VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


5/05/2019 21:55
‎Sambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H,
Bupati Rohul Bersama Ulama dan Pemuka Adat Ikut Ramaikan Tradisi Potang Bolimau

3/05/2019 16:59
‎Layani 12 Pelayanan, Ruangan Coaching Clinic Inspektorat Rohul Diaktifkan Mulai Senin Depan

3/05/2019 14:32
Peringatan Hardiknas 2019, Bupati Akui Pemkab Rohul Komit Tingkatkan Kualitas Pendidikan

30/04/2019 17:11
BPCB Sumbar Sarankan Pemkab Rohul Bentuk Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten

26/04/2019 20:02
Dilepas Bupati Rohul, Pawai Ta'aruf Semarak Ramadhan 1440 H di Pasirpangaraian Diguyur Hujan

25/04/2019 18:57
‎Disambut Bupati dan Sekda Rohul,
Tim Penilai Lomba Desa Ber-PHBS Riau Turun ke Desa Air Panas dan Desa Lubuk Betung

25/04/2019 14:37
‎Disperindag Rohul Sosialisasikan Kemetrologian dan Perda Retribusi Jasa Umum

23/04/2019 16:19
‎Penetapan dan Penegasan Batas Desa di Kabupaten Rohul Baru di Tiga Kecamatan

22/04/2019 16:28
Sekda Rohul Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di MTsN 3 Rohul dan SMPN 1 Rambah

21/04/2019 06:42
Sekdakab dan Kadisparbud Rohul Hadiri Grand Opening Pasar Digital "Dangaoe-Dangaoe"

18/04/2019 16:39
‎Bupati Rohul Minta Disparbud Kelola Objek Wisata Air Panas di Desa Air Panas

15/04/2019 13:09
Ditutup Pesta Kembang Api, Kecamatan Kabun dan Rambah Hilir Berbagi Juara MTQ XIX Rohul

11/04/2019 20:37
Bupati Rohul Bersama Menteri BUMN Tanam Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat di Desa Kumain

10/04/2019 18:09
‎Sekaligus Resmikan Rumah Rarangan,
Bupati dan Sekda Rohul Hadiri Tradisi Mandai Ulu Taon di Desa Rambah Tengah Barat

9/04/2019 10:08
Dimeriahkan Pesta Kembang Api, Belasan Ribu Masyarakat Hadiri Pembukaan MTQ XIX Kabupaten Rohul 2019

 
 
Selasa, 30 April 2019 17:11
BPCB Sumbar Sarankan Pemkab Rohul Bentuk Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten

‎Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat (Sumbar) menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) membentuk Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi‎ (Kasi) Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Sumbar Agus Trimulyono, usai ekspos di hadapan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu H. Abdul Haris S.Sos, M.Si, di aula rapat Kantor Bupati Rokan Hulu, Senin sore (29/4/2019).

Ekspos BPCB Sumbar turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rokan Hulu Drs. Yusmar M.Si, Sekretaris PUPR Rokan Hulu Zulfikri ST, Camat Tambusai Muammer Ghadafi,‎ Camat Rambah Hilir Zulhendri, Lurah Tambusai Tengah Suherman.

Hadir juga Ketua Komisi II DPRD Rokan Hulu Hj. Sumiartini, sejumlah Tokoh Masyarakat Tambusai dan Rambah Hilir, Sekretaris Pekerja Benteng Tuanku Tambusai Dalu-Dalu Jonnaidi Dasa, dan lainnya.

Agus Trimulyono‎ mengatakan Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten perlu dibentuk supaya seluruh cagar budaya dan diduga cagar budaya yang ada di Kabupaten Rokan Hulu terinventarisir dengan baik, melalui tim pendaftarnya.

"Dari sini baru dikelola, mau diapakan itu. Kalau masjid ya arahkan saja ke religi, pariwisatanya bisa dimanfaatkan," saran Agus Trimulyono‎ usai ekspos di Kantor Bupati.

‎Membahas Benteng Tujuh Lapis, atau Benteng Tuanku Tambusai Dalu-Dalu berlokasi di Kelurahan Tambusai Tengah, Kecamatan Tambusai, Agus juga menyarankan agar cagar budaya ini dikembangkan sebagai kawasan yang bersejarah, namun harus dibuat master plan dan site plannya.

"Ini harus dikembangkan betul-betul. Untuk pertama‎ ini harus serius dilakukan. Yang kedua adalah relokasi 35 KK (kepala keluarga) yang ada di dalamnya, mau seperti apa, itu harus diselesaikan," kata Agus.

