VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


19/09/2018 17:55
Hadiri HUT ke-11 Desa Sei Kandis, Bupati Rohul Mengajak Warga Sadar Pajak

17/09/2018 12:53
Pjs Sekdakab Rohul Sambut Kedatangan Jemaah Haji di Embarkasi Batam

15/09/2018 08:03
Bupati Sukiman Kukuhkan Pengurus IPR Yogyakarta Komisariat Rohul 2018-2019

14/09/2018 13:18
PKK Rohul Raih Juara Umum di Jambore Tim Penggerak PKK Tingkat Provinsi Riau 2018

13/09/2018 13:01
Bupati Rohul Teken MoU dengan Rektor UGM Yogyakarta Bidang Penelitian Pendidikan

12/09/2018 17:34
OPD Sampai Desa Teken MoU,
Pemkab Rohul Optimis Raih Piala Adipura 2018 Bila Hal ini Dilakukan‎ Bersama

10/09/2018 14:55
Bupati Rohul dan Forkompinda Ikut Deklarasi Damai Pemilu 2019 Aman‎, Sejuk dan Kondusif

4/09/2018 16:25
Bupati Rohul Hadiri Rakor Gubernur dengan Bupati/Walikota se-Riau

3/09/2018 12:55
Lantik 8 Camat, Pj Sekda Rohul Minta Langsung Tancap Gas‎ dan Berinovasi

1/09/2018 18:14
156 Pejabat Eselon III dan Eselon IV Pemkab Rohul Dilantik Sekda,‎ Jabatan Kabag Humas Kosong

30/08/2018 16:37
Melalui Seminar RP3KP,
Pemkab Rohul Mulai Susun Konsep Kawasan Perumahan dan Permukiman

29/08/2018 20:43
Pemkab Rohul Wacanakan Bangun Makam Bersejarah Desa Rantau Binuang Sakti

28/08/2018 19:07
Didukung Kementrian LHK, Rohul Bakal Punya Tahura Tuanku Tambusai di Bangun Purba

21/08/2018 18:59
Rohul Raih 2 Kategori di Parade Tari Nusantara TMII 2018 untuk Provinsi Riau

17/08/2018 14:02
Marching Band Satpol PP Meriahkan Upacara HUT ke-73 RI di Kantor Bupati Rohul

 
 
Selasa, 13 Maret 2018 16:31
10 Desa di Rohul Masuk Kategori Stunting, Dinas Terkait dan Kecamatan Diminta Kerja 'Keroyokan'

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sedikitnya ada 10 desa di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, masuk dalam kategori stunting atau masalah gizi kronis disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

Pada umumnya, stunting terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting sendiri terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia 2 tahun.

Hal tersebut terungkap pada Rapat Koordinasi Penggarapan Penanggulangan Stunting di lantai tiga Kantor Bupati, Selasa (14/3/2018), dibuka oleh Bupati Rohul H. Sukiman, diwakili Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setdakab Rohul Ir. H. Muhammad Ruslan M.Si.

R‎apat Koordinasi Penggarapan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Rohul diprakarsai oleh BKKBN Provinsi Riau dihadiri 10 Kepala Desa dan 6 Camat yang daerahnya masuk kategori stunting.

Usai Rapat, Asisten II Bidang Ekbang Setdakab Rohul M. Ruslan meminta seluruh dinas terkait dan enam pemerintah kecamatan, termasuk 10 pemerintah desa yang masuk kategori stunting untuk bersama-sama dalam menanggulangi stunting di Kabupaten Rohul dengan cara "keroyokan".

"Ini masalah kita bersama, ya menanggulanginya harus keroyokan atau bersama-sama dengan dinas terkait dalam menurunkan angka stunting ini," harap Ruslan.

Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Rohul ini optimis bila kerjasama dengan cara "keroyokan" maka angka stunting di Kabupaten Rohul akan bisa ditanggulangi.

Ruslan menambahkan kerja "keroyokan" dalam menanggulangi stunting dilakukan seluruh dinas terkait, yakni masalah kesehatan atau gizi menjadi kewajiban Dinas Kesehatan.

Sedangkan untuk infrastruktur menjadi kewajiban Dinas PUPR Rohul, dan terkait pangan menjadi tanggung jawab Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Rohul.

Untuk masalah air bersih dan perumahan, sambung Ruslan, tentunya menjadi tugas Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Rohul. Ia juga meminta dinas terkait lain‎ ikut andil dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Rohul.

"Pak Bupati (H. Sukiman) sudah mengintruksikan bahwa permasalahan stunting harus diselesaikan segera di sepuluh desa yang ada di enam kecamatan," ujarnya.

Ruslan mengaku Rakor yang baru digelar sangat penting, sehingga seluruh dinas terkait diminta untuk melakukan pendataan ulang terkait jumlah stunting di Kabupaten Rohul, pasalnya data yang tersebar tersebut merupakan data tahun 2013 silam.

Ruslan juga meminta BKKBN Provinsi Riau untuk gencar mensosialisasikan pola hidup sehat dan melakukan upaya pencegahan agar stunting di daerah tidak terjadi lagi.

Diakui Asisten Bidang Ekbang Setdakab Rohul, pola hidup sehat dan asupan gizi saat ibu hamil sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak, untuk itulah Posyandu harus ikut berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada ibu-ibu hamil terkait asupan gizi.

"Jadi saya baca stunting itu bisa terjadi mulai dari ibu mengandung, hingga menyusui. Hal ini sangat penting untuk mengurangi angka stunting," harapnya.

Ditanya 10 desa di Kabupaten Rohul yang masuk kategori stunting, Ruslan mengungkapkan‎ 10 desa di antaranya seperti Desa Tambusai Timur, Kepenuhan Hilir, Ulak Patian, Marga Mulya, Teluk Aur, Menaming, Bangun Purba Barat, dan Desa Kepayang.

"Kita berharap dari Rakor ini bisa memberikan hasil maksimal dalam menanggulangi stunting di Rokan Hulu. Yang jelas harus keroyokan baru bisa ditekan angkanya (stunting)," tandas M. Ruslan.***(adv/hum/zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012