VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


14/01/2019 15:40
‎Bupati Sukiman Buka Kuliah Umum dan Pentas Seni Budaya Melayu Rohul di Islamic Center

11/01/2019 15:04
Bupati Rohul Resmikan Jalan Simpang PIR-Desa Dayo Sepanjang 3,7 Kilometer

10/01/2019 17:18
Bupati Rohul Pimpin Apel dan Senam Bersama di Kantor Kecamatan Rambah Samo

27/12/2018 13:47
‎Bupati Rohul Resmikan Pemakaian Ruas Jalan Pematang Tebih-Sangkir Indah

26/12/2018 21:21
Bupati Rohul Ikut Meriahkan Peringatan Hari Ibu di Ujung Batu

22/12/2018 15:53
PPID Diskominfo Rohul Meraih Juara III Anugerah KIP KI Award 2018

20/12/2018 17:51
Gebyar PAUD 2018, Bupati Rohul Minta Orang Tua Berperan Aktif untuk Tumbuh Kembang Anak

19/12/2018 18:49
Pelantikan Pengurus FORMI Rohul Periode 2017-2022 Disaksikan Bupati dan Sekda

19/12/2018 18:28
‎Pimpin Upacara Hari Ibu ke-‎90, Bupati Rohul Ajak Ingat Kembali Perjuangan Kaum Ibu

18/12/2018 16:25
‎Sosialisasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang,
Sekda Rohul Ajak Masyarakat Mengurus IMB Sebelum Membangun

14/12/2018 19:14
Bupati Sukiman Serahkan Bantuan ke Pasien Kurang Mampu di RSUD Rohul

13/12/2018 15:44
Bupati dan Sekda Ramaikan Hari Kesehatan Nasional ke-54 di Kantor Dinkes Rohul

11/12/2018 15:29
Resmi Dilepas ke Pekanbaru,
Ini Pesan Sekda Rohul Kepada 41 Kafilah MTQ ke-37 Riau 2018

10/12/2018 16:29
Empat Pelamar CPNS Gugur,
Sekda Rohul Motivasi Pelamar CPNS 2018 Saat Tes SKB di Hotel Labersa

4/12/2018 17:45
Bupati dan Sekda Rohul Jenguk Pasien Penderita Tumor Ganas di RSUD

 
 
Rabu, 25 April 2018 20:53
Bupati Rohul Dukung Tradisi Adat Mandai Ulu Taon Jadi Agenda Tahunan

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ribuan warga Mandaliling dari Napitu Huta (tujuh kampung) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ikut meramaikan tradisi adat Mandai Ulu Taon (makan bersama) di Bagas Rarangan Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Rabu (25/4/2018).

Acara adat juga dihadiri Bupati Rohul H. Sukiman, Ketua DPRD Kelmi Amri SH, serta sejumlah anggota DPRD, termasuk para Raja Napitu Huta dikenal Sutan Naopat Mangaraja Natolu serta Sutan Maratur Mangaraja Marbaris.

Raja Melayu dari Luhak Rambah dan pejabat di lingkungan Pemkah Rohul juga hadir di acara tersebut, termasuk mantan Sekda Kabupaten Rohul Syarifuddin Nasution, serta sejumlah pejabat Forkopimda, Camat Rambah, Kades Rambah Tengah Barat Sofian, serta para perangkat Desa Rambah Tengah Barat dan perangkat Desa Sialang Jaya.

Bupati Rohul Sukiman dalam sambutannya mengatakan tradisi Mandai Ulu Taon tersebut harus dilestarikan, karena sebagai ciri khas dan tradisi secara turun temurun dari Napitu Huta. Apalagi acara ini sebagai bentuk solidaritas dan adat diwarisi masyarakat Napitu Huta, sejak dari nenek moyang Boru Namora Suri Andung Jati.

"Acara Mandai Ulu Taon juga dimaksudkan mengingat sejarah perjuangan anak seorang Raja Mandailing yakni Boru Namora Suri Andung Jati. Sehingga tradisi adat di Napitu Huta akan dijadikan agenda tahunan, khususnya bagi masyarakat Mandailing Napitu Huta," papar Bupati Rohul Sukiman.

Sebelumnya, Ketua Kegiatan Damri Nasution mengungkapkan Mandai Ulu Taon digelar atas peran serta seluruh warga Napitu Huta, dan sudah digelar sudah sejak lama. Acara adat ini sebagai bentuk syukur kepada sang pencipta setiap tahun, agar meningkat hasil pertanian masyarakat.

Dari cerita berkembang di kalangan warga Mandailing, raja perempuan Boru Namora Suri Andung Jati pergi ke kayangan dengan meninggalkan jejak kaki yang masih bisa dilihat di lokasi Bagas Rarangan Huta Haiti atau di Dusun Kaiti III Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah atau biasa disebut warga "Tompat Keramat".

Boru Namora Suri Andung Jati bermarga Nasution. Perempuan tersebut merupakan seorang raja dari sebuah kerajaan di Padang Galugur-Panyabungan (Tapanuli Selatan) di abad XIV.

Guna menghindari perang, Boru Namora Suri Andung Jati mengungsi dan membawa pengikutnya ke tanah melayu yakni Pasirpangaraian yang dahulunya disebut dengan sebutan "Pasir Panggorean".

Boru Namora dan pengikutnya kemudian mendiami dan mendirikan sebuah perkampungan bernama Huta Haiti sekitar 3 kilometer dari Pasirpangaraian, merupakan pusat kota Kabupaten Rohul dengan Panglima Perang seorang Raja Perempuan yang dikenal dengan nama Sutan Laut Api yang juga bermarga Nasution.

Damri Nasution Bergelar Maraja Huta Tinggi menambahkan saat kerajaan Rambah terjadi peperangan dengan kerajaan Melayu Rokan, warga Mandailing dipimpin Boru Namora Suri Andung Jati membantu kerajaan Rambah.

Atas bantuan dari bala tentara Napitu Huta, kerajaan Rambah memenangkan peperangan. Raja Rokan bersama anggotanya mundur tanpa melakukan perlawanan, sehingga kemenangan berada di Raja Rambah,tanpa harus melakukan peperangan.

Sebagai ungkapan rasa terima kasih atas bantuan itu, Raja Rambah menghadiahkan tanah wilayat dengan istilah "Tanah Sebingkah-Aur Serumpun" ke setiap kampung Mandailing Napitu Huta yang tetap menjaga adat istiadat dan bahasa mandailing.

Raja-raja di Napitu Huta lebih di Kenal dengan sebutan Sutan Naopat Mangaraja Natolu Sutan Maratur Mangaraja Marbaris antara lain Sutan Laut Api (Marga Nasution) di Huta Kubu Baru, Sutan Tuah (Marga Nasution) di Huta Haiti, Sutan Silindung (Marga Nasution) di Huta Tangun, Sutan Kumalo Bulan (Marga Nasution) di Huta Menaming, Mangaraja Liang (Marga Nasution) di Huta Tanjung Berani, Mangaraja Liang (Marga Nasution) di Huta Sunge Pinang, Mangaraja Timbalan (Marga Lubis) di Huta Pawan.

Sementara, Kades Rambah Tengah Barat, Sofian Daulay, mengatakan keunikan tradisi Mandai Ulu Taon yakni makan bersama yang dilakukan menggunakan daun pisang sebagai piring tempat nasi. Saat makan bersama, seorang raja atau seorang pejabat sekalipun sama dengan warga biasa, tanpa membeda-bedakan.***(adv/hum/zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012