VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


5/06/2018 16:59
Pj Sekda Rohul Safari Ramadhan di Desa Sontang, Warga Minta Pemkab Bangun Turap di Surau Suluk

4/06/2018 19:44
Bupati Rohul Berbuka Puasa dengan Mahasiswa dan Resmikan Sekretariat Himarohu di Pekanbaru

31/05/2018 14:20
Pemkab Rokan Hulu Kembali Raih Predikat WTP dari BPK RI Perwakilan Riau

30/05/2018 16:31
Jelang Liburan Idul Fitri,
Disparbud Rohul Menata Objek Wisata Hapanasan dan Danau Sipogas

22/05/2018 14:35
Safari Ramadhan Perdana,
Bupati Rohul Safari di Desa Suka Damai dan Pj‎ Sekda di Desa Suligi

16/05/2018 19:32
‎Pemkab Rohul Bersama FKUB Bahas Aliran Sesat, Perlu Dilakukan Pembinaan dan Komunikasi

14/05/2018 15:31
Ada Panjat Pohon Pinang dan Tangkap Itik,
Potang Balimau di Rohul Dipusatkan di Batang Lubuh

7/05/2018 17:20
BLP Setda Rohul Mulai Sosialisasikan Perpres 16 Tahun 2018, 1 Juli Wajib Diterapkan

3/05/2018 17:05
Program Nasional Bantuan Langsung,
Bupati Rohul dan BBPAT Jambi Tebar 100 Ribu Ekor Benih Ikan Lomak di Sungai Batang Lubuh

3/05/2018 15:25
Diproyeksikan Jadi Taman Asri, Seluruh OPD di Rohul Tanam Pohon di Hutan Kota

2/05/2018 14:40
Gantikan Damri Harun,
Abdul Haris Dilantik Bupati Sukiman sebagai Pj Sekda Rohul

25/04/2018 20:53

25/04/2018 20:53

25/04/2018 20:53
Bupati Rohul Dukung Tradisi Adat Mandai Ulu Taon Jadi Agenda Tahunan

24/04/2018 11:44
Bupati Rohul Bagikan KTP, KK dan Akta Kelahiran ke Masyarakat Rambah Samo

 
 
Rabu, 25 April 2018 20:53
Bupati Rohul Dukung Tradisi Adat Mandai Ulu Taon Jadi Agenda Tahunan

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ribuan warga Mandaliling dari Napitu Huta (tujuh kampung) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ikut meramaikan tradisi adat Mandai Ulu Taon (makan bersama) di Bagas Rarangan Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Rabu (25/4/2018).

Acara adat juga dihadiri Bupati Rohul H. Sukiman, Ketua DPRD Kelmi Amri SH, serta sejumlah anggota DPRD, termasuk para Raja Napitu Huta dikenal Sutan Naopat Mangaraja Natolu serta Sutan Maratur Mangaraja Marbaris.

Raja Melayu dari Luhak Rambah dan pejabat di lingkungan Pemkah Rohul juga hadir di acara tersebut, termasuk mantan Sekda Kabupaten Rohul Syarifuddin Nasution, serta sejumlah pejabat Forkopimda, Camat Rambah, Kades Rambah Tengah Barat Sofian, serta para perangkat Desa Rambah Tengah Barat dan perangkat Desa Sialang Jaya.

Bupati Rohul Sukiman dalam sambutannya mengatakan tradisi Mandai Ulu Taon tersebut harus dilestarikan, karena sebagai ciri khas dan tradisi secara turun temurun dari Napitu Huta. Apalagi acara ini sebagai bentuk solidaritas dan adat diwarisi masyarakat Napitu Huta, sejak dari nenek moyang Boru Namora Suri Andung Jati.

"Acara Mandai Ulu Taon juga dimaksudkan mengingat sejarah perjuangan anak seorang Raja Mandailing yakni Boru Namora Suri Andung Jati. Sehingga tradisi adat di Napitu Huta akan dijadikan agenda tahunan, khususnya bagi masyarakat Mandailing Napitu Huta," papar Bupati Rohul Sukiman.

Sebelumnya, Ketua Kegiatan Damri Nasution mengungkapkan Mandai Ulu Taon digelar atas peran serta seluruh warga Napitu Huta, dan sudah digelar sudah sejak lama. Acara adat ini sebagai bentuk syukur kepada sang pencipta setiap tahun, agar meningkat hasil pertanian masyarakat.

Dari cerita berkembang di kalangan warga Mandailing, raja perempuan Boru Namora Suri Andung Jati pergi ke kayangan dengan meninggalkan jejak kaki yang masih bisa dilihat di lokasi Bagas Rarangan Huta Haiti atau di Dusun Kaiti III Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah atau biasa disebut warga "Tompat Keramat".

Boru Namora Suri Andung Jati bermarga Nasution. Perempuan tersebut merupakan seorang raja dari sebuah kerajaan di Padang Galugur-Panyabungan (Tapanuli Selatan) di abad XIV.

Guna menghindari perang, Boru Namora Suri Andung Jati mengungsi dan membawa pengikutnya ke tanah melayu yakni Pasirpangaraian yang dahulunya disebut dengan sebutan "Pasir Panggorean".

Boru Namora dan pengikutnya kemudian mendiami dan mendirikan sebuah perkampungan bernama Huta Haiti sekitar 3 kilometer dari Pasirpangaraian, merupakan pusat kota Kabupaten Rohul dengan Panglima Perang seorang Raja Perempuan yang dikenal dengan nama Sutan Laut Api yang juga bermarga Nasution.

Damri Nasution Bergelar Maraja Huta Tinggi menambahkan saat kerajaan Rambah terjadi peperangan dengan kerajaan Melayu Rokan, warga Mandailing dipimpin Boru Namora Suri Andung Jati membantu kerajaan Rambah.

Atas bantuan dari bala tentara Napitu Huta, kerajaan Rambah memenangkan peperangan. Raja Rokan bersama anggotanya mundur tanpa melakukan perlawanan, sehingga kemenangan berada di Raja Rambah,tanpa harus melakukan peperangan.

Sebagai ungkapan rasa terima kasih atas bantuan itu, Raja Rambah menghadiahkan tanah wilayat dengan istilah "Tanah Sebingkah-Aur Serumpun" ke setiap kampung Mandailing Napitu Huta yang tetap menjaga adat istiadat dan bahasa mandailing.

Raja-raja di Napitu Huta lebih di Kenal dengan sebutan Sutan Naopat Mangaraja Natolu Sutan Maratur Mangaraja Marbaris antara lain Sutan Laut Api (Marga Nasution) di Huta Kubu Baru, Sutan Tuah (Marga Nasution) di Huta Haiti, Sutan Silindung (Marga Nasution) di Huta Tangun, Sutan Kumalo Bulan (Marga Nasution) di Huta Menaming, Mangaraja Liang (Marga Nasution) di Huta Tanjung Berani, Mangaraja Liang (Marga Nasution) di Huta Sunge Pinang, Mangaraja Timbalan (Marga Lubis) di Huta Pawan.

Sementara, Kades Rambah Tengah Barat, Sofian Daulay, mengatakan keunikan tradisi Mandai Ulu Taon yakni makan bersama yang dilakukan menggunakan daun pisang sebagai piring tempat nasi. Saat makan bersama, seorang raja atau seorang pejabat sekalipun sama dengan warga biasa, tanpa membeda-bedakan.***(adv/hum/zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012