VISI : BERTEKAT MEWUJUDKAN KABUPATEN ROKAN HULU SEJAHTERA MELALUI PENINGKATAN PEMBANGUNAN EKONOMI KERAKYATAN, PENDIDIKAN, INFRASTRUKTUR, KESEHATAN DAN KEHIDUPAN AGAMIS YANG HARMONIS DAN BERBUDAYA


2/10/2019 09:01
PHE Siak‎ Syukuran Tajak Sumur Eksplorasi Kota Lama-3, ini Harapan Besar Bupati Rohul

1/10/2019 15:28
Rapat Forum TJSP, Bupati Rohul Mengaku Penyaluran CSR Perusahaan Belum Terkoordinir

30/09/2019 19:08
30 PNS Lagi Memasuki Masa Pensiun,
450 PNS Terima SK Kenaikan Pangkat dari Bupati Rohul

26/09/2019 18:59
Buka Open Turnamen Volley Ball Rambah Jaya CUP 2019, Bupati Rohul Pesankan Ini

24/09/2019 19:17
Peringati HUT ke-15, RSUD Rohul Gelar Berbagai Lomba dan Beri Penghargaan ke Pegawai Teladan

22/09/2019 20:03
Sekda Rohul Ingin Panen Ikan di Rantau Larangan Kubang Buaya Jadi Even Wisata

22/09/2019 20:03
Sekda Rohul Ingin Panen Ikan di Rantau Larangan Kubang Buaya Jadi Even Wisata

18/09/2019 23:28
PKK Rambah Samo Juara Umum Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Rohul 2019

17/09/2019 21:13
Kunjungi Rohul, Bupati Solok Selatan Belajar Program Keagamaan di Masjid Agung ICP

13/09/2019 10:57
‎Bupati Rohul Kunjungi Kampung Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan di Desa RBS

11/09/2019 20:08
‎Lomba Pacu Sampan di Danau Purieh Desa Pematang Berangan Dibuka Bupati Rohul

9/09/2019 17:50
Dilaunching Sekda Rohul, Desa Teluk Aur Dicanangkan Sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

5/09/2019 15:31
Menyambut di Batam, Bupati Sukiman Minta Jemaah Haji Rohul Menjadi Teladan Masyarakat

2/09/2019 18:03
Bupati Sukiman Harapkan Anggota DPRD Rohul 2019-2024 Tetap Bersinergi Membangun Daerah

30/08/2019 16:31
Begini Cara Dinsos P3A Rohul Menekan Tindak KDRT dan Kekerasan Terhadap Anak

 
 
Kamis, 29 Agustus 2019 16:52
Pemkab Rohul Terus Matangkan Indikator Kabupaten Layak Anak

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, melalui Gugus Tugas terus mematangkan indikator-indikator dalam mewujudkan Kabupaten‎ Layak Anak (KLA).

Salah satunya digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak di Sapadia Hotel Pasirpangaraian, Rabu sore (28/8/2019), dibuka oleh Bupati diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu H. Abdul Haris S.Sos, M.Si, sekaligus sebagai Ketua Gugus.

Rakor‎ Gugus Tugas KLA diprakarsai Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Rokan Hulu, dihadiri seluruh instansi terkait, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Rokan Hulu, dan organisasi.

Ketua Gugus KLA Rokan Hulu, Abdul Haris, dalam sambutannya mengatakan dalam mewujudkan sebagai Kabupaten Layak Anak, pemerintah daerah melalui Dinsos P3A Rokan Hulu, dan Gugus Tugas KLA terus berupaya matangkan indikator-indikator.

Rakor Gugus Tugas KLA sendiri, dalam upaya pemerintah daerah melakukan berbagai persiapan, terutama menyempurnakan indikator-indikator dalam menciptakan kabupaten yang ramah anak.

Upaya menuju Kabupaten Layak Anak, diakui Sekda, Pemkab Rokan Hulu telah membentuk kelembagaan di tingkat kabupaten, kecamatan, sampai di tingkat desa.