Pasca relokasi, menurut Agus‎, Pemkab Rokan Hulu baru bisa bicara pemugaran, apa yang akan kita lakukan di lokasi Benteng Tuanku Tambusai, termasuk restorasi dikembalikan fungsi benteng, atau memanfaatkan Sungai Sosah sebagai tujuan wisata, seperti dibangun sebuah jembatan gantung di lokasi tersebut. "Itu secara destinasi wisata sangat menarik dan sangat potensial untuk dikembangkan," ujarnya.

Untuk Makam Raja-Raja Kerajaan Rambah, kata Agus, di lokasi ini ada bekas istana Kerajaan Rambah, namun masih perlu melakukan kajian, sebab bekas istana atau sandi (tonggak) istana belum ditemukan.

"Tapi yang jelas itu sudah kita zoning dan kita selamatkan, nanti pengembangannya bisa untuk wisata religi,"‎ saran Agus lagi.

Masih di tempat sama, Sekda Kabupaten Rokan Hulu Abdul Haris menyambut baik dukungan serta keseriusan BPCB Sumbar yang membawahi wilayah Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau, dalam menggali cagar budaya yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.

Abdul Haris mengatakan Pemkab Rokan Hulu akan melakukan restorasi Makam Raja-Raja Kerajaan Rambah yang berlokasi di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir serta Benteng Tujuh Lapis yang berlokasi di Dalu-Dalu Kelurahan Tambusai Tengah, Kecamatan Tambusai.

"Kita akan kembali merestorasi bangunan-bangunan di benteng dan Makam Raja-Rambah, supaya generasi muda kita ke depan mengenal sejarah, baik sejarah tentang Kerajaan Rambah dan perjuangan Tuanku Tambusai," jelas Abdul Haris.

Menurut Haris, dengan saran dari BPCB Sumbar, Pemkab melalui Disparbud Rokan Hulu akan mengembalikan bentuk asli Benteng Tujuh Lapis dan Benteng Tujuh Lapis.

Sekda Rokan Hulu mengaku di 2016, sebenarnya telah dibuat SK Pengelola‎an Benteng Tujuh Lapis, namun beberapa tahun terakhir masih tahap beberapa pengkajian.

‎"Kita harapkan memang kita dapat memanfaatkan kedua situs tersebut. Ini bagi pemerintah ada dua kepentingan, pertama kepentingan sejarah dan kedua kepentingan sebagai destinasi wisata ke depan," pungkas Sekda Kabupaten Rokan Hulu, Abdul Haris.

Sementara, Kepala Disparbud Rokan Hulu, Yusmar, mengatakan Pemkab Rokan Hulu, melalui dinasnya akan serius dalam mengembangkan cagar budaya yang ada di daerahnya,‎ termasuk Makam Raja-Raja Kerajaan Rambah dan Benteng Tujuh Lapis.

Berkat kerja keras Disparbud Rokan Hulu dan BPCB Sumbar, di 2019 Pemkab Rokan Hulu menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Pariwisata sebesar Rp1,3 miliar untuk pembangunan 4 item yang ada di lokasi Makam Raja-Raja Kerajaan Rambah.

"Untuk empat item, pertama mushola, kedua jalan setapak, ketiga lampu penerangan, dan ke empat pagar pembatas," jelas Yusmar.

Menurut Yusmar, supaya pelaksanaan pembangunan tidak menyalahi aturan, apalagi pelestarian cagar budaya tentu diperlukan ahli, baik dari BPCB Sumbar dan Arkeolog Sumatera Utara yang membawahi lima provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepri) telah turun ke Kabupaten Rokan Hulu.

"‎Berdasarkan penentuan zonasi yang ditentukan oleh BPCB tidak ada masalah lagi," jelas Yusmar.

Soal saran BPCB Sumbar, agar Pemkab Rohul membentuk Tim Ahli Cagar Budaya, Yusmar mengatakan pembentukan memang sudah digariskan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Kebudayaan, serta diperkuat surat Gubernur Riau‎.

"Insya Allah akan kita tindaklanjuti dan akan dikomunikasikan dengan pak Bupati dan pak Sekda," kata Yusmar.

Menurut Yusmar, pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten banyak memerlukan ahli, baik‎ ahli sejarah, hukum, arkeolog,‎ dan ahli lainnya, sehingga perlu disusun serius.

"Kedua juga perlu pendanaan yang jelas. Dan ketiga lagi, tim ahli ini juga harus dilatih, pelatihan bisa saja di sini atau di bisa saja Jakarta. Yang jelas mereka harus punya sertifikat baru bisa menentukan atau bisa menjadi tim," pungkas Yusmar dan mengaku pihaknya akan berusaha membentuk Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten ini.***(Adv/Pemkab Rokan Hulu)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012