapan sehingga acara KBM UPP di Desa Koto Ranah berjalan lancar.

Menurut Bupati Sukiman, KBM merupakan penempahan kader bangsa. Sebelum menjadi pemimpin, mahasiswa harus dipersiapkan sejak sekarang. Selain harus punya kemampuan akademis, mahasiswa juga harus bertaqwa kepada Allah SWT, sehingga menjadi pemimpin yang bertaqwa.

Soal permintaan Kades Koto Ranah soal jalan, Bupati ‎Sukiman mengaku akan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rohul untuk memperbaiki jalan menuju puncak Ranah yang masih perlu dilakukan perbaikan.

\"‎Saya cuma ingin Desa Koto Ranah itu bagus sampai sana (Puncak Menggapai Matahari di Puncak Ranah),\" sampai Sukiman dalam sambutannya.

Selain itu, Bupati Sukiman mengajak warga Desa Koto Ranah untuk terus menggalakkan gotong royong di desa, sehingga desa yang telah dicanangkan sebagai Kampung Wisata pertama di Kabupaten Rohul tersebut semakin bagus lagi.

Selaku pemerintah daerah, kata Bupati Sukiman, pihaknya sangat mendukung KBM UPP di Desa Koto Ranah. Salah satu tujuannya agar mereka terhindar dari kegiatan negatif, seperti Narkoba, minuman keras, dan aksi kejahatan lain.

Sukiman mengaku Pemkab Rohul dengan kemampuan yang ada dalam melakukan pembenahan seluruh objek wisata yang ada di Negeri Seribu Suluk, salah satunya melakukan perbaikan jalan di Desa Koto Ranah ke arah puncak yang masih perlu dibantu oleh pemerintah daerah.

Adanya promosi tanjak yang dilakukan mahasiswa UPP di Desa Koto Ranah, diakui Bupati Rohul Sukiman sangat bagus, sehingga tanjak melayu khas Rohul bernama Unak Serantau tersebut dikenal oleh masyarakat Rohul dan masyarakat luar daerah.

\"Ini harus kita tingkatkan dan lestarikan terus, karena ini budaya Melayu kita, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,\" ujar mantan pria yang sudah dua kali menjabat sebagai Wakil Bupati Rohul.

\"Intinya pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan ini (KBM UPP dan pariwisata), baik untuk mahasiswa dan memajukan Kampung Wisata ini,\"‎ tutup Bupati Rohul Sukiman.

‎Sementara, Kepala Disparbud Rohul Yusmar mengaku sangat puas, sebab KBM di Desa Koto Ranah diikuti sekira 500 mahasiswa UPP dari seluruh fakultas.

Terkait antusias Bupati Rohul Sukiman atas pengembangan pariwisata, Yusmar mengaku Disparbud Rohul akan terus mendata seluruh destinasi wisata yang ada di Negeri Seribu Suluk, termasuk makanan khas atau kuliner.

Yusmar mengaku sejauh ini, Disparbud sudah mendata sekira 67 destinasi‎ wisata yang ada di Kabupaten Rohul, baik berupa objek wisata alam, budaya, religius, wisata minat khusus, dan kuliner sebagai makanan khas di suatu daerah yang ikut memberikan kontribusi besar bagi wisatawan untuk datang ke daerah wisata.

Menurutnya, peran mahasiswa dibutuhkan dalam pengembangan destinasi, sebab mereka lebih senang berkomunikasi dan memberikan informasi melalui media sosial yang ada sekarang ini.

\"Mahasiswa ini ibaratnya kaum menengah, mereka bisa ke bawah dan ke atas.‎ Komunikasi di mahasiswa itu beda dengan anak-anak sekolah dan orang dewasa.\"

\"Makanya kita harapkan peran mereka‎ itu adalah peran yang strategis yang bisa mengembangkan baik ke atas atau ke bawah di bidang pariwisata,\" harap Yusmar.

Kepala Dispa‎rbud Rohul mengaku konsep wisata yang dikembangkan di Desa Koto Ranah lebih konsep budaya, sebab desa ini punya banyak keunikan, salah satunya kegiatan Berzikir atau Bedikiu yang digelar usai Hari Raya Idul Fitri.

Bukan itu saja, sambung Yusmar, di Desa Koto Ranah‎ juga ada peninggalan-peninggalan‎ bersejarah yang unik, seperti naskah kuno yang diperkirakan berusia sekira 3 abad, ogong keramat atau gong keramat, dan ada destinasi wisata \'Menggapai Matahari di Puncak Ranah\'.

\"Zikir ini tidak menjadi unik bagi masyarakat khususnya di Rokan Hulu. Namun karena ada denda itulah yang menjadikannya unik,\" jelas Yusmar.

Ditanya bagaimana mengkonsep wisata di Desa Koto Ranah‎ yang telah dicanangkan sebagai Kampung Wisata, Yusmar mengaku masih perlu saran dan pendapat dari seluruh elemen, termasuk mahasiswa dan media massa, apalagi ada 10 desa unik di Indonesia, 3 diantaranya ada di pulau Sumatera.

Yusmar optimis Desa Koto Ranah menjadi salah satu desa unik di Indonesia, karena desa ini punya banyak keunikan yang dapat diandalkan.

\"Kita tetap optimis, kalau memanjat tidak hanya semeter, tapi 10 sampai 100 meter,\" optimis Kepala Disparbud Rohul Yusmar.***(adv/hum/zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012