"Sudah dilaksanakan sosialisasi sampai tingkat desa. Kita sudah memenuhi kriteria sebagai Kabupaten Layak Anak, meski ada beberapa komponen yang harus diperbaiki, yakni keterlibatan dan peran serta masyarakat dalam kepedulian terhadap persoalan anak," jelas Sekdakab Rokan Hulu.

Abdul Haris menerangkan Kabupaten Layak Anak adalah kabupaten yang mampu menjamin serta mewujudkan hak-hak sipil anak, seperti akte kelahiran, kesehatan dasar, pendidikan formal, serta harus ada pola bimbingan keluarga terhadap anak.

Selain itu, perlu diperhatikan masa depan anak-anak yang tengah berhadapan dengan hukum, sehingga Gugus Tugas KLA melibatkan Pengadilan Negeri dengan harapan majelis hakim memberikan solusi dan keadilan, sesuai hukum bagi anak yang berhadapan dengan hukum.

Sementara, Kepala Dinsos P3A Rokan Hulu Hj. Sri Mulyati S.Sos, melalui Sekretaris Dinsos P3A Rokan April Liyadi SE, M.Si, mengatakan‎ di 2019, Kabupaten Rokan Hulu telah melakukan KLA dan mendapatkan nilai 565, namun pada verifikasi administrasi nilai menjadi 430.

"Nah, pada saat ini kita mengadakan rapat koordinasi, evaluasi‎ terkait jawaban-jawaban yang belum kita penuhi, dan harapan kita di bulan Maret 2020, harapan kita dapat memenuhi target minimal 500, dan pada saat nanti verifikasi lapangan bahkan harapan kita memperoleh lebih dari poin yang sudah kita entry," jelas April.

Untuk desa‎ dan kecamatan, sambung April, Gugus Tugas KLA Rokan Hulu juga sudah dilakukan koordinasi. Desa diharapkan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATPBM).

Selain itu, pihak kecamatan juga diminta menggesa pembentukan Forum Anak Kecamatan, sebab sejauh ini dari 16 kecamatan masih ada enam kecamatan lagi yang belum‎ membentuk forum ini.

"Alhamdulillah, tinggal enam kecamatan lagi, dan harapan kita setelah pertemuan ini dapat terbentuk semua, dan pada pelaksanaan Hari Anak Nasional nanti kita dapat mengukuhkan Forum Anak Kecamatan di tujuh kecamatan tersisa dari 16 kecamatan," kata April, didampingi‎ Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos P3A Rokan Hulu Tri Alvina Lestari.

Peran Gugus Tugas sendiri,‎ kata April, melibatkan seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat, dan organisasi lainnya akan mensukseskan pemenuhan hak-hak anak, sehingga tidak adalagi anak Rokan Hulu yang terlantar, anak yang mengalami kekerasan, sehingga apa yang dibutuhkan anak sesuai lima cluster terpenuhi.

"Jika indikator-indikator sudah kita penuhi semua, tentu ada reward dari pemerintah," terangnya.

Ditanya soal masih tingginya kasus pelecehan terhadap anak-anak di Kabupaten Rokan Hulu, April mengatakan dari itu pentingnya dibentuknya PATBM di tingkat desa, sebab di dalamnya semua terlibat, baik tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kemudian ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

"Harapan kita, dengan terbentuknya ini (PATBM) di setiap desa dapat mencegah terjadinya perilaku pelecehan yang sebagaimana tadi disampaikan angkanya meningkat," terang April.

Untuk di dinas tingkat kabupaten, sambung April, Pemkab Rokan Hulu sendiri telah memiliki Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PTP2A) yang melibatkan berbagai macam elemen, baik dari Kepolisian dan Kejaksaan, Psikologi, RSUD, dan lainnya.

"Dan kita adalah untuk pendampingan bagi masyarakat yang melaporkan ada yang terjadi pelecehan terhadap perempuan dan anak," pungkas Sekretaris Dinsos P3A Kabupaten Rokan Hulu, April Liyadi.***(Adv/Pemkab Rokan Hulu)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012